Sahabat Al Hilal, tanpa terasa kita telah sampai di penghujung bulan suci Ramadhan. Tinggal hitungan malam, kesempatan emas ini akan segera berlalu. Namun, justru di titik inilah kita tidak boleh lengah.
Karena bisa jadi, malam ke-29 Ramadhan yang sedang kita jalani adalah malam penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya malam itu malam yang ke-27 atau ke-29. Sesungguhnya, malaikat pada malam itu lebih banyak dari jumlah butiran kerikil (pasir).” (HR. Ahmad)

MasyaAllah, betapa istimewanya malam tersebut. Para malaikat turun ke bumi membawa rahmat, keberkahan, dan doa-doa kebaikan bagi hamba-hamba Allah yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Maka, jangan sampai kita justru mengendur di sat-saat terakhir. Ibarat sebuah perlombaan, ini adalah garis finish yang menentukan. Bukan bagaimana kita memulai Ramadhan, tetapi bagaimana kita mengakhirinya.
Mari isi malam-malam terakhir ini denan amal terbaik yang kita mampu:
- Memperbanyak shalat malam dan qiyamul lail
- Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
- Memperbanyak dzikir dan istighfar
- Bersedekah dan berbagi kepada sesama
- Memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah SWT

Tidak harus sempurna, tidak harus banyak. Yang terpenting adalah keikhlasan dan keistiqomahan. Ingatlah, kesempatan bertemu Ramadhan adalah nikmat yang luar biasa. Tidak semua orang diberikan umur panjang untuk merasakannya hingga akhir. Maka, selama kita masih diberi kesempatan, manfaatkanlah sebaik-baiknya.
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk tetap istiqomah hingga akhir Ramadhan, mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar, serta menerima seluruh amal ibadah yang telah kita lakukan. Jangan lengah sebelum finish. Karena bisa jadi, satu malam ini menjadi penentu kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.








