Bulan Ramadhan selalu datang membawa keberkahan dan suasana yang berbeda. Hati terasa lebih tenang, masjid lebih ramai dengan khidmatnya salat tarawih, dan setiap waktu seakan memiliki makna yang lebih dalam. Agar Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan yang berlalu tanpa perubahan, sudah seharusnya kita mulai menyiapkan diri sejak sekarang. Namun, seperti halnya kita menyiapkan sesuatu yang berharga, menyambut Ramadhan juga memerlukan persiapan bukan sekadar fisik, tetapi juga hati dan jiwa. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sumber gambar detik.com
Persiapan utama adalah membersihkan hati dan meluruskan niat. Sebelum Ramadhan, mari kita lepaskan rasa iri, dendam, dan sakit hati dengan menjaga lisan dari membicarakan keburukan orang lain serta menahan amarah yang sia-sia. Hati yang bersih akan lebih mudah menerima cahaya Ramadhan dan menjadikannya momen yang penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa amalan hati, seperti ikhlas dan sabar, merupakan inti dari setiap ibadah.
Selanjutnya, persiapkan ilmu dan pengetahuan ibadah. Belajar memahami tata cara puasa, doa-doa Ramadhan, dan keutamaan tiap amal akan membuat ibadah kita lebih bermakna. Seperti menanam benih sebelum musim hujan, ilmu yang kita tanam sebelum Ramadhan akan tumbuh menjadi amal yang subur di bulan suci.
Tidak kalah penting, persiapkan amal nyata. Sisihkan sebagian rezeki untuk berbagi, memberi sedekah, dan wakaf. Sebagaimana kita mempersiapkan bekal untuk perjalanan panjang, amal kebaikan adalah bekal yang akan menyertai kita sepanjang Ramadhan. Bahkan dari hal kecil, seperti memberikan makanan untuk berbuka puasa atau membagikan Al-Qur’an, pahalanya akan terus mengalir.
Bulan Ramadhan hanyalah sekejap dalam hidup kita, namun manfaatnya bisa abadi jika kita mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Mari jadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Dengan begitu, kita tidak hanya berpuasa dari makan dan minum, tetapi juga dari keburukan, serta menjadi pribadi yang lebih baik di sisi Allah.









