Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Inilah Ghibah Yang Di Bolehkan Dalam Islam Dan Di Perbolehkan Dalam Islam

LAZISWAF Al Hilal – Sahabat Al Hilal pada dasarnya, gibah tergolong dosa besar dan diimbau agar tidak dilakukan umat Islam. Namun, tidak selamanya gibah itu dilarang. Ketika dipandang bahwa membicarakan keburukan orang lain itu mendatangkan maslahat, ia diperbolehkan untuk dibeberkan ke publik.

Secara definitif, gibah adalah membicarakan kejelekan seseorang. Jika yang jelek itu tidak ada, bukan lagi tergolong gibah, tapi jatuh ke dalam kategori fitnah. Karena itulah, kendati benar-benar terjadi, fakta keburukan pada orang lain sebaiknya ditutup rapat-rapat. Larangan melakukan gibah ini tertuang dalam firman Allah SWT di surah Al-Hujurat ayat 12:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang,” (Q.S. Al Hujurat [49]: 12).

Di masa sekarang, gibah dapat terjadi dalam pelbagai bentuk, misalnya melalui tayangan Infotainment di televisi, sampai dengan akun gosip di media sosial. Karena itulah, baik MUI dan NU mengharamkan Infotainment karena dianggap bagian dari gibah.

Gibah yang Mubah Kendati muasal hukum gibah adalah haram, terdapat beberapa kondisi ketika gibah diperbolehkan. Jika membicarakan keburukan orang lain dan itu bermanfaat bagi kepentingan publik, ia boleh dibincangkan dengan orang lain. Apa saja jenis gibah yang dibolehkan itu? Laman NU Online merincinya sebagai berikut:

  1. Sidang di Pengadilan Ketika sedang melakukan sidang perkara di depan hakim, menceritakan keburukan atau tindak kriminal yang dilakukan seseorang diperbolehkan.
  2. Pelaporan ke Polisi Ketika seseorang ingin melaporkan tindak pelanggaran hukum kepada polisi, menceritakan pelanggaran tersebut diperbolehkan, dengan maksud untuk mengubah kemungkaran itu.
  3. Meminta Fatwa atau Arahan dari Alim Ulama Ketika meminta fatwa dari mufti atau arahan dari alim ulama, seseorang diperbolehkan menceritakan masalahnya, termasuk membeberkan keburukan, jika diperlukan untuk memberikan gambaran kepada mufti atau alim ulama tersebut.
  4. Peringatan Publik Dalam kondisi ini, biasanya keburukan seseorang tertera di kertas DPO (Daftar Pencarian Orang). Orang yang melakukan kejahatan, ketika belum tertangkap, disebutkan keburukannya agar publik terhindar dari perilaku jahat individu bersangkutan.
  5. Gibah Kejahatan Publik Jika seseorang sudah terang-terangan melakukan dosa dan keburukan, misalnya dengan mengunggah foto atau video mabuk-mabukan di media sosial, bergaul bebas dengan lawan jenis, serta sudah diperlihatkan di muka publik, dan lain sebagainya.
  6. Sebagai Penanda, Bukan Olok-olok Seseorang juga dibolehkan untuk menyebut kekurangan orang lain, misalnya kekurangan fisik atau gelar buruknya sebagai penanda.  

Selain itu, keenam jenis gibah mubah di atas juga menjadi tidak diperbolehkan jika dilakukan secara berlebihan. Membicarakan keburukan orang lain pun, dalam konteks yang mubah, punya batasan proporsinya agar tidak meluber ke mana-mana dan melebihi batasnya.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Penyaluran Paket Munggahan Dan Paket Perlengkapan Ibadah Santri

LAZ AL HILAL – Alhamdulillah tim penyaluran LAZISWAF Al Hilal telah melaksanakan pembagian Paket Munggahan untuk wilayah Sumedang dan Cirebon. Pada Sabtu (10/04/2021) tim yang berjumlah tiga orang, diantaranya yaitu Asep Nurjaman, Rinaldi Akbar, serta Yogi Saputra membagikan paket munggahan untuk Komunitas Al Hilal Sumedang dan membagikan paket munggahan serta paket Perlengkapan Ibadah untuk Santri Pesantren 4 Cirebon

Penyaluran paket munggahan dan paket perlengkapan ini merupakan salah satu program di bulan Ramadhan LAZISWAF Al Hilal. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini pun yaitu untuk membantu penuhi kebutuhan yang sangat dibutuhkan selama melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan agar para santri lebih khidmat menjalani ibadah di bulan Ramadhan yang sudah di depan mata.

