5 Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Wajib Anda Ketahui

“Jika masuk 10 hari akhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengencangkan ikatan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan isterinya.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)
Hadits di atas menggambarkan betapa luar biasa kesungguhan Rasulullah SAW di 10 hari terakhir Ramadhan. Beliau tidak hanya rajin beribadah sendiri, tetapi juga membangunkan keluarganya untuk ikut menghidupkan malam. Mengapa 10 hari terakhir begitu istimewa? Apa yang membuat Rasulullah bersungguh-sungguh hingga seperti itu?
Berdasarkan panduan dari Kementerian Agama, BAZNAS, dan para ulama, ada lima keutamaan luar biasa di 10 hari terakhir Ramadhan yang tidak boleh Anda lewatkan. Mari kita bahas satu per satu secara mendalam.
Keutamaan 1: Penutup Bulan Penuh Berkah
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan 10 hari terakhirnya adalah puncak keberkahan tersebut. Menurut Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali yang dikutip dalam berbagai literasi pesantren termasuk Pesantren Al Hilal, Ramadhan terbagi menjadi tiga periode:
10 hari pertama: Rahmat Allah turun kepada hamba-Nya 10 hari kedua: Ampunan Allah bagi yang bertaubat 10 hari terakhir: Pembebasan dari api neraka
وَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Dan berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)
Ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk memperbaiki amalan selama Ramadhan. Apabila di 20 hari pertama Anda merasa kurang maksimal, maka 10 hari terakhir adalah waktu untuk sprint terakhir mengejar keberkahan.
Berdasarkan pengalaman santri Pesantren Al Hilal yang beritikaf di 10 malam terakhir, mereka merasakan kedamaian dan keberkahan luar biasa. Para santri tidak hanya fokus menghafal Al-Quran, tetapi juga memperbanyak ibadah seperti shalat malam, dzikir, dan doa.
Keutamaan 2: Amalan Paling Dicintai Rasulullah
Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, ada tiga amalan utama yang dilakukan Rasulullah SAW di 10 hari terakhir:
Mengencangkan Ikatan Sarung
Ini adalah istilah kiasan yang berarti Rasulullah SAW meninggalkan urusan duniawi dan fokus pada ibadah. Beliau mengurangi waktu tidur, mengurangi urusan bisnis, dan sepenuhnya fokus pada ibadah.
Menghidupkan Malam
Rasulullah SAW bangun sepanjang malam untuk beribadah—shalat malam, membaca Al-Quran, berdoa, dan berzikir. Berdasarkan hadits riwayat Ahmad, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Rasulullah SAW berusaha keras (beribadah) di 10 malam terakhir Ramadhan, melebihi malam-malam lainnya.”
Membangunkan Keluarga
Ini yang sering terlupakan! Rasulullah tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga membangunkan istri-istrinya untuk ikut beribadah. Berdasarkan program Pesantren Al Hilal, para santri juga diajarkan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Sunnah I’tikaf di Masjid
Berdasarkan hadits Ibnu Hibban yang dikutip NU Online, Rasulullah SAW bersabda:
مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ
“Siapa yang ingin beritikaf bersamaku, maka beritikaflah pada sepuluh malam terakhir.”
I’tikaf adalah tinggal di masjid untuk fokus beribadah, jauh dari hiruk-pikuk dunia. Berdasarkan kegiatan santri Pesantren Al Hilal yang beritikaf di Masjid Marwah Cililin dan Gegerkalong, mereka merasakan kedamaian luar biasa dan lebih dekat dengan Allah SWT.
Apabila Anda tidak bisa beritikaf penuh 10 hari, minimal perbanyak waktu di masjid untuk shalat berjamaah dan ibadah lainnya.
Keutamaan 3: Meraih Kemuliaan Lailatul Qadr
Inilah keutamaan terbesar di 10 hari terakhir—adanya Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Berdasarkan hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah malam Lailatul Qadr pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Menurut perhitungan ulama yang dikutip NU Online dan Detik.com, seribu bulan setara dengan 83 tahun 4 bulan. Artinya, beribadah satu malam di Lailatul Qadr pahalanya setara beribadah setiap hari selama lebih dari 83 tahun!
Strategi Mencari Lailatul Qadr
Berdasarkan panduan dari para ulama dan Kementerian Agama:
Fokus pada malam ganjil: 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan. Malam ke-27 memiliki indikasi paling kuat menurut mayoritas ulama.
Istiqomah setiap malam: Jangan hanya rajin di satu malam. Karena tanggal Lailatul Qadr dirahasiakan, maka rajinlah di semua malam ganjil.
