Bulan suci Ramadhan kian mendekat. Kurang dari satu bulan lagi, umat Islam akan memasuki bulan penuh ampunan, keberkahan, dan pahala berlipat ganda. Karena itu, Bulan Sya’ban menjadi momen yang sangat tepat untuk mulai mempersiapkan diri—bukan hanya secara fisik, tetapi juga hati dan amal kebaikan.
Dalam Islam, Bulan Sya’ban memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah ﷺ dikenal sebagai nabi yang memperbanyak puasa sunnah di Bulan Sya’ban. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah SWT. Maka, memperbanyak ibadah dan kebaikan di bulan ini menjadi bentuk persiapan agar kita memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat yang kuat.

Persiapan Ramadhan bukan dilakukan secara mendadak. Jika sejak Sya’ban kita sudah membiasakan diri bersedekah, beribadah, dan peduli terhadap sesama, maka saat Ramadhan tiba, kita tidak lagi “kaget”, tetapi sudah siap menyambutnya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Salah satu cara sederhana untuk mencicil kebaikan di Bulan Sya’ban adalah melalui sedekah. Sedekah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga melatih kepekaan hati dan membersihkan harta. Bersama Laziswaf Al Hilal, sahabat dapat ikut ambil bagian dalam berbagai program kebaikan, di antaranya:
- Sedekah Al-Qur’an, untuk menghadirkan mushaf bagi para santri penghafal Al-Qur’an
- Sedekah Pembangunan Asrama, sebagai penunjang tempat tinggal dan belajar santri
- Sedekah Munggahan Santri, sebagai bentuk kebahagiaan menyambut Ramadhan
- Sedekah Air Bersih, untuk menghadirkan akses air layak bagi yang membutuhkan

Setiap rupiah yang disedekahkan di Bulan Sya’ban adalah investasi amal yang insyaAllah akan menyambut Ramadhan dengan keberkahan. Tidak harus menunggu besar, karena kebaikan yang dicicil dengan konsisten lebih dicintai Allah daripada yang besar tapi jarang dilakukan.
Mari jadikan Bulan Sya’ban sebagai bulan latihan kebaikan, bulan membersihkan niat, dan bulan menyiapkan diri. Agar ketika Ramadhan tiba, kita sudah siap menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah dan lebih peduli kepada sesama.
Penulis: Indra Rizki