Dalam kegiatan penyaluran Paket Munggahan dan Paket Perlengkapan tersebut, Asep Nurjaman, Rinaldi Akbar, serta Yogi Saputra sebagai perwakilan dari LAZISWAF Al Hilal telah mengunjungi beberapa tempat. Seperti bertemu dengan salah satu perwakilan Komunitas Al Hilal Sumedang, Ibu Enung untuk menyalurkan Wakaf Quran sebanyak satu dus.

Paket Munggahan dan Perlengkapan yang disalurkan untuk santri di Pesantren Al Hilal 4 Cirebon berhasil disalurkan pada pukul 16.00 WIB selepas para santri selesai mengaji.

Dalam perjalanan penyaluran Paket Munggahan dan Paket Perlengkapan Ibadah yang dilaksanakan pada hari kemarin. Perwakilan tim penyaluran LAZISWAF Al Hilal berangkat dari Bandung pada pukul 06.00 WIB dengan melalui transportasi roda empat. Dan tentu, tim yang menyalurkan paket tersebut telah memenuhi protokol kesehatan yang sangat ketat.

Atas terlaksananya salah satu program untuk bulan Ramadhan 1442 ini, kami LAZISWAF Al Hilal mengucapkan banyak terimakasih untuk Bapak/Ibu donatur dan sahabat Al Hilal karena telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk seluruh santri di Pesantren Al Hilal. Jazakumullah Khair.

Adapun paket yang telah tersalurkan diantaranya yaitu, Paket Munggahan yang berisikan Beras 5kg, ayam utuh, minyak Goreng, susu kaleng, dan aneka paket bumbu masak. Serta Paket Perlengkapan Ibadah yang Al Quran, Sajadah, serta alat sholat untuk santri Akhwat dan Ikhwan.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Inilah Enam Negara Yang Izinkan Shalat Tarawih Secara Berjamaah Selama Ramadhan

LAZ AL HILAL – Sama hal nya seperti bulan Ramadhan di tahun sebelumnya, dunia masih dihadapkan dengan wabah virus COVID-19 yang melanda dunia. Mungkin di beberapa daerah di Indonesia, pelaksanaan sholat tarawih berjamaah masih di larang. Tetapi, apakah negara lain masih melarang untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah? Enam negara di jazirah Arab ini sudah mengizinkan umat muslim untuk menggelar shalat tarawih berjamaah loh!

Sahabat Al Hilal, inilah enam negara di jazirah Arab yang telah memperbolehkan umat muslim untuk sholat tarawih berjamaah, dan tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,

1. Arab Saudi

2. Uni Emirat Arab (UEA)

3. Kuwait

4. Irak

5. Mesir

6. Aljazair

Selain sudah diizinkan untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah, enam negara tersebut pun telah mengumumkan bahwa negara tersebut telah mengizinkan untuk umat Muslim melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah dan di dalam masjid. Selain itu pun, di enam negara tersebut pun telah mengizinkan umat muslim untuk melaksanakan Shalat Jumat Selama bulan suci Ramadhan. Alhamdulillah.

Diizinkannya negara tersebut untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah pun tentu tak lepas dari protokol kesehatan yang ketat. Adapun protokol kesehatan yang perlu dilaksanakan oleh umat muslim yang mengikuti shalat tarawih berjamaah yaitu batas waktu, jaga jarak secara social, serta para jamaah harus menggunakan masker ketika melaksanakan shalat berjamaah.

Sedangkan untuk Negara Qatar, Oman, dan Yordania mengumumkan Tarawih tidak akan diadakan di masjid selama Ramadan.

Sahabat Al Hilal, bulan Ramadhan sendiri untuk tanah Arab diperkirakan akan dimulai pada 13 April dan berakhir pada 12 Mei 2021.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Kajian “Powerfull Istighfar” Bersama Ustadz Arif Rahman Lubis

LAZ AL HILAL – Sebagai rangkaian dalam program di bulan Ramadhan, LAZISWAF Al Hilal menyelenggarakan berbagai kajian untuk ummat secara virtual yang diselenggarakan setiap minggunya melalui aplikasi zoom meeting dan disiarkan secara langsung di seluruh social media Yayasan Al Hilal, seperti kanal youtube, facebook, dan Instagram.