Bukan lomba kuantitas: Yang penting adalah kualitas ibadah, bukan berapa banyak rakaat atau berapa juz yang dibaca.
Amalan yang Dianjurkan di Lailatul Qadr
Berdasarkan hadits Tirmidzi, doa khusus Lailatul Qadr adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai ampunan, maka ampunilah aku)
Selain doa, perbanyak juga:
- Shalat malam minimal 2 rakaat
- Istighfar 70 kali
- Tadarus Al-Quran dengan tadabbur
- Bersedekah untuk berbagai kebaikan
Berdasarkan artikel Detik.com, sedekah di Lailatul Qadr nilainya berlipat setara 83 tahun lebih! Lembaga Amil Zakat Al Hilal menyediakan berbagai program sedekah yang dapat Anda pilih.
Keutamaan 4: Pembebasan dari Api Neraka
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan An-Nasa’i dan dikutip Tempo.co, Rasulullah SAW bersabda:
“Pada bulan Ramadhan, Allah membebaskan sejumlah hamba-Nya dari api neraka pada setiap hari dan malamnya. Dan setiap muslim memiliki doa yang dikabulkan.”
Di 10 hari terakhir, pembebasan dari api neraka mencapai puncaknya. Menurut Imam Al-Ghazali yang dikutip BAZNAS, ini adalah kesempatan emas untuk mendapat ampunan total dari Allah SWT.
Doa dan Amalan untuk Dibebaskan dari Neraka
Perbanyak doa: Mintalah kepada Allah agar dibebaskan dari api neraka. Doa di bulan Ramadhan, terutama di 10 hari terakhir, sangat mustajab.
Taubat nasuha: Bertaubatlah dengan sungguh-sungguh dari semua dosa yang telah dilakukan. Taubat nasuha adalah taubat yang disertai penyesalan mendalam dan tekad kuat untuk tidak mengulangi.
Tingkatkan amal shalih: Perbanyak ibadah, sedekah, dan kebaikan kepada sesama. Berdasarkan program LAZISWAF Al Hilal, berbagai program kemanusiaan telah membantu ribuan penerima manfaat.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Keutamaan 5: Wasiat Nabi Agar Tidak Terlena
Ini yang sering terjadi di masyarakat kita: 10 hari terakhir Ramadhan justru disibukkan dengan persiapan Idul Fitri—belanja baju baru, kue-kue, dekorasi rumah, hingga mencari uang baru untuk THR. Akibatnya, ibadah menjadi terabaikan.
Berdasarkan hadits An-Nasa’i yang dikutip Tempo.co, Rasulullah SAW memperingatkan:
“Barangsiapa terhalang dari kebaikan Lailatul Qadr, sungguh ia orang yang terhalang dari seluruh kebaikan.”
Jangan sampai Anda terhalang dari keberkahan 10 hari terakhir hanya karena sibuk dengan urusan duniawi!
Prioritas: Ibadah Dulu, Baru Persiapan Duniawi
Bukan berarti Anda tidak boleh bersiapan untuk Idul Fitri. Namun, prioritaskan dengan benar:
Pagi sampai sore: Waktu untuk urusan dunia seperti belanja dan persiapan Malam hari: Fokus total untuk ibadah, shalat malam, dan mencari Lailatul Qadr Jangan begadang sia-sia: Hindari begadang untuk menonton TV, main game, atau scrolling media sosial
Keseimbangan Antara Ibadah dan Persiapan Hari Raya
Berdasarkan pengalaman Pesantren Al Hilal dalam mendidik santri, keseimbangan adalah kunci. Para santri tetap melakukan aktivitas sehari-hari, namun di 10 hari terakhir intensitas ibadah ditingkatkan drastis.
Anda bisa meniru pola ini:
- Tetap bekerja dan beraktivitas seperti biasa
- Kurangi waktu hiburan dan hal yang tidak bermanfaat
- Tambah intensitas ibadah di malam hari
- Libatkan keluarga untuk beribadah bersama
Maksimalkan 10 Hari Terakhir dengan Sedekah Terbaik
Selain ibadah ritual, sedekah adalah pelengkap sempurna untuk meraih keberkahan di 10 hari terakhir. Berdasarkan hadits Tirmidzi:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.”
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ
“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan membayar zakat).” (QS. Al-A’la: 14)
LAZISWAF Pesantren Al Hilal yang berizin SK Kementerian Agama No. 1114 Tahun 2023 menyediakan berbagai program strategis:
Program Sedekah Buka Puasa
Berdasarkan kegiatan yang rutin dilaksanakan, LAZISWAF Al Hilal membagikan 235 porsi makanan berbuka puasa kepada jamaah masjid dan masyarakat dhuafa. Anda bisa ikut berpartisipasi!
