• Apakah ada pertanyaan?
Close

Hati-Hati Ini Dampak Buruk Makan Makanan Haram!

memakan makanan haram

Islam telah memberikan yang terbaik bagi umat-Nya. Islam pun memberikan pelajaran berharga seperti bagaimana kita seharusnya bersikap, bagaimana kita harus bersikap di setiap hembusan nafas.

Tak terkecuali bagaimana Islam mengatur umat-Nya dalam memilah dan memilih makanan.

Makanan yang Halal sangat dianjurkan bagi umat, dan makanan yang Haram yang dianjurkan untuk dijauhkan bahkan tidak boleh dimakan untuk umat Islam.

Sahabat Al Hilal, tahukah dampak yang dirasakan apabila kita makan makanan yang haram? Oleh sebab itu, sebagai Muslim kita harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan.

Ada beberapa hal yang dapat kita rasakan ketika makan makanan yang haram. Seperti yang dilansir dari berbagai sumber, inilah akibat dari kita makan makanan haram.

  1. Doa Sulit Terkabulkan

Dilansir dari postingan akun instagram @kulinermuslim.id dijelaskan bahwa salah satu dampak dari makanan haram adalah doa tidak terkabulkan.

Sahabt Al Hilal, Orang yang makan-makanan haram doanya tidak didengar dan tidak dikabulkan Allah SWT. Naudzubillah

  1. Makanan Haram Juga Merusak Hati Dan Akal Seseorang

Makanan sangat berdampak besar bagi tubuh. Apabila kita makanan halal dan baik, maka tubuh kita juga akan sehat. Namun, begitu juga saat kita makan-makanan haram, maka bisa merusak hati, bahkan amalannya tidak diterima.

  1. Makan-Makanan Haram Termasuk Salah Satu Perbuatan Menzalimi Diri Sendiri.

Tahukah sahabat Al Hilal, jika kita Makan-Makanan Haram Termasuk Salah Satu Perbuatan Menzalimi Diri Sendiri? Seperti yang diketahui, makanan diharamkan karena ada penyebabnya.

Maka dari itu, kita sebagai umat muslim, harus senantiasa memastikan makanan yang kita makan terbuat dari bahan yang halal dan kita mendapatkan makanan tersebut dengan cara yang halal juga.

Nah itulah beberapa hal yang dapat merusak kita, sahabat Al Hilal semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari hal yang merusak amalan kita ya! Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Penulis:

author

Nafisah Samratul

Content Writter at LAZ al-Hilal