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, LAZISWAF Al Hilal menyelenggarakan kajian Bersama Ustadz Arif Rahman Lubis pada Jumat (09/04/2021). Kajian dengan judul “Powerfull Istighfar” ini diselenggarakan secara online dan berlangsung selama satu setengah jam ini dimulai pada pukul 16.00 secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, serta live streaming di seluruh social media Yayayasan al Hilal, seperti kanal youtube dan Instagram.

Mengawali kegiatan pelaksanaan kajian, santri Pesantren Al Hilal 1 Cililin, Ananda Aria Ade Syafaat membacakan tilawah ayat suci Al Quran, agar kegiatan yang dilaksanakan pada hari kemarin dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Setelah pembacaan ayat suci Al Quran selesai, Ustadz Isep Paozi sebagai pembawa acara pun langsung menghubungkan ke puncak acara Kajian “Powerfull Istighfar” Bersama Ustadz Arif Rahman Lubis.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Arif Rahman Lubis menguraikan beberapa hal materi yang terkait dengan keutamaan istighfar, diantaranya yaitu Istigfar menjadikan kita sebagai hamba yang beruntung, Istighfar menjadikan hati jernih, dan Istighfar melapangkan rezeki.

“Disampaikan oleh Rasulullah SAW, bahwa sangat beruntung sekali orang yang dalam catatannya banyak bersistighfar. Memohon ampun kepada Allah SWT,” ujar Ustadz Arif Rahman Lubis

Ustadz Arif Rahman Lubis pun melanjutkan keutamaan beristighfar dengan kejernihan hati. Beliau pun menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pun menjelaskan bahwa orang yang bertaubat dan istighfar maka hatinya seperti sedang dibersihkan.

“Segala masalah itu tidak bisa kita dapatkan solusinya kalau kita tidak memulainya dengan taubat, kalau kita tidak memulainya dengan mengakui kesalahan kita,” ungkapnya.

Ustadz Arif Rahman Lubis pun mengatakan bahwa di dalam istighfar yang kita lakukan akan melapangkan rezeki. Sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dan disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa seseorang dihalangi dengan rezekinya disebabkan dosa yang telah ia perbuat.

“Istighfar salah satu keutamaannya adalah memberkahi dan melapangkan rezeki kita,” Itulah ungkap Ustadz Arif Rahman Lubis.

Kegiatan yang dipandu oleh Pimpinan Pesantren Al Hilal 2 Cibiru, Isep Paozi selaku moderator diakhiri dengan bacaan istighfar, sesi tanya jawab, doa Bersama, serta pembagian Perlengkapan Ibadah untuk para santri di seluruh Pesantren Al Hilal. Adapun kegiatan diikuti oleh kurang lebih 109 peserta, dari pengurus Al Hilal dan masyarakat umum, kajian “Powerfull Istighfar” Bersama Ustadz Arif Rahman Lubis berlangsung hingga pukul 17.30 WIB.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Khusyuk Kah Sholatku?

LAZ AL HILAL – Sholat merupakan rukun Islam yang ke-2 setelah mengucapkan syahadat. Allah SWT pun menyebutkan bahwa ketika hamba-Nya melaksanakan sholat, disitu pula Allah SWT memudahkan urusan dan menjauhkan hamba-Nya dari perbuatan munkar. InsyaAllah. Sahabat Al Hilal, lantas sudahkah kita termasuk ke dalam golongan hamba yang khusyuk ketika sholat?

Sahabat Al Hilal, bukankah sholat merupakan bentuk ibadah yang dilaksanakan oleh seorang hamba kepada sang pencipta, Allah SWT? Oleh karena itu, sholat disebut pula dengan ibadah mahdhah. Ibadah mahdhah merupakan ibadah yang harap untuk dilakukan apabila tidak sesuai dengan dalil yang ada. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika melaksanakan sholat.

Dilansir dari berbagai sumber, inilah yang perlu kita perhatikan:

  1. Kondisi sebelum sholat

Ketika kita melaksanakan sholat, sudahkah kita bersuci? Seperti yang kita telah ketahui, ketika kita melaksanakan sholat dengan keadaan yang tidak suci, maka sholat yang kita laksanakan tidak sah. Terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan dalam kesucian sebelum sholat yaitu kesucian hati dan kesucian jasmani. Kesucian hati meliputi akidah. Selain itu, kesucian hati sangat ditentukan dengan niat.

