Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-1-4

Wakaf Al Quran Telah Diterima Oleh Masyarakat di Pelosok Sukabumi

LAZISWAF AL HILAL – Tepatnya Rabu (12/05/2021) sebelum pelaksanaan Idul Fitri, LAZISWAF Al Hilal melaksanakan penyaluran Wakaf Al Quran untuk masyarakat di Pelosok Sukabumi, tepat di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung Sukabumi. Penyaluran yang dilaksanakan langsung oleh Direktur LAZISWAF Al Hilal, Iwan Setiawan bersama sahabat Al Hilal ini dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Sejumlah 6 Masjid dan Mushola Alhamdulillah telah menerima Wakaf Quran yang berada di daerah tersebutm salah satu diantaranya adalah Masjid Jami Al Muttaqien. Selain 6 Masjid yang menerima manfaat dari wakaf Quran LAZISWAF Al Hilal, terdapat beberapa rumah warga yang membutuhan Al Quran pun telah menerima wakaf Quran, InsyaAllah dengan disalurkannya wakaf Quran untuk warga yang ada di wilayah tersebut akan membuat warga yang belum memiliki Al Quran yang layak akan lebih bersemangat dalam membaca Al Quran.

Penyaluran wakaf Quran yang berlangsung pada 30 Ramadhan 1442 H untuk wilayah Nyalindung, Sukabumi ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Wakaf Quran Nuzulul Quran yang sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Garut Selatan. Selain menjadi salah satu rangkaian dalam pelaksanaan wakaf Quran untuk memperingati Nuzulul Quran Ramadhan, di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung adalah salah satu tempat terpencil yang berada di wilayah Sukabumi.

Selain wilayah Nyalindung adalah salah satu tempat terpencil yang ada di Sukabumi, di wilayah tersebut pun hampir seluruh masyarakatnya masih sangat membutuhkan mushaf Al Quran, tentu dengan keterbatasan Al Quran yang mereka miliki sangatlah minim bagi masyarakat yang berada di daerah tersebut untul mempelajari dan menghafal Al Quran dengan lancar.

Maka dari itu, daerah Nyalindung dipilih oleh LAZISWAF Al Hilal bersama sahabat Al Hilal Sukabumi untuk menerima wakaf Quran agar masyatakat di wilayah tersebut lebih semangat dalam mempelajari, membaca, dan menghafal Al Quran. InsyaAllah dengan adanya Al Quran yang layak dari para donatur Al Hilal untuk wakaf Quran membuat para generasi Al Quran selanjutnya lebih bersemangat untuk menghafal Al Quran.

Adapun sebanyak 100 wakaf Quran yang disalurkan untuk wilayah Sukabumi dari salah satu Donatur Al Hilal telah tersalurkan untuk masyarakat yang berada di wilayah Pelosok Sukabumi. Jazazkumullah Khairan Katsiran, semoga Allah SWT senantiasa mengalirkan pahala jariyah seiring ayat suci Al Quran dilantunkan oleh penerima wakaf Quran.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Kerja Bakti Menjelang Kegiatan Belajar Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso Dimulai

PESANTREN YATIM AL HILAL – Sahabat Al Hilal, tak terasa liburan hari raya Idul Fitri yang dinikmati oleh santri, santri yatim, dan penghafal Al Quran di Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso sebentar lagi usai. Tepatnya pada Senin (24/05/2021) Alhamdulillah para santri akan Kembali bertemu dengan teman-teman santri lainnya sesaat setelah mereka masuk dan memulai Kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan Mengaji.

Tentu, setelah Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso takk ditempati oleh para santri, santri yatim, dan penghafal Quran, suasana di Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso pun terlihat berbeda dari biasanya. Lingkungan yang biasanya bersih dari debu, selama tidak ditempati oleh para santri ruangan dan tempat belajar mereka menjadi berdebu dan tidak sebersih biasanya.

