• Apakah ada pertanyaan?
Close

Makna Kaya Dan Miskin Yang Sebenarnya

Makna Kaya Dan Miskin Yang Sebenarnya 1

LAZ AL HILAL – Kekayaan sudah sering dijadikan sebagai tolak ukur kebahagiaan seseorang di dunia. Tentu, kesempitan harta sering disebut sebagai kemiskinan bagi kebanyakan masunia di dunia. Sahabat Al Hilal, padahal ketika kita berkaca pada Rasulullah SAW SAW dan para sahabat, ternyata kekayaan yang hakiki itu bukan terletak pada harta dan materi yang melimpah saja loh!

Padahal kita sebagai umat muslim sudah sepatutnya meniru bagaimana cara Rasulullah SAW dan para sahabat-Nya dalam menyikapi harta dan kekayaan yang ada di dunia, atau harta duniawi. Diceritakan dalam hadist yang diriwayatkan dalam HR. Ibnu Majah, Khubeib bin Adi RA berkata, “Kami sedang berada di suatu majelis, tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan di kepalanya terdapat bekas air.” Sebagian dari kami berkata, “Kami melihat engkau berjiwa tenang.”

Beliau menjawab, “Ya, alhamdulillah.” Kemudian orang-orang berdiskusi panjang lebar tentang hakikat kekayaan. Maka, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak mengapa kekayaan itu bagi orang bertakwa dan kesehatan bagi orang bertakwa lebih baik dari kekayaan, sedangan kenyamanan dan kekayaan jiwa termasuk dalam kenikmatan,” (HR Ibnu Majah).

Sahabat Al Hilal, bukankah kemiskinan hati merupakan penyakit yang paling berbahaya bagi kita semagai seorang manusia? Terkadang orang yang miskin hati bisa mengumpulkan harta tanpa memperdulikan hal yang haram atau haram. Bahkan sahabat dari Rasulullah SAW pun dapat kita teladani sebagai orang-orang yang kaya akan jiwa. Bahkan mereka dapat meletakkan harta di tangan bukan di hati, karena mereka tidak ragu untuk memberikan hartanya untuk fi sabilillah.

Seperti yang diriwayatkan dalam dalam hadist yang diriwayatkan dalam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda,

“Pemilik dunia adalah orang yang memiliki tiga kriteria; hidup tenteram dan aman di tengah masyarakatnya, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan cukup untuk sehari itu.” (HR Tirmidzi).

Bila Allah SWT menghendaki kebaikan kepada seseorang maka dijadikanlah kekayaan jiwanya dan ketakwaannya berada di hatinya dan bila Allah menghendaki keburukan pada seseorang maka dijadikanlah kemiskinan itu berada di pelupuk matanya. Karena InsyaAllah orang yang lebih memilih kaya hatinya, maka kebahagiaan di dunia dan akhiratnya pun akan dijamin oleh Allah SWT.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Penulis:

author

Nafisah Samratul

Content Writter at LAZ al-Hilal