  • Berwudhu

Wudhu merupakan hal yang selalu dilakukan sebelum sholat untuk mensucikan diri. Ketika dalam wudhu tergesa-gesa, maka ketika sholat akan tergesa-gesa pula. Ketika dalam sholat tergesa-gesa, maka tidak akan mendapat kekhusyukan dan kesempurnaan sholat. Oleh karena itu, wudhupun perlu disempurnakan dalam pelaksanaannya. Dalam hal tersebut, Allah SWT pun telah berfirman dalam QS. Al Maidah ayat 6.

  • Tuma’ninah

Melaksanakan Gerakan sholat dengan sempurna yaitu Gerakan sholat yang dilakukan dengan tidak tergesa-gesa. Karena Ketika gerakan sholat tidak disempurnakan, maka seseorang tidak akan memperoleh kekhusyukan dalam sholat.

  • Mengenal dan Memahami Bacaan Sholat (Ma’rifat)

Untuk meraih kekhusyukan, sangat penting bagi seorang muslim untuk memahami makna bacaan sholat. Karena ketika memahami bacaan sholat, maka seorang muslim akan merasakan interaksi antara dirinya dan Allah SWT sang pencipta.

Sahabat Al Hilal, InsyaAllah ketika kita memnuhi keempat point tersebut maka ke khusyukan sholat yang kita kerjakan pun telah tercapai. Ketika memiliki hati yang khusyuk, maka Allah limpakan kenikmatan ketenangan dalam hatinya dan ketenangan dalam menghadapi urusan dunia. Wallahu’alam bishawab.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Tertidur Saat Khutbah Sholat Jumat, Apa Hukumnya?

LAZ AL HILAL – Salah satu permasalahan yang mungkin sering muncul di tengah masyarakat ketika melaksanakan shalat Jumat adalah tak kuasa untuk menahan kantuk. Pernahkah sahabat Al Hilal merasakannya? Sudah tidak heran jika kita sering melihat jamaah yang tertidur ketika khatib sedang melaksanakan khutbah Jumat. Lantas, bagaimana Islam memandang hal tersebut?

Dilansir dari laman Masrawy, dalam jawabannya, Ashyour menjelaskan pendapat hukum dan pandangan para ahli hukum tentang masalah ini, dengan mengatakan:

Pertama, para ahli hukum berbeda pendapat mengenai hukum mendengarkan khutbah yaitu mayoritas Hanafi, Maliki, dan Hanbali berpandangan bahwa ini wajib, terutama saat pelaksanaan sholat Jumat. Sementara menurut Mazhab Syafii dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya bahwa ini adalah sunat.

Kedua, para ahli hukum menganggap tidur dapat membatalkan wudhu. Namun jika dia tertidur saat duduk kemudian posisinya masih dalam keadaan yang sama, maka wudhunya tidak batal. Dan seseorang harus kembali berwudhu jika dia terlelap hingga mengubah posisi duduknya.

Dalam fiqih yang bermazhab Syafi’i, tidur yang tidak sampai membatalkan wudhu adalah tidur dengan posisi duduk dengan merekatkan pantat di lantai atau alas duduknya. Jadi, bila tidur tidak dilakukan dalam posisi tersebut seperti terlentang, tertidur dengan posisi lainnya seperti yang disebutkan, maka tidur tersebut dapat menyebabkan batalnya wudhu.

Jadi, jika kita melihat fatwanya, Beliau menjelaskan bahwa seorang Muslim yang melaksanakan Sholat Jumat sebaiknya tidak dengan sengaja tertidur selama Khutbah Jumat. Dan sebaiknya, harus tetap mempertahankan dirinya agar tidak tertidur. Dan harus tetap memastikan bahwa saat sholat yang akan dilaksanakan olehnya apakah perlu untuk melaksanakan wudhu kembali, atau tidak. Wallahu’alam bishawab.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Doa Kucing untuk Orang yang Menyayanginya

LAZ AL HILAL – Kucing, hewan yang paling disayangi oleh Rasulullah SAW dan hewan peliharaan yang disenangi oleh banyak orang karena rupa dan tingkahnya yang menggemaskan. Sahabat Al Hilal, apabila kita menyayangi kucing dengan baik, maka kucing tersebut pun InsyaAllah akan baik dan menjadi hewan yang penurut terhadap kita. Sebaliknya, jika kita memperlakukan kucing dengan buruk, maka kucing pun dapat melakukan hak yang dapat membuat kita kesal.

Banyak orang yang percaya bahwa kucing selalu mendoakan pemiliknya, ketika pemiliknya datang dan memberikan kebaikan bagi kucingnya. Kucing pun termasuk ke dalam makhluk Allah SWT yang senantiasa berdoa kepada tuannya walaupun tuannya tak mengetahui hal tersebut.

Saat pemilik kucing datang untuk memberi makan, kucing akan mendoakan pemiliknya untuk segala kebaikan yang dilakukan, kucing akan sangat berterima kasih dengan makanan pemberian Anda. Kucing juga merupakan hewan yang sopan. Bahkan Rasulullah SAW pun, menyampaikan pesan bagi umat-Nya dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dalam HR. Bukhari, dalam hadist tersebut, Rasulullah SAW bersabda,

“Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadaNya).” (HR Al-Bukhari)

Ketika kita memberikan yang terbaik bagi hewan yang paling dicintai oleh sahabat Rasulullah SAW, Abu Hurairah, maka InsyaAllah kucing tersebut juga akan mendoakan kebaikan kepada tuannya karena telah menyayangi dan memeliharanya dengan baik. Apakah sahabat Al Hilal pernah mendengar tentang rahmat Allah SWT karena kita menyayangi kucing selama di dunia?

Dilansir dari berbagai sumber, ketika hari kiamat tiba, orang yang senantiasa untuk menyayangi hewan seperti kucing akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karena ketika kita mengelus kepala kucing, maka hewat tersebut akan senang dan pada saat itu pula, InsyaAllah kucing akan mendoakan kita walaupun tak terdengar oleh manusia.

Hewan yang disayangi oleh sahabat Rasulullah SAW ini (Abu Hurairah) akan selalu membalas kasih sayang sang pemilik dan menyayangi pemiliknya tanpa syarat. Walaupun doa kucing untuk tuannya tidak dapat didengar, namun percayalah bahwa Merawat dan memberi makan kucing adalah salah satu tindakan yang baik dan apabila dikerjakan dengan hati yang ikhlas InsyaAllah kita pun mendapatkan pahala dari Allah SWT karena menolong makhluk ciptaan-Nya. Wallahu’alam bishawab…

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Terkabulnya Doa Adalah Amanah

LAZ AL HILAL – Kita meminta kepada Allah SWT, meminta apapun, dan meminta yang terbaik kepada Allah SWT. Tetapu saat takdir dari-Nya telah menghampiri kita, terkadang kita masih mengeluh seolah-olah menyesali apa yang telah kita panjatnya dan dikabulkan oleh-Nya. Padahal, apapun yang terlah Allah SWT takdirkan merupakan yang terbaik dari-Nya. Dan kita sebagai manusia terkadang sering melupakan, bahwa ketika doa yang kita panjatkan terkabul, itulah amanah dari-Nya.

Allah SWT telah mengabulkan doa kita, tetapi pada akhirnya pun kita yang mengeluh atas kenyataan yang tak sesuai dengan harapan kita. Ibarat, kita meminta yang terbaik kepada Allah SWT, tetapi saat itu pula kita mengeluh hanya karena harapan yang kita panjatkan tak semudah yang kita kira. 

Tetapi perlu kita ingat bahwa Allah SWT yang maha kuasa dan mengabulkan doa-doa setiap hamba-Nya ketika mereka berdoa kepada-Nya. Bukankah Allah SWT mengatakan dalam firman-Nya di dalam ayat suci Al Quran yaitu QS. Ghafir ayat 60

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya untuk kalian.” (QS. Ghafir: 60)

Sahabat Al Hilal, kadang saat semua yang dipinta dikabulkan oleh-Nya, hati tetap saja tidak puas, kapan? Saat yang menjadi takdir-Nya tak sesuai yang kita sangkakan selama ini. Padahal yang benar-benar yang terbaik kadang memang butuh yang namanya perjuangan, kesabaran dan keikhlasan.

Mulai sekarang, yuk bersyukurlah. Allah SWT telah mengabulkan doa kita, maka itulah doa yang menjadi amanah untuk kita. Karena, takdir-Nya yang telah Allah SWT kabulkan itulah harapan dari apa yang telah kita panjatkan kepada Allah SWT. Dan bersabarlah ketika apa yang kita pinta ternyata tak sepenuhnya membuat kita baik, karena meski Allah menjajikan semuanya baik, bukan berarti semuanya akan mudah.

Rasulullah SAW pun bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dalam Thabrani,

قَا اللهُ تَعَالىَ : يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى

“Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya: “wahai anak Adam, bahwa selama engkau mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku, berarti engkau telah mendurhakai Aku!” (H.R Thabrani).