Program Sedekah Quran
Lebih dari 500.000 mushaf Al-Quran telah disalurkan sejak 2014 ke seluruh pelosok nusantara, termasuk 120 lembaga di wilayah Ambon Maluku.
Program Pembangunan Asrama Yatim
Pembangunan asrama untuk santri yatim dan penghafal Quran terus berjalan. Dengan asrama yang layak, para santri dapat fokus menghafal dengan tenang.
Program Air Bersih untuk Pesantren
Wakaf sumur dan air bersih untuk pesantren adalah sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir setiap kali santri berwudhu atau minum.
Mari Bersungguh-Sungguh di 10 Hari Terakhir
Lima keutamaan di atas menunjukkan betapa istimewanya 10 hari terakhir Ramadhan. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini! Ikuti jejak Rasulullah SAW yang bersungguh-sungguh hingga mengencangkan ikatan sarungnya.
Kombinasikan ibadah ritual (shalat, doa, dzikir, tadarus) dengan ibadah sosial (sedekah dan membantu sesama). Dengan begitu, Anda akan meraih keberkahan maksimal dari Allah SWT.
Lembaga Amil Zakat Al Hilal yang telah meraih Gold Award 2025 dan hadirkan 32.494 manfaat siap menyalurkan amanah Anda dengan sistem transparan.
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk bersungguh-sungguh di 10 hari terakhir Ramadhan, mempertemukan kita dengan Lailatul Qadr, dan membebaskan kita dari api neraka. Amin ya Rabbal ‘alamin.
FAQ: Pertanyaan Seputar 10 Hari Terakhir Ramadhan
1. Apakah harus i’tikaf penuh 10 hari di masjid?
Tidak wajib, namun sangat dianjurkan. Berdasarkan hadits Ibnu Hibban, Rasulullah SAW menganjurkan beritikaf di 10 malam terakhir. Namun jika Anda tidak bisa beritikaf penuh karena pekerjaan atau tanggungan keluarga, minimal perbanyak waktu di masjid untuk shalat Isya dan Subuh berjamaah. Menurut Imam Malik, siapa yang menghadiri shalat Isya dan Subuh berjamaah pada malam Lailatul Qadr, ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.
2. Bagaimana cara membangunkan keluarga untuk ibadah tanpa memaksa?
Ikuti cara Rasulullah SAW: bangunkan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan memaksa atau marah jika mereka tidak bangun. Buat suasana yang menyenangkan, misalnya sahur bersama dengan menu favorit, atau shalat berjamaah di rumah. Berikan contoh nyata dengan rajin beribadah sendiri. Anak-anak dan keluarga akan lebih termotivasi jika melihat kesungguhan Anda.
3. Amalan apa yang paling utama di 10 hari terakhir?
Berdasarkan hadits, amalan paling utama adalah yang dikerjakan dengan konsisten meskipun sedikit. Kombinasikan antara shalat malam, doa, dzikir, tadarus Al-Quran, dan sedekah. Jangan fokus pada satu amalan saja. Yang terpenting adalah istiqomah setiap malam di 10 hari terakhir. Shalat 2 rakaat setiap malam dengan khusyuk lebih baik dari shalat 20 rakaat hanya di satu malam.
4. Bagaimana menyeimbangkan ibadah dan persiapan lebaran?
Buatlah prioritas yang jelas: pagi sampai sore untuk urusan dunia (belanja, masak, bersih-bersih rumah), malam untuk ibadah. Hindari begadang sia-sia untuk hal yang tidak bermanfaat. Kurangi nonton TV, main game, atau scrolling media sosial. Libatkan keluarga dalam pembagian tugas persiapan lebaran agar tidak semua beban di satu orang, sehingga semua punya waktu untuk beribadah di malam hari.
5. Apakah boleh bekerja di 10 hari terakhir atau harus cuti?
Boleh tetap bekerja, tidak wajib cuti. Islam tidak mewajibkan meninggalkan pekerjaan halal di bulan Ramadhan. Yang penting adalah bagaimana Anda mengatur waktu dengan bijak. Bekerja di siang hari, lalu fokus ibadah di malam hari. Jika memungkinkan, ambil cuti 1-2 hari di sekitar malam ke-27 untuk lebih fokus beribadah. Namun jika tidak bisa cuti, tetap maksimalkan waktu yang ada dengan istiqomah.
Informasi dan Call Center: Website: www.alhilal.or.id WhatsApp: 0812 2220 2751 Email: cs@alhilal.or.id
Penulis: Muhammad Dwiki Septianto