Alhamdulillah, dengan keikhlasan dan semangat para santri untuk mengawali kegiatannya yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada hari senin lusa, para santri dengan sigap melaksanakan bersih-bersih bersama atau gotong royong di sekitar lingkungan Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso. Dalam pelaksanaan gotong royong yang dihadiri langsung oleh santri Ikhwan, tentunya pengurus dan pengajar di Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso pun ikut memantau langsung dan membantu para santri dalam kegiatan bersih-bersihnya.

Rezeki yang terus menerus datang untuk santri pun Alhamdulillah tak pernah putus walaupun bulan Ramadhan telah berakhir, setelah para santri melaksanakan kegiatan bersih-bersih atau gotong royong di lingkungan Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso, mereka mendapatkan keberkahan rezeki yang luar biasa dari salah satu Donatur untuk para santri Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso.

Alhamdulillah, setelah melaksanakan kegiatan bersih-bersih dan kerja bakti di lingkungan Pesantren Al Hilal 3 Sarikaso, para santri dapat menikmati kenikmatan dari makanan ringan dan cemilan yang diterima. Jazakumullah Khairan Katsiron, terimakasih donatur! Alhamdulillah santri sangat senang.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Pesantren Al Hilal Copyright Picture

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-11

Distribusi Beras Untuk Masyarakat di Wilayah Pasirbiru dan Cipadung

LAZISWAF AL HILAL – Distribusi beras untuk warga dan linmas di wilayah Pasirbiru dan Cipadung telah diterima oleh 200 penerima kupon Penerima beras gratis dari LAZISWAF Al Hilal. Penyaluran beras untuk warga serta linmas di wilayah Pasirbiru dan Cipadung, dibagikan langsung oleh Andri Kurnia Nugraha, Ustadz Rizal, Adi Triyanto, dan Abnu Malik selaku perwakilan dari LAZISWAF AL Hilal di Rumah Tahfidz Al Hilal Pasirbiru pada, Senin (10/05/2021).

Penyaluran yang dilaksanakan selepas Shalat Dzuhur ini tak lain karena kepedulian LAZISWAF AL Hilal terhadap warga sekitar Rumah Tahfidz Al Hilal terutama bagi keluarga dhuafa yang berada di wilayah tersebut. Karena sungguh, di moment perayaan Idul Fitri yang semakin dekat, tentunya LAZISWAF Al Hilal ingin umat muslim yang berada di sekitar Rumah Tahfidz Al Hilal Cibiru dapat merasakan keberkahan hari raya Idul Fitri.

Dalam penyaluran dan pembagian beras untuk warga dan linmas yang telah dilaksanan pada hari Senin, dalam pelaksanaannya pengurus mengundang warga dan linmas melalui kupon yang sebelumnya telah diberikan, setelah acara “Silaturahmi Rumah Tahfidz Pasirbiru Bersama Tokoh Masyarakat Pasirbiru dan Cipadung”. Karena warga dan linmas yang ingin mengambil beras wajib membawa kupon tersebut.

“Terimakasih kepada Al Hilal atas berasnya, semoga Al Hilal sehat selalu, rezekinya berlimpah, salam selalu buat keluarga Al Hilal, terimakasih juga untuk Pak Hendra,” ungkap salah satu Warga yang menerima beras gratis dari LAZISWAF Al Hilal.

Adapun pendistribusian beras yang dilaksanakan selama tiga jam, dimulai pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB tentunya dilangsungkan dengan memenuhi protokol kesehatan yang ketat, dan sebisa mungkin menghindari kerumunan dari masyarakat dan linmas setempat ataupun dari penyalur. Alhamdulillah penyaluran beras yang telah disalurkan untuk warga dan Linmas sebanyak 1 Ton beras. Dengan pendistribusian 5kg beras, 1 mushaf Al Quran, serta Kue kaleng untuk Linmas. Dan sebanyak 5kg beras untuk warga.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-2-3

Jaminan Rumah di Surga Untuk Yang Senantiasa Mekakukan Ini!

