• Apakah ada pertanyaan?
Close

MANFAAT KHATAM QUR’AN

  • Home
  •  / 
  • Blog
  •  / 
  • MANFAAT KHATAM QUR’AN

Khatam Alquran atau menyelesaikan bacaan Alquran sebanyak 30 juz bukan sebatas kebiasaan masyarakat di bulan suci. Ia adalah kultur yang mengakar dalam keseharian para ulama sejak dulu. Mereka bahkan memiliki target yang sangat besar dan mampu khatam lebih dari sekali saat Ramadan.

Kebiasaan ini tidak sebatas memeriahkan hari-hari puasa kita tapi juga dilatarbelakangi dengan anjuran yang telah tertera di Alquran maupun hadis. Lalu, di balik anjuran tersebut juga terdapat keistimewaan yang akan mendatangkan kebaikan bagi pembacanya.

Apa saja hal positif yang bisa kamu dapatkan dari membaca Alquran sebanyak mungkin? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Pahala berlipat-lipat

 “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala salat sepanjang malam” ( HR. Ahmad)

Inilah istimewanya Ramadan. Allah janjikan pahala yang berlipat-lipat untuk setiap amal ibadah dibanding hari-hari biasa. Termasuk membaca Alquran. Semakin banyak kamu membacanya, maka semakin banyak juga pahala yang sedang kamu tabung sebagai bekal di kehidupan selanjutnya.⁣

2. Mengikuti kebiasaan Rasulullah

“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Alquran kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan).” ( HR. Bukhari)

Mempelajari dan membaca Alquran adalah kebiasaan Rasulullah ketika masih hidup dulu. Saat kita membacanya, artinya kita sedang mencontoh perbuatannya. Akan sangat membanggakan jika kita mampu meneladani sedikit akhlak manusia terbaik yang pernah ada eksistensinya di dunia ini (Rasulullah SAW).

3. Keselamatan hidup jadi terjaga

“…Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha: 123)

Percayalah bahwa hidup kita bergerak tidak sebatas dari usaha para manusia tapi juga melibatkan takdir-Nya. Demi keamanan dan keselamatan diri, tidak cukup hanya dengan usaha kita sendiri. Kita harus selalu memohon pada-Nya agar kita tidak lupa, khilaf dan salah mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *