Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Amalan-Amalan Yang Menyelamatkan

LAZISWAF AL HILAL – Sungguh tak ada seorang pun yang bisa bebas dari dosa. Sebagai manusia tentu kita tak pernah luput dari godaan setan yang tak akan pernah berhenti mengajak manusia untuk bermaksian dan menyesatkan dari jalan Allah SWT. Sahabat Al Hilal, tentu hal pertama yang kita pikirkan saat maksiat itu telah terjadi adalah menyesalinya. Tetapi, apakah ketika kita sudah menyadarinya, sebagai manusia kita akan segera bertaubat kepada-Nya ataukah akan melanjutkannya?

Sungguh, Iblis telah bersumpah di hadapan Allah SWT untuk menyesatkan turunan Adam dari jalan Allah SWT. Tujuannya agar manusia menjadi teman-temannya di neraka. Naudzubillah Himindzalik. Ancaman Iblis ini tidak hanya isapan jempol belaka, tetapi ia buktikan dengan mengirim bala tentaranya ke seluruh penjuru bumi. Tiada yang selamat dari kejahatan Iblis kecuali orang yang mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Seperti yang kita ketahui, Allah SWT teramat menyayangi hamba-Nya. Allah SWT tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya menjadi manusia yang mudah terjerumus ke dalam kemaksiatan. Bahkan hal tersebut pun telah Rasulullah SAW sampaikan dan diriwayatkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Abu asy-Syaikh, Rasulullah SAW menyebutkan amalan yang dapat menyelamatkan kita dari ancaman Iblis:

  1. Takut Kepada Allah SWT
  2. Bersikap Adil
  3. Merasa Cukup

“Tiga hal yang menyelamatkan: takut kepada Allah ‘azza wa jalla saat sendirian dan di hadapan orang,bersikap adil saat senang dan marah dan bersikap pertengahan di saat fakir dan kaya.” (HR. Abu asy-Syaikh).

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Empat perkara yang siapa memilikinya akan dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla dari setan dan dicegah dari api neraka, yaitu mampu mengendalikan dirinya di saat senang, pada saat takut, saat dorongan syahwat, dan saat marah.”

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

đŸ“± WA: 081 2222 02751

© Laz Al Hilal Copyright Picture

Tips Agar Anak Rajin Baca Al Quran Selama Bulan Ramadhan, Bagaimana?

LAZISWAF AL HILAL – Menurut Penghafal Al-Quran serta Pendiri Majelis Taklim dan Rumah Tahsin Baytut Tarbiyah, Sri Vira Chandra, S.S., M.A, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membiasakan anak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan. Berikut caranya:

  • Kenalkan Al-Quran

Sebelum mengajak anak untuk membaca Al-Quran, coba berikan penjelasan kenapa membaca Al-Quran itu perlu dan juga penting. Misalnya saja, selain mendapatkan pahala dari Allah SWT, membaca Al-Quran bisa membuat hati tenang dan damai.

Nah, agar si kecil mudah memahami apa yang Anda jelaskan, berikanlah tontonan video yang menarik dan sesuai dengan usianya. Tujuannya, agar anak semakin termotivasi untuk membaca Al-Quran.

  • Beri Contoh

Children see, children do. Begitu katanya. Ya, anak adalah peniru ulung, sehingga ia mungkin akan sering meniru perkataan atau tingkah laku orang tuanya di rumah. Jadi manfaatkan agar anak mau meniru tingkah laku baik yang sering Anda lakukan. Salah satunya dengan rutin membaca Al-Quran di depan si kecil.

Selain mencontohkan di depan anak, Anda juga membiasakan si kecil dengan mengajaknya tadarus bersama setelah salat Magrib atau salat Subuh. Mulailah dari hal yang paling mudah, yaitu mengenalkan anak pada huruf-huruf hijaiyah dan tanda bacanya terlebih dahulu. Ulangi pembelajaran secara rutin dan juga bertahap.

  • Berikan Apresiasi

Ummi Vira mengatakan bahwa bila anak Anda belum balig, maka tak ada salahnya memberikan si kecil reward atau apresiasi agar ia semangat belajar membaca Al-Quran. Tak perlu dalam bentuk materi, melainkan bisa dengan pujian atau memberikan makanan kesukaannya.

  • Doakan Anak

Terakhir, jangan pernah berhenti untuk mendoakan anak, Moms. Selain berusaha untuk membiasakan si kecil membaca Al-Quran di bulan Ramadhan, Anda juga perlu berdoa, agar usaha yang Anda lakukan membuahkan hasil yang baik.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

đŸ“± WA: 081 2222 02751

© Laz Al Hilal Copyright Picture

Munajat Di Penghujung Ramadhan

LAZISWAF AL HILAL – Tak terasa, Ramadhan telah dipenghujung perpisahan. Berbagai rangkaian acara Kegiatan Kajian spesial di bulan Ramadhan pun telah selesai dilaksanakan hingga kemarin, Jumat (07/05/2021). Tetapi sahabat Al Hilal jangan bersedih! Doa Akbar yang selalu rutin dilaksanakan bersama para santri disetiap bulannya akan tetap berjalan. Alhamdulillah Kajian Special Ramadhan, ditutup dengan kajian “Munajat Di Penghujung Ramadhan” yang disampaikan oleh Ustadz Agus Al Muhajir.

Dalam kegiatan Kajian Special Ramadhan yang dilangsungkan pada pukul 16.00 WIB ini, Iwan Setiwan selaku Direktur LAZISWAF Al Hilal menyampaikan beberapa pesan terkait dengan Kajian Special Ramadhan yang telah berakhir. Setelah pembukaan yang disampaikan oleh Direktur LAZISWAF Al Hilal, Adinda Firzi, yang merupakan salah satu santri di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru membacakan lantunan ayat suci Al Quran sebelum acara inti yaitu Kajian bersama Ustadz Agus dilaksanakan.

Dalam “Munajat Di Penghujung Ramadhan” Ustadz Agus Menyampaikan beberapa pesan, diantaranya adalah Bagaimana do aitu akan dikabulkan, karena seperti yang kita ketahui, doa merupakan salah satu ikhtiar kita sebagai manusia agar harapan yang kita panjatkan kepada Allah SWT terkabulkan oleh-Nya di waktu yang sempurna menurut-Nya.

“Umar Bin Khatab berkata, Aku tidak merisaukan atas terkabulnya doa, tetapi yang kurisaukan adalah tekad dalam berdoa. Jika kau diilhami untuk berdoa, tentu diiringi terkabulnya,” ungkap Ustadz Agus saat mengutip perkataan dari Umar Bin Khatab.

Sahabat Al Hilal, jika kita dapat melihat bagaimana Umar Bin Khattab berpasrah ketika menerima takdir dari Allah SWT dan tidak risau akan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, karena bagaimana pun, doa yang telah dipanjatkan dari seorang hamba kepada Allah SWT maka saat itu pula terkabulnya doa pun akan mengiringi kita.

Tak hanya itu, tentu setiap manusia pasti memiliki kesulitan yang berbeda-beda. Kesulitan yang mendesak, dan kesulitan yang berbeda-beda setiap hambanya.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang hamba ketika mendapatkan kesulitan dan musibah? Kita hanya bisa berserah diri dan berdoa kepada Allah SWT. Doa-doa terbaik saat kesulitan yang semakin mendesak menghampiri kita lah yang menjadikannya tameng sebagai manusia agar selalu ikhlas dan menerima takdir dari-Nya.

Adapun acara yang dilangsungkan selama satu seteng jam hingga pukul 17.30 WIB ini, Alhamdulillah disaksikan langsung oleh Santri di seluruh Pesantren Al Hilal, sahabat Al Hilal, donatur, pengurus, serta masyarakat Indonesia melalui siaran langsung dan aplikasi zoom meeting sebanyak 42 Peserta. Sampai jumpa di Kajian Special Ramadhan selanjutnya!

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

đŸ“± WA: 081 2222 02751

© Laz Al Hilal Copyright Picture

Berbagi Bingkisan Anak Yatim Bersama Komunitas Al Hilal Sumedang

LAZISWAF AL HILAL – Alhamdulillah anak yatim di wilayah Sumedang telah menerima paket Parcel Idul Fitri. Paket idul fitri yang disalurkan oleh Komunitas Al Hilal Sumedang bersama relawan di tiap daerah di Kabupaten Sumedang kepada anak yatim yang masih berusia di bawah 15 tahun,

Dalam penyaluran paket Parcel Idul Fitri yang dilaksanakan setiap menjelang hari raya Idul Fitri ini, Alhamdulillah sebanyak 326 anak yatim yang berada di wilayah Sumedang akan menerima paket tersebut. Dan sebanyak enam daerah khususnya di Wilayah Kabupaten Sumedang, telah menerima paket Parcel Idul Fitri, diantaranya adalah Wilayah Situraja, Wilayah Darmaraja, Wilayah Citimun, Wilayah Licin, Wilayah Cimalaka, dan Wilayah Sumedang Utara.

Dilaksanakannya kegiatan ini bertujuan untuk membantu saudara muslim terutama anak yatim yang membutuhkan bantuan. Tentu, anak yatim yang ingin merasakan indahnya perayaan Idul Fitri ini teramat banyak, tetapi bagaimana keadaan mereka yang tidak memungkinkan, bahkan ada beberapa anak yatim yang tidak dapat merasakan indahnya hari kemenangan umat Islam, Hari Raya Idul Fitri.

Dalam program “Berbagi Bingkisan Anak Yatim” bersama Komunitas Al Hilal Sumedang bermaksud untuk membantu anak yatim yang berada di wilayah Sumedang dalam merasakan indahnya hari raya Idul Fitri. Karena seperti yang kita ketahui, hari raya Idul Fitri merupakan salah satu moment yang paling ditunggu oleh seluruh umat Islam, tak terkecuali anak yatim yang berada di sekitar kita. InsyaAllah dalam penyaluran Parcel Idul Fitri bersama Komunitas Al Hilal Sumedang dapat mengukir senyuman yang indah dari anak yatim.

Hal yang pertama dilakukan dalam penyaluran paket Parcel Idul Fitri untuk anak yatim yang dilaksanakan oleh Komunitas Al Hilal Sumedang adalah mengumpulkan data anak yatim yang berhak menerima Parcel Idul Fitri, kemudian data penerima manfaat yang sudah terdaftar dikunjungi langsung untuk menemui anak yatim yang akan menerima Parcel Idul Fitri secara langsung.

Adapun paket bingkisan lebaran untuk anak yatim yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang oleh Komunitas Al Hilal Sumedang bersama relawan, InsyaAllah akan terlaksanakan hingga, Minggu (09/05/2021).

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

đŸ“± WA: 081 2222 02751

© Laz Al Hilal Copyright Picture

Empat Makna Zakat

LAZISWAF AL HILAL – Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Seperti yang kita ketahui, zakat diisyarakan kepada umat muslim dengan cara mengeluarkan sejumlah harta yang dimiliki, dan tentu, ada nisab terkait harta yang dikeluarkan untuk zakat. Sahabat Al Hilal, tujuan dari zakat pun telah disampaikan oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam QS. At-Taubah ayat 103, yang berbunyi.

ŰźÙŰ°Ù’ مِنْ ŰŁÙŽÙ…Ù’ÙˆÙŽŰ§Ù„ÙÙ‡ÙÙ…Ù’ Ű”ÙŽŰŻÙŽÙ‚ÙŽŰ©Ù‹ ŰȘÙŰ·ÙŽÙ‡ÙÙ‘Ű±ÙÙ‡ÙÙ…Ù’ وَŰȘُŰČَكِّيهِمْ ŰšÙÙ‡ÙŽŰ§ ÙˆÙŽŰ”ÙŽÙ„ÙÙ‘ Űčَلَيْهِمْ ۖ Ű„ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ű”ÙŽÙ„ÙŽŰ§ŰȘَكَ ŰłÙŽÙƒÙŽÙ†ÙŒ لَهُمْ ۗ ÙˆÙŽŰ§Ù„Ù„ÙŽÙ‘Ù‡Ù ŰłÙŽÙ…ÙÙŠŰčٌ Űčَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At Taubah: 103).

Dalam ayat tersebut disebutkan, tujuan dari zakat adalah untuk membersihkan dan mensucikan diri kita. Tetapi, apakah sahabat Al Hilal mengetahui makna dari zakat itu sendiri? Dilansir dari berbagai sumber salah satunya Buku Fiqih Zakat, Sedekah, dan Wakaf , zakat memiliki beragam makna, diantaranya adalah:

  1. At Tahuru

Artinya membersihkan atau mensucikan. Sahabat Al Hilal, menurut Abu Hasan Al Wahidi, orang yang selalu menunaikan zakat karna Allah SWT dan bukan untuk manusia, maka zakat yang akan ia keluarkan akan disucikan dan dibersihkan oleh Allah SWT baik itu hartanya maupun jiwanya.