LAZISWAF AL HILAL – Surga adalah tempat yang paling diharapkan oleh seluruh umat manusia, seluruh Umat Muslim setelah kehidupannya selesai di muka bumi bukan, sahabat Al Hilal? Kita semua tentu sangat mendambakan memiliki rumah di Jannah kelak, Allah SWT pun menjamin kepada umat-Nya loh! Tetapi, tentu kita harus melakukan amalan-amalan yang terbaik agar surga menjadi tempat terakhir kita.

Sahabat Al Hilal, lantas apa ya yang dapat kita lakukan agar Surga menjadi tempat terakhir kita untuk singgah setelah meninggalkan muka bumi? Diriwayatkan dalam sebuah hadis Shahih, sebenarnya jaminan surga akan kita dapatkan ketika kita senantiasa melaksanakan kegiatan yang mungkin sederhana untuk dijalankan bagi setiap insan diantara lain adalah:

  • Meninggalkan perdebatan diatas kebatilan
  • Meninggaljan berdebatan di atas kebenaran

“Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, sementara dia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga.”

Sahabat Al Hilal, jika kita melihat hadis di atas, tentu dapat kita lihat bahwa ketika kita menghindari perdebatan dengan orang lain meskipun kita merasa kita telah benar, kita diperintahkan untuk menjaga lidah dan takut kepada hari ketika kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan di dunia. Wallahu’alam bishawab.

Sahabat Al Hilal, diantara amalan-amalan yang wajib kita kerjakan untuk bekal akhirat kelak, apakah sifat tersebut telah dimiliki oleh kita semua?

“Di dalam surga juga tidak ada lagi permusuhan, tidak ada perasaan dengki antarsesama penghuninya. Hidup mereka rukun dan damai bagaikan saudara-saudara kandung. Mereka tidak pernah merasa penat, lelah, atau letih.” (QS al-Hijr:45-48).

Keindahan Surga pun telah Allah SWT sampaikan dalam firman-Nya di QS. Muhammad ayat 15 yang artinya:

“Ada sungai air jernih, yaitu airnya selalu dalam keadaan jernih, tidak berubah rasa dan baunya. Ada pula sungai susu karena airnya terdiri atas air susu yang juga tidak berubah rasanya. Kemudian, ada juga sungai arak (khamar), yaitu airnya terdiri atas khamar yang sangat lezat rasanya, tapi tidak memabukkan. Selanjutnya, ada pula sungai madu, yang airnya terdiri atas madu yang disaring.” (QS Muhammad: 15).

Informasi & Call Center

��� Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

��� WA: 081 2222 02751

©️ Pesantren Al Hilal Copyright Picture

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-3-4

Ketika Membayarkan Hutang Puasa Keluarga yang Sudah Meningal

LAZISWAF AL HILAL – Rezeki, Umur, dan Jodoh siapa yang tau? Sahabat Al Hilal, tak selamanya manusia akan hidup di muka bumi. Kematian yang datangnya telah ditentukan waktunya oleh Allah SWT yang tidak dapat dimaju atau dimundurkan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat Ali Imran ayat 145, yang artinya: “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.”

Sahabat Al Hilal, berbicara mengenai ajal, bagaimana hukumnya membayar puasa bagi orang yang telah dunia. Lantas apakah kerabat atau keluarga orang yang sudah meninggal tersebut boleh membayarkan puasa untuk orang yang sudah meninggal dunia? Dilansir dari sumber kompas.com Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Abdurrahman Dahlan menyebutkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan.

Menggantikan puasa untuk kerabat yang telah meninggal diperbolehkan karena merujuk pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari, Ibunda Aisyah menyebutkan kepada Jamaahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa meninggal dunia, padahal ia berutang puasa, maka walinyalah yang berpuasa untuknya.”

Apa yang dapat dilaksanakan oleh wali dari seseorang yang telah meninggal? Salah satu hal yang dapat dilaksanakan adalah membayar Fidyah. Seperti yang kita ketahui, Fidyah merupakan barang yang wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai ganti dari suaru ibadah yang telah di tinggalkan (red: puasa). Membayar didyah harus dibayarkan untuk mengganti puasa dengan mengeluarkan makanan poko sebesar satu mud untuk satu hari yang ditinggalkan dan dibayarkan ke fakir miskin.

Lantas, sejak kapan kita sudah boleh membayarkan fidyah bagi kerabat yang telah meninggal dunia? Terkait waktu pembayaran fidiah, ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Sebagian menyebut pembayaran bisa dilakukan per hari selama bulan Ramadhan, tetapi terdapat pendapat yang menyebutkan fidiah dapat dikumpulkan dalam satu waktu di akhir Ramadhan.

Sahabat Al Hilal, lantas sudahkah kita membayar hutang puasa bagi kerabat dan keluarga yang telah di panggil oleh Allah SWT?

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Pesantren Al Hilal Copyright Picture

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-2-2

Seberapa Bahayakah Penyakit Ain?

LAZISWAF AL HILAL – Penyakit Ain, mungkin banyak sebagaian orang yang menganggap bahwa penyakit Ain itu tidak ada, atau mitos belaka. Tetapi sahabat Al Hilal, penyakit Ain adalah sebuah kondisi yang serius dalam agama Islam. Penyakit ain bisa menjadi penyakit hati yang sangat merugikan diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Naudzubillahimindzalik.

Seperti yang kita ketahui, penyakit ain atau penyakit gangguan yang disebabkan oleh gangguan pandangan mata sebenarnya tidak bisa kita anggap sebagai penyakit yang sepele. Bahkan hal tersebut pun disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh HR. Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa.” (HR. Muslim).

Jika kita lihat pandangannya secara umum, penyakit ain ini adalah penyakit yang bisa meninpa seseorang dan menjadikan orang tersebut memiliki kecemburuan yang sangat besar kepada orang lain. Dapat kita rasakan, bagaimana hal itu terjadi menimpa kita? Sungguh bahaya yang disebabkan oleh penyakit ain sendiri berasal dari mata jahat terhadap orang lain.

Sebenarnya, gangguan dari penyakit ain itu sendiri dapat beragam, bisa berupa penyakit hingga menyebabkan kematian. Naudzubillahimindzalik. Rasulullah SAW bahkan telah mengingatkan kepada ummat-Nya akan hal tersebut. dalam hadis yang diriwayatkan dalam Al Bazzar, Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW bersabda,

“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain,” (HR. Al Bazzar).

Sahabat Al Hilal, dikutip dari laman muslim penyakit ain adalah sebuah istilah yang digunakan sebagai gambaran kemalangan yang diberikan satu orang ke orang lain yang dikarenakan perasaan cemburu atau iri hati dan dengki. Lantas apa saja yang dapat menyebabkan penyakit ain itu ada?

Dilansir dari berbagai sumber, inilah beberapa hal yang perlu kita ketahui agar kita dapat terhindar dari penyakit tersebut. Diantaranya adalah:

  • Adanya hasad atau perasaan iri dan dengki atas sesuatu hal yang dimiliki orang lain.

Bukan sifat hasad yang berupa kebencian saja, pandangan kagum yang cenderung khawatir pun bisa menyebabkan penyakit ‘ain pada orang lain yang dilihatnya bahkan pada benda mati.