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Hutang Yang Dijamin Allah SWT

LAZ AL HILAL – Selama kita hidup di dunia, tentu cobaan dan aral melintang sering terjadi. Karena dunia memang tidaklah semudah seperti apa yang diharapkan. Akan ada saat dimana kita merasakan kesulitan yang teramat luar biasa, ada kalanya kita berada di atas awan. Uang menjadi sesuatu hal yang begitu berharga bagi setiap insan. Tetapi, bukan kah tak semua orang pula yang mampu mendapatkan uang dengan mudah?

Tak sedikit manusia yang tidak mempunyai uang dan tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berhutang kepada orang yang mempunyai kelebihan harta.

Diriwayatkan dalam sebuah kisah Al-Faqih,

Al-Faqih berkata, saya mendengar ayah saya berkata, “Suatu ketika Tsabit Al Bannani berada di rumah Anas bin Malik, kemudian ia menuturkan bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesunggunya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung telah menjamin utang seorang hamba yang berutang karena tiga hal:

1. (Orang yang berutang) karena untuk nikah, dikarenakan takut terjerumus dalam pelacuran, kemudian dia tidak mampu membayarnya sampai dia mati, maka nanti pada hari kiamat Allah menjamin utangnya.

2. Orang yang berutang dikarenakan membantu kaum muslimin untuk keluar ke peperangan (jihad).

3. Apabila seseorang berutang untuk kafan orang yang meninggal dunia, karena sesungguhnya Allah Ta’ala akan memberikan kepuasan kepada orang yang diutanginya nanti pada hari kiamat.”

Kemudian Tsabit masuk ke rumah Al Hasan Al Bashri dan menyebutkan apa yang baru saja ia dengar dari Anas, kemudian Al Hasan Al Bashri berkata: Anas telah tua dan lupa untuk menyebutkan sesuatu yang lebih utama daripada itu semua, yaitu:

“Bahkan bersamaan dengan mereka, Allah Ta’ala menjamin seseorang yang berutang untuk memberi nafkah keluarganya dan telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membayarnya, namun ia tidak bisa membayarnya sampai mati, maka tidak ada perkara antara dia dan orang-orang yang mengutanginya nanti pada hari kiamat.”

Sahabat Al Hilal, itulah hutang yang InsyaAllah dijamin Allah SWT untuk hamba-Nya. MasyaAllah…

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Hati-Hati! Inilah Sifat Setan Yang Mendekam Di Hati Manusia

LAZ AL HILAL – Setan memiliki dua sifat yang mendekam di hati manusia apakah itu? sifat tersebut adalah waswas dan khannas. Bahkan di dalam firman-Nya Allah SWT pun telah berfirman dalam QS. An-Naas ayat 4 yang berbunyi,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

“Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi.” (QS. An-Naas: 4)

Sahabat Al Hilal, waswas merupakan salah satu godaan atau gangguan yang masuk dalam jiwa manusia. Mengapa demikian? Karena rasa waswas ini terjadi ketia begitu dekatnya dengan telinga manusia yang menggoda. Sedangakan salah satu sifat setan yang mendekan di hati manusia adalah Khannas, lantas ap aitu Khannas? Khannas adalah sifat dari setan yang sering bersembunyi ketika kita mengingat Allah (berdzikir kepada-Nya). Khannas dengan makna bersembunyi (ikhtifaa’) seperti yang ada dalam QS. At-Katwir ayat 15 yang berbunyi,

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلْخُنَّسِ

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang.” (QS. At-Takwir: 15).

Dilansir dari sumber islampos Al-khunnas adalah bintang. Bintang disebut dengan khunnas (artinya: bersembunyi) karena bintang itu tampak setelah bersembunyi (tidak terlihat).

Tetapi, banyak pendapat yang menyatakan bahwa Al-Khannas dan Al-Waswas termasuk nama-nama iblis. Sehingga Allah SWT menyeru dan memperintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya. Sahabat Al Hilal, mengapa Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk berdzikir? Seperti yang kita ketahui fungsi dzikir diibaratkan seperti seseorang yang mengusir musuhnya dengan cepat. Sampai-sampai jika musuh itu datang pada benteng, ia akan terlindungi.

InsyaAllah semakin banyak dzikir yang dipanjatkan maka seseorang ajan semakin terlindung dari setan.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Setan itu mendekam pada hati manusia. Jika ia luput dan lalai, setan menggodanya. Jika ia mengingat Allah, setan akan bersembunyi.” (HR. Ibnu Abi Syaibah

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

×