  • Al Baraktu

Berkah. Orang yang selalu membayar zakat, maka InsyaAllah hartanya akan melimpah akan keberkahan. Hal ini dikarenakan keberkahan hidup dari harta yang digunakan adalah harta yang bersih dan sudah dibersihkan dari kotoran lewat zakat.

  • An Numuw

Tumbuh dan berkembang. Makna ini menunjukkan bahwa orang yang selalu membayar zakat, maka InsyaAllah hartanya senantiasa akan tumbuh dan berkembang, seperti yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist.

“Sesungguhnya harta yang dikeluarkan zakatnya tidaklah berkurang, melainkan bertambah dan bertambah.”

  • As Shalalhu

InsyaAllah, orang yang selalu menunaikan zakat, maka harta yang ia miliki akan semakin baik, tidak bermasalah dan InsyaAllah akan terhindar dari masalah.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

đŸ“± WA: 081 2222 02751

© Laz Al Hilal Copyright Picture

Hati-Hati Yang Berpuasa Pun Bisa Bangkrut Di Akhirat!

LAZISWAF AL HILAL – Apa itu bangkrut? Sebagai manusia tentu kita mendengar kata bangkrut sebagai sesuatu yang amat memilukan. Bangkrut berarti kehabisan materi, kehabisan harta benda, dan kehilangan sesuatu yang berarti di hidup kita. Karena takut hal itu terjadi di kehidupan, kita sebagai manusia pun akan terus berusaha agar materi dan harta yang kita miliki terus terjaga. Tetapi, apakah kita memiliki rasa yang sama ketika kita hal itu terjadi di akhirat kelak?

Sahabat Al Hilal, orang yang bangkrut atau disebut muflis, menurut Rasulullah SAW adalah orang yang di akhirat kelak akan membawa seluruh amalan dan pahalanya, termasuk pagala puasa dan pahala sholatnya. Tetapi, karena saat di dunia orang tersebut banyak menzalimi orang lain dan tidak dapat menjaga lisannya, maka pahala yang telah ia kumpulkan untuk akhirat kelak akan terbuang sia-sia. Sungguh menakutkan bukan?

Bahkan, Rasulullah SAW pun telah berpesan kepada umat-Nya dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dalam HR. Muslim bahwa ketika kita mencela saudara kita, maka pahala-pahala amalnya akan dipindahkan kepada orang-orang yang telah kita zalimi. Dalam hadist tersebut Rasulullah SAW bersabda,

“Jika pahala amalnya habis, dosa-dosa orang-orang yang ia zalimi akan dipindahkan dan dibebankan kepada dirinya.” (HR. Muslim)

Sahabat Al Hilal, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi ya! InsyaAllah ketika kita dapat menjaga lisan, maka Allah SWT tidak akan mengambil tabungan yang telah kita kumpulkan untuk akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Umar bun Abdul Aziz ra pernah berkata,

Ù‚Ű§ŰŠÙ… Ű§Ù„Ù„ÙŠÙ„ ÙˆŰ”Ű§ŰŠÙ… Ű§Ù„Ù†Ù‡Ű§Ű± ی Ű„Ù† لم ÙŠŰ­ÙŰž Ù„ŰłŰ§Ù†Ù‡ ŰŁÙÙ„Űł يوم Ű§Ù„Ù‚ÙŠŰ§Ù…Ű©

“Orang yang biasa melakukan salat malam dan biasa berpuasa pada siang hari jika tidak bisa menjaga lisannya akan bangkrut pada Hari Kiamat.” (Ibnu Abdil Barr, At-Tamhid).

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

đŸ“± WA: 081 2222 02751

© Pesantren Al Hilal Copyright Picture

Ketika Sholat Menjadi Hal yang Disenangi

LAZISWAF AL HILAL – Menajadikan shalat sebagai suatu kebutuhan kita sebagai umat Muslim untuk menggapi keridhoan Allah SWT memang lah suatu kewajiban. Tetapi, apakah sahabat mengetahui bahwa di waktu kita melaksanakan Shalat adalah suatu pertemuan yang dapat kita lakukan dengan Allah SWT, maka itu adalah salah satu cara kita untuk tidak pernah lalai dalam mengerjakannya. Melakukan shalat pada waktunya, dan tidak menundanya, maka Allah SWT tak akan pernah menunda kebaikan yang akan Ia berikan untuk hamba-Nya.

Sahabat Al Hilal, seperti yang kita ketahui, siapapun hamba yang menjaga hubungan baiknya dengan Allah SWT, maka saat itu pula Allah SWT akan lebih menjaga hubungan-Nya degan hamba yang dicintai oleh-Nya.