Sahabat Al Hilal, dilansir dari laman Islamic Finder, beberapa surah yang dapat kita baca untuk menghindari dari penyakit ain adalah:

  1. Surat al-Falaq
  2. Surah an-Naas
  3. Surat al-Ikhlaas
  4. Surat al-Fatiha
  5. Ayat ul-Kursi
  6. Surat Baqarah

InsyaAllah, dengan membiasakan diri untuk membaca surat diatas di pagi maupun sore hari, akan membuat kesehatan jiwa menjadi lebih tenang dan lebih baik, Wallahu’alam bishawab…

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Pesantren Al Hilal Copyright Picture

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-9

Silaturahmi Rumah Tahfidz Pasirbiru Bersama Tokoh Masyarakat Kelurahan Pasirbiru dan Cipadung

LAZISWAF AL HILAL – Silaturahmi yang dilaksanakan oleh Rumah Tahfidz Pasirbiru bersama Tokoh Masyarakat yang ada di Kelurahan Pasirbiru dan Cipadung telah dilaksanakan pada Sabtu (08/05/2021). Dalam pelaksanaannya, acara yang dimulai pada pukul 16.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Al Hilal, H. Nandang. Dan Ketua Harian Yayasan Al Hilal, Hendra Setiawan.

Dalam pelaksanaan “Silaturahmi Rumah Tahfidz Pasirbiru” bersama tokoh masyarakat yang ada di Kelurahan Pasirbiru dan Cipadung, terdapat beberapa rangkaian acara dalam prosesi acara Silaturahmi yang dilaksanakan pada hari kemarin, diantaranya adalah sambutan dari Tokoh Masyarakat setempat, perkenalan Rumah Tahfidz yang berada di wilayah Pasirbiru, serta penyerahan simbolis kepada tokoh Masyarakat yang ada di wilayah Pasirbiru dan Cipadung oleh Ketua Yayasan Al Hilal, serta Ketua Harian Yayasan Al Hilal kepada Ketua MUI di wilayah Pasirbiru.

“Al Hilal itu di wilayah Cipadung sudah berdiri sejak tahun 2012. Awalnya hanya sebanyak lima orang santri yatim ada di Cipadung. Hingga saat ini tercatat penghafal Quran sudang mencapai 150 orang. Sejak sembilan tahun yang lalu, kami ingin memperluas karena sudah mulai kesulitan dan mobil sudah mulai susah masuk karena kondisi jalan yang sempit,” ungkap Hendra Setiawan, ketika mengungkapkan sejarah Pesantren Al Hilal Cibiru yang telah berdiri sejak 2012 lalu.

Sambutan yang dilaksanakan oleh Hendra Setiawan pun dilanjutkan dengan bagaimana prosesi Rumah Tahfidz yang telah berdiri saat ini kepada peserta yang diikuti oleh 30 orang dalam acara “Siaturahmi Rumah Tahfidz Pasirbiru” secara langsung.

“Alhamdulillah atas izin Allah SWT, pada bulan Oktober lalu membeli tanah ini yang awal mulanya akan dijadikan Perumahan tetapi karena pandemi, Alhamdulillah Al Hilal dapat membeli tanah ini,” ungkap Ketua Harian Yayasan Al Hilal mengenai sejarah berdirinya Rumah Tahfidz Pasirbiru.

Rumah Tahfidz yang telah berdiri sejak dua bulan lalu ini, telah memiliki 70 santri yang fokusnya adalah menghafal Al Quran. Rumah tahfidz yang InsyaAllah akan mulai dilaksanakan kembali dua minggu setelah hari raya Idul Fitri.

Acara yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB ini dilaksanakan secara langsung dan live streaming melalui social media LAZISWAF AL HILAL. Acara yang ditutup dengan penyerahan simbolis kepada Tokoh Masyarakat ini dilangsungkan secara terbuka dan telah mematuhi Protokol Kesehatan yang ketat.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Pesantren Al Hilal Copyright Picture

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-4-3

Al Quran Telah Mencatat Bani Israil Dalam Al Quran, Apa Saja Faktanya?

LAZISWAF AL HILAL – Al Quran merupakan petunjuk yang telah Allah SWT sampaikan untuk umat Muslim di seluruh dunia. Melihat kejadian yang saat ini terjadi di Negeri Syam membuat umat Muslim bahkan di seluruh dunia mengecap kekejaman yang dilakukan oleh Israel kepada penduduk sipil, anak-anak, bahkan orang tua yang ada di bagian dari Negeri Syam, Palestina.

