• Apakah ada pertanyaan?
Close

Merasa Haus Pujian? Atau Merasa Kurang Good Looking? Inilah Bahaya Pujian Dan Solusi Dari Rasullullah!

Laziswaf Al Hilal – Siapa yang suka merasa kurang good looking atau merasa diri kita selalu kurang, jangan sampai kita merendahkan diri kepada orang lain dengan harap ingin di puji, ternyata tidak selamanya pujian itu menguntungkan, bahkan ulama yang mempunyai ilmu agama yang luar biasa tidak senang dengan pujian.

Di lansir dalam kutipan dariwww.republika.co.id dalam kitab Al-Arba’in fi Ushul ad-Dien, Imam Ghazali menyampaikan bahwa sekali waktu seseorang memuji sahabatnya di depan Rasulullah Muhammad SAW, saat itu beliau berkata “Celaka kamu, kamu telah memotong leher sahabatmu” mengapa demikian bisa seperti itu? Hal itu merupakan penyakit hati yang merupakan akhlak tercela baik orang yang memuji maupun yang dipuji. Manusia yang bangga atau suka di puji mudah sekali terkena penyakit hati: cenderung memiliki sifat sombong, congkak, riya dan senang membanggakan diri sendiri.

Penyakit hati ini sangatlah berbahaya karena sudah pasti akan di kutuk oleh Allah karena dianggap sifat-sifat setan yang bersifat dungu, sudah sombong, riyam dan membanggakan diri, mau pula membiarkan lehernya di potong orang lain, hal ini biasa terjadi di kalangan penguasa yang mempunyai kedudukan kekayaan, manusia yang tidak bersyukur dengan apa yang telah di berikan oleh Allah SWT.

Begitu buruk sampai-sampai dalam kitab kitab Al-Arba’in fi Ushul ad-Dien Ghazali mengutip peringatan Rasulullah:

”Jika seseorang berjalan kepada orang lain membawa sebilah pisau tajam, maka itu lebih baik daripada dia memuji seseorang di depan hidung orang tersebut.” Dalam ungkapan sehari-hari, sabda Nabi itu bisa diterjemahkan, ”Lebih baik kau ancam aku dengan pisau daripada kau bunuh aku dengan pujianmu.”

Ghazali menyebut orang yang suka memuji, memiliki sifat ”munafik”; tampak manis di lapisan luarnya, tapi mematikan di bagian dalamnya. Terhadap orang seperti itu, Ghazali mengutip pernyataan keras Rasulullah, ”Taburkanlah tanah ke wajah para pemuji.” Cara lain, berdoa kepada Allah seperti dilakukan Sayidina Ali RA ketika dipuji seseorang:

”Ya Allah, ampunilah aku atas apa yang dia tidak ketahui dan jangan Engkau siksa aku atas apa yang mereka katakan, serta jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka kira.”

Pujian sesungguhnya adalah ungkapan yang agung dan tidak bisa dicoreng dengan kata-kata yang buruk yang hanya layak di tujukan kepada Dzat yang Maha Agung, semua pujian terbaik semata mata hanya di tujukan kepada Allah SWT sebagaimana Allah SWT menciptakan seluruh bumi berserta isi isinya, jadi jangan sampai kita termasuk golongan yang haus pujian ya.

Informasi & Call Center
Website: www.alhilal.or.id
Telpon: 022-2005079
WhtasApp : 081 2222 02751

Penulis:

author

Finna Efrilla Suseno

Content Writter at LAZ al-Hilal