Seperti yang telah disebutkan, InsyaAllah ketika kita menganggap Shalat adalah cara kita untuk bertemu dengan Allah SWT, pertemuan yang dimana di dalamnya kita bisa bermunajat kepada Allah SWT tanpa ada Batasan, maka saat itu pula waktu yang kita gunakan untuk melaksnakan pertemuan dengan Allah SWT akan lebih lama.

Mungkin, apabila kita anggap Shalat hanyalah sebagai penggugur kewajiban, maka dalam mengerjakannya pun kita akan terburu-buru, tidak khusyu, dan tidak dengan kenikmatan atas sholat yang telah kita kerjakan.

Sudahkah melaksanakan sholat menjadi hal yang disenangi? Dilansir dari sumber, ketika kita menganggap Shalat itu sebagai keseriusnya kita dalam bersyukur dan memberikan penghormatan tertinggi kepada penguasa alam semesta Allah SWT, karena dengan demikian maka tentu kita tidak akan pernah menunda-nunda untuk menunaikannya. Wallahu’alam bishwab


Informasi & Call Center

🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

đŸ“± WA: 081 2222 02751

© Pesantren Al Hilal Copyright Picture

Menggapai Lailatul Qadar

LAZISWAF AL HILAL – Apa itu Lailatul Qadar? Ya, malam-malam yang istimewa di bulan Ramadhan yang di dalamnya terdapat satu malam melebihi malam seribu bulan.

Seperti yang kita ketahui, Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang telah Allah SWT sampaikan dalam firman-Nya dalam QS. Al Qadr ayat 1 sampai 5, yang artinya.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu? Malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

(QS. Al-Qadr: 1-5)

Tahukah sahabat Al Hilal, bahwa waktu terjadinya malam Lailatul Qadar pun telah diriwayatkan oleh Rasulullah SAW dalam hadist Bukhari, Muslim.

Dalam hadist yang diriwayatkan, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Dilansir dari berbagai sumber, Kitab Fiqh Ramadhan menyebutkan bahwa pendapat tersebut merupakan pendapat yang paling kuat berdasarkan hadist tersebut.

Ibunda Aisyah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda:

“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Sungguh tidak banyak seorang muslim yang berkesempatan mendapatkan Lailatul Qodar, lantas bagaimana mencari malam Lailatul Qadar agar bertemu dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini?

Rasulullah SAW selalu memperbanyak berdoa pada malam-malam tersebut, serta melakukan qiyam pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT.

“Barangsiapa melakukan qiyam (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Sahabat Al Hilal, mungkin Allah SWT telah memberikan tanda-tanda malam Lailatul Qadar kepada hamba-Nya, hanya saja terkadang seorang hamba tidak menyadari akan datangnya Lailatul Qadar.

Tahukah sahabat Al Hilal bahwa salah satu tanda datangnya Laulatul Qadar adalah matahari? Matahari yang tidak menyilaukan, indah, dan cerah. Diriwayatkan dalam HR. Muslim, Rasulullah SAW berkata.

“Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.”

(HR. Muslim)

Mari menggapai malam yang lebih mulia dari 1000 bulan bersama-sama!

“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika seorang dari kamu merasa lemah atau tidak mampu maka janganlah sampai terluput tujuh hari sisanya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Laziswaf Al Hilal Membagikan Bingkisan Untuk Anak Yatim Santri Al Hilal, Cirebon

LAZISWAF Al Hilal – Kegiatan rutin setiap setahun sekali di Laziswaf Al Hilal yaitu membagi bingkisan paket lebaran kepada anak yatim perserta didik Pondok Pesantren Al Hilal 4, Cirebon tim Laziswaf Al Hilal membagikannnya di Cirebon, kegiatan rutin ini juga bertujuan untuk membantu anak yatim di masa pandemi COVID-19, penerima bantuan adalah anak yatim yang menerima santunan adalah mereka yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Tim Laziswaf, Yogi Saputra mengungkapkan bingkisan yang di berikan kepada anak yatim diantar dan di serahkan langsung oleh para pengasuh, atau untuk ibunya, pembagian bingkisan lebaran diantar langsung untuk menjalin silahturahmi dengan para keluarga anak-anak yatim.

Hari ini bingkisan lebaran di salurkan kepada Ibu Nuraeni, latar belakang Ibu Nuraeni ini adalah ibu yatim dari Arjuna dan Putri santri yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al Hilal, Cirebon. Tim Al Hilal berkesempatan berbincang dengan Arjuna, arjuna berumur 8 tahun, anak bungsu dari 4 bersaudara.

“Hafalan surah Arjuna sudah sampai Al A’la” Ucapnya sambil terispu malu, Arjuna menyampaikan akan rajin menghafal dan menambah hafalan di setiap harinya.

Setelah selesai mengunjungi beberapa tempat, Tim Al Hilal berkesempatan mengunjungi salah satu Ibu Tuena, kisahnya membuat Tim Al Hilal merasa simpati, karena Ibu Tuena memiliki anak 6 masih kecil, dan suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu, Ibu Tuena membesarkan anak seorang diri, dan beberapa anaknya menjadi Santri Al Hilal, Cirebon.

Terima kasih kepada donatur Al Hilal yang tidak bisa di sebutkan satu persatu telah membantu menjadi bagian program pembagian bingkisan Lebaran, semoga menjadi amal sholeh di sisi Allah Ta’ala menjadi pembuka pintu rezeki dan keberkahan.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

đŸ“± WA: 081 2222 02751

© Laz Al Hilal Copyright Picture

Cikelet menjadi Wilayah Pertama Penyaluran Wakaf Quran “Nuzulul Quran Ramadhan” Hari Ke-2

LAZISWAF AL HILAL – Penyaluran Wakaf Quran dalam memperingati Nuzulul Quran di Bukan Ramadhan Alhamdulillah masih berjalan hingga hari ini, Minggu (02/05/2021). Tim penyaluran wakaf Quran “Nuzulul Quran Ramadhan” yang berjumlah enam orang dari LAZISWAF Al Hilal pun masih tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Adapun Tim yang masih bertugas dalam menjalankan tugasnya antara lain, Iwan Setiawan, Hanafi Hardiansyah, Rozak Rizki, Yogi Saputra, Rinaldi Akbar, dan Luki Muzaki Akbar.  

Wilayah pertama dalam Penyaluran wakaf Quran yang dilaksanakan di hari ke-dua adalah wilayah Cikelet. Alhamdulillah sebanyak dua Masjid serta Pesantren yang berada di wilayah tersebut telah menerima manfaat dari mushaf Quran yang telah dititipkan oleh Bapak/Ibu Donatur Al Hilal. Adapun Pesantren dan Masjid yang telah menerima mushaf Al Quran adalah Pesantren Qurota A’yun Kecamatan Cikelet, dan Masjid Al Mubarok, Desa Cigambir, Cikelet.  

 “Kami dari LAZISWAF Al Hilal, akan menyalurkan wakaf Quran yang dititipkan oleh Bapak/Ibu donatur. Mudah-mudahan mushaf Al Quran dan Buku Islam yang disalurkan bisa bermanfaat dalam melancarkan ibadan di bulan Ramadhan,” ungkap Rinaldi Akbar, salah satu tim penyaluran wakaf Quran ketika menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangan tim penyaluran Wakaf Quran “Nuzulul Quran” kepada salah satu pengurus Masjid Al Mubarok.  

Serah terima yang dilaksanakan oleh Rinaldi Akbar untuk Masjid Al Mubarok ditutup dengan ucapan terimakasih dari Pengurus Masjid untuk para Bapak/Ibu donatur yang telah menitipkan wakaf Quran kepada LAZISWAF Al Hilal.  

“Terimakasih untuk Al Hilal dan donatur, mudah-mudahan Wakaf Quran dapat bermanfaat dan barokah,” ungkap salah satu perwakilan dari Pengurus Masjid Al Mubarok.  

Penyaluran pun dilanjutkan ke Pesantren Qurota A’yun Cikelet Setelah tim penyaluran wakaf Quran “Nuzulul Quran” menyalurkan wakaf Quran untuk Masjid Al Mubarok. Di Pesantren tersebut, Alhamdulillah tim bertemu dengan santri, santriwati, serta salah satu pengurus yang ada di Pesantren tersebut. Dan Alhamdulillah, tim LAZISWAF Al Hilal mendapatkan sambutan yang hangat. Jazakumullah Khair
  

Informasi & Call Center 

🌐 Website: www.alhilal.or.id 

☎ Telpon: 022-2005079 

đŸ“± WA: 081 2222 02751 

© Laz Al Hilal Copyright Picture 

×