Sahabat Al Hilal, sungguh Allah SWT telah menyebut bangsa Yahudi, Bani Israil disebut berkali-kali dalam Al Quran. Dan faktanya, memang sebagian besar Al Quran telah mengisahkan tentang sejarah antara Nabi Musa as dan Bani Israil. Jauh sebelum kejadian in terjadi, Al Quran telah membahas secara mendalam tentang sejarah Bani Israil, termasuk kejahatan yang mereka lakukan dan balasan yang akan mereka terima.

Lantas, apa saja ya yang diungkap oleh Al Quran tentang Bani Israil? Dilansir dari sumber, inilah fakta yang diungkap oleh Al Quran, antara lain:

  • Asal Usul Bani Israil

Asal muasal Bani Israel dimulai dari Mesir. Mereka tinggal di sana dengan damai sampai firaun menawan mereka. Mereka diperlakukan seperti binatang, anak-anak mereka dibunuh dan wanita diambil sebagai budak. Allah menyebutkan cobaan mengerikan bagi Bani Israel ini beberapa kali dalam Alquran. Allah SWT berfirman dalam QS. Albaqarah ayat 49:

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.” (QS Al Baqarah: 49).

  • Keistimewaan Bani Israil

Bani Israel menderita siksaan yang tak terkatakan. Mereka menanggung semua itu, tapi tetap beriman. Allah menghormati Bani Israel dengan memilih mereka menjadi hamba khusus-Nya. Hal tersebut pun telah Allah SWT sampaikan dalam QS. Al Jasiyah ayat 16:

وَلَقَدْ آتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

  • Kejahatan Bani Israel Yang Disebutkan Dalam Al Quran

Ada di antara Bani Israel yang melakukan syirik (menyekutukan Allah), membunuh nabi, dan mengubah kitab suci. Allah berfirman tentang mereka di dalam Al Qur’an Surat Almaidah ayat 78:

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (QS Al Maidah: 78).

  • Seringnya Bani Israil Disebut dalam Al Quran

Sahabat Al Hilal, Bani Israil begitu sering disebutkan dalam Al Quran karena mereka paling mirip dengan umat Muslis. Sungguh, mereka adalah sepupu biologis, geografis, dan spiritual muslim, tetapi mereka yang telah disorot dalam Al Quran. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Hal tersebut dapat terjadi untuk menjadikan pelajaran bagi umat Muslim dari meraka dan tidak membuat kesalahan yang sama. Bukankah ada orang yang mengaku Muslim tetapi menyembah kuburan?

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-7-2

Ketentuan dan Larangan Puasa Qadha Yang Perlu Kita Ketahui

LAZISWAF AL HILAL – Puasa di bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib dan termasuk rukun Islam yang ke lima bagi umat Islam. Artinya bukan orang Islam jika ia tidak melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Sahabat Al Hilal, namun seperti yang telah kita ketahui agama Islam adalah agama yang paling mengerti kita sebagai umatnya. Ada hamba yang masih diberi ampunan oleh Allah SWT untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan seperti sakit, wanita haid atau sedang dalam perjalanan.

Tentunya, ketika kita membatalkan puasa Ramadhan, kita wajib untuk menggantinya atau mengqhadanya di luar bulan Ramadhan. Lantas sudahkah kita sudah mengetahui bagaimana ketentuan dan larangan yang perlu diketahui mengenai mengganti puasa? Dilansir dari berbagai sumber, inilah beberapa kententuan dan larangan yang perlu kita ketahui saat ingin mengganti puasa Ramadhan.

  1. Hukum puasa Qadha

Hukum mengganti (qadha) puasa Ramadhan yang ditinggalkan adalah wajib berdasarkan firman Allah SWT dalam QS. Al Baqarah ayat 184 yang artinya,

“Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184).

  • Disunnahkan untuk mengganti puasa Qadha secara berturut-turut

Mengganti puasa disunnahkan untuk dilakukan dengan cara berturut-turut, terutama ketika puasa qadha sudah mencapai bulan Sya’ban, namun masih tersisa sejumlah puasa yang harus diqadha, maka sebagai yang melaksanakan puasa qadha wajib melakukannya dengan cara berurutan karena waktu yang tersisa teramat sempit.

  • Dianjurkan untuk tidak menunda qadha hingga tiba Ramadhan berikutnya

Tidak boleh menunda qadha hingga Ramadhan berikutnya tanpa adanya uzur. Hal ini berdasarkan ucapan Ibunda Aisyah ra:

“Suatu ketika aku memiliki utang puasa Ramadhan dan aku tidak bisa mengqadha puasa Ramadhan, melainkan pada bulan Sya’ban karena kesibukan melayani Rasulullah SAW,”

  • Ketika menunda puasa Qadha, hati-hati ini konsekuensi yang akan diterima

Sahabat Al Hilal, menurut pandangan mazhab Maliki, Syafi’I, dan Hanbali siapa yang menunda qadha puasa hingga melebihi tahun kedua, maka di samping wajib qadha, dia wajib membayar fidyah. Yaitu, memberi makan kepada satu orang miskin, sekali sehari (sesuai jumlah hari yang wajib qadha).

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Salinan-dari-Berita-Al-Hilal-2-1

Apakah Kamu Lulus Ramadhan?

LAZISWAF AL HILAL – Apakah puasa kita diterima oleh Allah SWT? Apakah Ramadhan kita telah lulus di mata Allah SWT? Sahabat Al Hilal, tujuan dari ibadah Ramadhan bagi umat Islam adalah menjadi oranng yang bertakwa kepada Allah SWT dan menjadi evaluasi yang terbaik di 11 bulan lainnya. Lantas, apakah kita telah menjadi satu diantaranya? Dilansir dari berbagai sumber, diantara tanda orang yang telah bertakwa atau seseorang itu lulus dan diterima amal ibadah Ramadhannya, adalah:

  1. Semakin cinta dan suka kepada segala ketaatan, dan semakin mudah serta ringan untuk beristiqamah untuk mengamalkan segala perintah Allah SWT.
  2. Semakin benci dan tidak suka kepada perbuatan dosa dan maksiat, serta semakin mudah dan ringan untuk meninggalkannya.
  3. Selalu bersedih tatlaka melakukan hal yang menjadi larangan dari Allah SWT, selalu bersedih ketika melalaikan amalan, baik itu yang wajib maupun yang telah disunnahkan oleh Allah SWT.
  4. Selalu berusaha menjadi menjadi orang yang mulia akhlaknya serta baik ucapannya.
  5. InysaAllah semakin bersih hatinya, semakin khusyu menjalankan ibadahnya.
  6. Senantiasa berusaha untuk mengikuti syariat yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan mengamalkan sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW beserta sahabat-Nya.
  7. Senantiasa menjadikan perkara yang berkaitan dengan akhirat lebih diperhatikan daripada perkara dunia yang hanya sementara.

Sahabat Al Hilal, tentu Allah SWT memberikan balasan kepada setiap umat-Nya yang senantiasa melaksanakana kebaikan setelah Ramadhan berakhir, hal tersebut pun disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab yang berkata:

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan sesudahnya, barangsiapa yang mengamalkan kebaikan lalu diikuti dengn kebaikan setelahnya, maka itulah pertanda diterimanya amalan kebaikan yang sebelumnya. Adapun bagi orang yang telah mengamalkan kebaikan namun diikuti dengan kejelekan setelahnya, maka itu juga pertanda tertolaknya kebaikan serta tidak diterimanya amalan” (Lathaiful Ma’arif).

Sungguh, tak ada yang dapat membolak-balikkan hati manusia kecuali Allah SWT, maka dari itu, semoga kita selalu diberikan kemudahan oleh Allah SWT untuk dapat beristiqomah untuk senantiasa menjalankan seluruh peruntah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture