Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Category: Berita

Pembangunan Asrama Baru untuk Santri Cibiru Terus Berjalan, Progres Pembangunan Asrama Pesantren Al Hilal Per 22 April 2026

Pembangunan Asrama Baru untuk Santri Cibiru Terus Berjalan, Progres Pembangunan Asrama Pesantren Al Hilal Per 22 April 2026

 

Alhamdulillah, pembangunan Asrama Santri Cibiru terus menunjukkan progres yang positif per Rabu, 22 April 2026. Berbagai tahapan pengerjaan dilakukan secara bertahap dan terus berlanjut demi menghadirkan bangunan yang baaik dan nyaman bagi para santri penghafal Qur’an.

Saat ini, proses pembangunan meliputi persiapan papan bekisting untuk penutup rangka besi balok, pemasangan bambu blandar di lantai 3 yang telah memasuki tahap finishing, serta pemasangan papan bekisting untuk rangka besi balok secara bertahap. Selain itu, pengerjaan juga dilanjutkan dengan pemasangan kaso dan papan multi sebagai alas untuk pengecoran lantai 4 atau dak atap.

Pembangunan asrama ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, mengingat jumlah santri yang terus bertambah dari waktu ke waktu, apalagi setiap tahun ajaran baru. Dengan fasilitas yang ada saat ini, diperlukan ruang tambahan yang lebih memadai agar para santri dapat tinggal dengan lebih nyaman dan layak.

Insya Allah, pembangunan asrama ini akan terus berjalan dan diupayakan selesai secepatnya, agar para santri dapat segera menempati hunian baru yang lebih baik. Asrama ini nantinya bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi akan menjadi rumah kedua bagi para santri sebagi tempat mereka beristirahat, belajar, beribadah, hingga tumbuh bersama dalam lingkungan yang penuh nilai-nilai kebaikan.

Harapannya, dengan adanya asrama yang lebih layak, para santri dapat lebih fokus dalam menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang keagamaan maupun akademis. Semoga setiap proses pembangunan ini dimudahkan oleh Allah SWT dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.

Penulis: Indra Rizki

 

Yuk Bahagiakan Anak Yatim Dengan Beri Kesempatan Mereka Berqurban di Hari Raya Idul Adha

Yuk Bahagiakan Anak Yatim Dengan Beri Kesempatan Mereka Berqurban di Hari Raya Idul Adha

 

Ibadah qurban merupakan salah satu amalan istimewa yang sangat dinantikan oleh umat Islam setiap datangnya Hari Raya Idul Adha. Tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, qurban juga menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan antar sesama. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk merasakan kebahagiaan berqurban, terutama anak-anak yatim.

Melihat hal tersebut, LAZISWAF Pesantren Al Hilal mengajak seluruh sahabat untuk turut ambil bagian dalam program “Sedekah Qurban”. Melalui program ini, kita bisa patungan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, agar mereka juga dapat merasakan nikmatnya berqurban di hari raya yang penuh berkah.

InsyaAllah, melalui “Sedekah Qurban”, kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang menerima, tetapi juga oleh kita yang memberi. Karena sejatinya, berbagi adalah salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak…” (QS. Al-Hajj: 34)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menghadirkan rasa syukur, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, berqurban memiliki banyak keutamaan, baik dari sisi spiritual maupun sosial. Melalui qurban, daging yang dibagikan dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim dan dhuafa. Ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas sosial.

Melalui program “Sedekah Qurban” bersama LAZISWAF Pesantren Al Hilal, kini tidak ada lagi alasan untuk tidak ikut berpartisipasi. Tidak harus menunggu mampu secara penuh, karena kita bisa memulainya dengan patungan sesuai kemampuan. Mari wujudkan impian anak-anak yatim untuk bisa merasakan kebahagiaan berqurban. Jadikan momen Idul Adha tahun ini lebih bermakna dengan berbagi dan menebar manfaat. Karena sekecil apa pun kontribusi kita, akan menjadi besar maknanya bagi mereka yang membutuhkan.

Penulis: Indra Rizki

 

Pelepasan Bambu Blandar di Lantai 2, Pembangunan Asrama Pesantren Al Hilal Cibiru Terus Berlanjut

Pelepasan Bambu Blandar di Lantai 2, Pembangunan Asrama Pesantren Al Hilal Cibiru Terus Berlanjut

 

Alhamdulillah, pembangunan Asrama Santri Cibiru terus menunjukkan progres yang positif. Per Rabu, 08 April 2026, beberapa tahapan penting kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menghadirkan fasilitas terbaik bagi para santri penghafal Al-Qur’an.

Adapun perkembangan pembangunan saat ini meliputi:

  1. Pembuatan cincin besi untuk rangka balok lantai 4 (dak atap)
  2. Pelepasan bambu blandar di lantai 2
  3. Pelepasan papan bekisting balok dan papan multi di lantai 2
  4. Penyortiran material kayu, kaso, dan papan multi

Proses pembangunan ini Alhamdulillah terus berjalan secara bertahap dan terencana setelah sempat dilibutkan sementara karena hari raya Idul Fitri. Meskipun masih membutuhkan waktu dan dukungan, setiap langkah kecil yang dilakukan menjadi bagian penting dalam mewujudkan asrama yang layak dan nyaman. Insya Allah, asrama ini nantinya akan menjadi tempat para santri belajar, menuntut ilmu, bermukim, dan beristirahat. Bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi Qur’ani yang akan membawa manfaat bagi umat.

Asep Ridwan selaku penanggung jawab pembangunan pun menyatakan ucapan terima kasih kepada seruluh pihak yang terlibat. Insya Allah setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan para dermawan yang telah berpartisipasi dalam pembangunan ini. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan dibalas dengan pahala berlipat ganda, keberkahan rezeki, dan menjadi tabungan akhirat yang tidak terputus.”

Mari terus bersama-sama mengambil bagian dalam kebaikan ini. Karena dari tangan-tangan dermawan, lahir harapan besar untuk masa depan para santri.

Penulis: Indra Rizki

 

Alhamdulillah, Pengeboran Perdana Sumur Bor di Pondok Pesantren Babussalam oleh Laziswaf Al Hilal di Gunung Halu Mulai Dilaksanakan

Alhamdulillah, Pengeboran Perdana Sumur Bor di Pondok Pesantren Babussalam oleh Laziswaf Al Hilal di Gunung Halu Mulai Dilaksanakan

 

Alhamdulillah, langkah nyata dalam menghadirkan sumber air bersih kembali diwujudkan oleh LAZISWAF Pesantren Al Hilal. Pada tanggal 07 April 2026, telah dilaksanakan pengeboran pertama sumur bor untuk Pondok Pesantren Babussalam yang berokasi di Kp. Neglasari, Desa Bunijaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.

Program ini menjadi harapan besar bagi pesantren, mengingat selama ini akses air bersih masih menjadi tantangan. Sumur yang ada sebelumnya dinilai kurang layak, sementara keterbatasan dana membuat upaya perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal. Dengan dimulainya pengeboran ini, insya Allah akan hadir solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren.

Aden Ahmad Nawawi selaku ustadz dan guru di pesantren tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya, “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada LAZISWAF Al Hilal dan para dermawan. Insya Allah, jika sumur ini udah selesai, akan menjadi sumber air bersih yang sangat bermanfaat bagi pesantren. Apalagi ketika nanti masuk musim kemarau, pas air bersih sangat dibutuhkan sekali, baik untuk ibadah, sanitasi, atau juga untuk kebutuhan sehari-hari di lingkungan pesantren.”

Kehadiran sumur bor ini tentu akan memberikan dampak besar, tidak hanya untuk menunjang aktivitas santri dalam beribadah seperti wudhu dan mandi, tetapi juga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pesantren secara keseluruhan.

Saat ini, proses pengeboran masih terus berlangsung. Oleh karena itu, kami memohon doa dari Sahabat semua agar pembangunan sumur bor ini dapat berjalan lancar hingga selesai, serta dapat segera dimanfaatkan oleh para santri dan masyarakat sekitar. Semoga setiap langkah kebaikan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta menjadi jalan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Penulis: Indra Rizki

 

Penyaluran Al-Qur’an Braille di SLB Muhammadiyah Karangpawitan Garut, Menguatkan Semangat Belajar Al-Qur’an Insan Netra

Penyaluran Al-Qur’an Braille di SLB Muhammadiyah Karangpawitan Garut, Menguatkan Semangat Belajar Al-Qur’an Insan Netra

 

Alhamdulillah, pada Kamis, 9 April 2026, telah dilaksanakan penyaluran Al-Qur’an Braille di SLB Muhammadiyah Karangpawitan, Garut. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dalam menghadirkan akses belajar Al-Qur’an bagi para penyandang tunanetra.

Kegiatan ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para guru dan santri. Mengingat selama ini, kebutuhan akan mushaf Al-Qur’an, khususnya dalam bentuk Braille, masih sangat mendesak. Tidak sedikit santri tunanetra yang memiliki semangat tinggi untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an, namun terkendala oleh keterbatasan fasilitas yang tersedia.

Dengan hadirnya Al-Qur’an Braille ini, insya Allah para santri dapat lebih mudah dalam membaca, memahami, dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ini bukan hanya sekadar bantuan, tetapi juga menjadi jembatan bagi mereka untuk semakin deket dengan kalamullah. Ibu Viani selaku perwakilan dari guru santri khusus turut menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Al-Qur’an Braille ini. Insya Allah ini akan sangat bermanfaat bagi para santri kami dalam belajar Al-Qur’an,” ungkapnya.

Penyaluran ini menjadi bukti bahwa setiap keterbatasan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk meraih keberkahan Al-Qur’an. Justru dengan dukungan dan kepedulian bersama, lebih banyak saudara kita yang dapat merasakan nikmatnya belajar dan berinteraksi dengan Al-Qur’an. Semoga setiap huruf yang dibaca oleh para santri tunanetra menjadi pahala yang terus mengalir bagi para donatur dan semua pihak yang telah berkontribusi.

Penulis: Indra Rizki

 

Yuk Siapkan Qurban dari Sekarang | LAZISWAF Al Hilal

Setelah Lebaran, Saatnya Menata Keuangan Agar Tetap Stabil Dan Berkah

Setelah Lebaran, Saatnya Menata Keuangan Agar Tetap Stabil Dan Berkah

Setelah Lebaran, Saatnya Menata Keuangan Agar Tetap Stabil Dan Berkah

Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang paling dinanti umat muslim dipenghujung bulan ramadhan. Momen ini selalu identik dengan kebahagiaan, silaturahmi, dan berbagi. Namundibalik itu semua, tidak sedikit yang merasakan kondisi keuangan menjadi kurang stabil setelahnya.

Hari Raya Idul Fitri seringkali menjadi waktu dimana pengeluaran meningkat, mulai dari persiapan lebaran, mudik, hingga berbagi THR. Hal ini wajar terjadi, tetapi tetap perlu disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengelola keuangan dengan baik agar kehidupan tetap seimbang dan penuh keberkahan.

Dalam Islam, keuangan tidak hanya dipandang dari sisi duniawi, tetapi juga harus seimbang dengan nilai ibadah. Seorang muslim diajarkan untuk hidup sederhana, tidak berlebihan serta tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kepeduliaan sosial.

Beberapa hal ini sering menjadi penyebab kondisi keuangan menjadi tidak stabil setelah lebaran anatara lain:

  • Pengeluaran besar saat lebaran (mudik, THR, konsumsi, pakaian baru)
  • Kurangnya perencanaan anggaran
  • Tidak adanya dana darurat
  • Gaya hidup konsumtif
  • Minimnya kebiasaan menabung

Setelah mengetahui penyebabnya, berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kondisi keuangan agar lebih stabil:

  1. Evaluasi Kondisi Keuangan

Mulailah dengan mengevaluasi terkait pemasukan dan seluruh pengeluaran selama lebaran. Dari sini, kita bisa mengetahui berapa sisa uang yang dimiliki, mengetahui letak pengeluaran impulsif, dan keselahan dalam pengelolaan keuangan untuk diperbaiki kedepannya.

  1. Membuat Rencana Anggaran

Langkah selanjutnya adalah membuat rencana anggaran baru yang realistis sesuai dengan pemasukan. Rencana anggaran bisa disusun dengan memprioritaskan kebutuhan utama seperti makan, listrik, air, dan transportasi. Setelah itu, dana yang tersisa bisa disimpan sebagai tabungan ataupun dana darurat, serta alokasikan sebagian untuk sedekah.

  1. Memisahkan antara kebutuhan dan keinginan

Seringkali keuangan terasa kurang karena tidak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi untuk bertahan hidup, sedangkan keinginan ialah hal yang sifatnya tambahan dan bisa ditunda. Rasulullah mengajarkan hidup sederhana dan tidak berlebih lebihan, sehingga penting untuk menghindari pengeluaran yang tidak mendesak hanya karena tergiur diskon dan tren.

  1. Menyisihkan Dana untuk Kepeduliaan Sosial

Sedekah bukan hanya dilakukan saat kondisi keuangan baik. Padahal, dalam islam sedekah justru membuka pintu rezeki. Allah SWT berfirman dalam Al Quran bahwa sedekah tidak mengurangi harta, justru akan melipatgandakannya. Tidak perlu menunggu keuangan yang stabil untuk bersedakah, karena sedekah bernilai pahala besar dengan niat yang tulus dan konsisten.

Mengalami keuangan yang kurang stabil setelah lebaran adalah hal yang wajar, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan menerapkan cara kelola keuangan yang baik dan disiplin, kita bisa kembali menata kehidupan finansial dengan lebih baik. Jangan lupa tetap menyisihkan dana untuk kepeduliaan sosial meskipun dalam kondisi terbatas, karena melalui tangan kita ada rezeki untuk orang lain.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim yang Sering Terlupakan

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim yang Sering Terlupakan

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim yang Sering Terlupakan

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim yang Sering Terlupakan

Dalam fiqih Islam, anak yatim adalah anak yang belum baligh dan telah ditinggal wafat oleh ayahnya. Kehilangan sosok ayah sebagai pencari nafkah tentu bukan hal yang mudah. Bukan hanya kehilangan secara materi, tetapi juga kehilangan sosok pelindung dan penopang kehidupan.

Karena itulah, Islam sangat memperhatikan dan memuliakan anak yatim. Bahkan Allah SWT secara langsung memberikan petunjuk dalam Al Quran tentang bagaimana seharusnya kita bersikap kepada mereka. Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 220 Allah berfirman yang artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim. Katakanlah, Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”

Ayat ini mengajarkan bahwa membantu, menjaga, dan memperbaiki kehidupan anak yatim adalah sebuah kebaikan yang sangat besar nilainya. Tidak hanya berdampak di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.

Diantara mereka, ada anak-anak hebat yang tidak hanya berjuang dalam keterbatasan, tetapi juga sedang menghafal Al Quran. Santri yatim penghafal Al Quran adalah generasi yang menjaga kalam Allah di tengah ujian hidup yang tidak ringan. Mereka belajar, menghafal, dan memperjuangkan masa depan, sambil tetap tegar tanpa sosok ayah disampingnya.

Menyantuni mereka bukan hanya membantu kebutuhan hidup, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam menjaga Al Quran. Setiap ayat yang mereka hafalkan, setiap huruf yang mereka lantunkan, insyaAllah mengalirkan pahala bagi siapa saja yang turut mendukung perjuangan mereka.

Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah (HR. Bukhari). Betapa istimewanya kedudukan orang yang peduli terhadap anak yatim.

Selain itu, menyantuni anak yatim juga menjadi jalan menuju surga. Bahkan, kebaikan yang kita berikan bisa menjadi penolong di hari kiamat, saat semua amal diperhitungkan. Lebih dari itu, menyantuni anak yatim juga bisa menjadi ladang amal jariyah. Adanya doa doa tulus dari mereka, serta hafalan Al Quran yang terus mereka jaga, bisa menjadi kebaikan yang terus mengalir bahkan setelah kita tiada.

Maka, jangan ragu untuk ikut mengambil bagian dalam kebaikan ini. Tidak ada yang tau mengenai seberapa banyak perhitungan amal seseorang, bisa jadi melalui santri yatim penghafal Al Quran, Allah membuka jalan pahala yang tidak pernah terputus dan menjadi cahaya di akhirat nanti.

 

Keutamaan Puasa Syawal yang Bernilai Pahala Setahun Penuh

Keutamaan Puasa Syawal yang Bernilai Pahala Setahun Penuh

Sumber gambar : SINDOnews. Kalam

Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Amalan ini bukan sekadar pelengkap, tetapi memiliki keutamaan besar yang sayang untuk dilewatkan.

Apa Itu Puasa Syawal?

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal, yaitu setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa ini bisa dilakukan secara berurutan maupun terpisah, selama masih dalam bulan Syawal. Namun, perlu diingat bahwa puasa tidak boleh dilakukan pada tanggal 1 Syawal karena merupakan hari raya karena diharamkan.

Pahala Seperti Puasa Setahun

Keutamaan utama puasa Syawal dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.”

Hal ini berkaitan dengan perhitungan pahala dalam Islam, di mana satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Puasa Ramadan selama 30 hari setara dengan 300 hari, ditambah enam hari di Syawal setara dengan 60 hari. Jika dijumlahkan menjadi 360 hari, atau setara satu tahun penuh.

Menyempurnakan Ibadah Ramadan

Puasa Syawal juga berfungsi sebagai penyempurna puasa Ramadan. Sebagaimana shalat sunnah melengkapi shalat wajib, puasa ini membantu menutupi kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan puasa Ramadan.

Tanda Ibadah Diterima

Melanjutkan ibadah setelah Ramadan, seperti menjalankan puasa Syawal, bisa menjadi tanda bahwa amal sebelumnya diterima. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Wujud Rasa Syukur dan Konsistensi Ibadah

Puasa Syawal juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat dan ampunan yang diberikan selama Ramadan. Selain itu, amalan ini melatih diri untuk tetap istiqamah dalam beribadah, tidak hanya semangat saat Ramadan saja.

Bolehkah Digabung dengan Puasa Qadha?

Terkait penggabungan niat puasa Syawal dengan qadha Ramadan, terdapat perbedaan pendapat ulama. Namun, sebagian besar menganjurkan untuk mendahulukan puasa qadha agar mendapatkan keutamaan secara lebih sempurna.

Kesimpulan

Puasa Syawal adalah amalan ringan dengan pahala yang sangat besar. Selain menyempurnakan ibadah Ramadan, puasa ini juga menjadi sarana menjaga kedekatan dengan Allah SWT. Oleh karena itu, manfaatkan bulan Syawal dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

 

Ramadhan Berlalu, Saatnya Lanjutkan Kebaikan di Bulan Syawal

Ramadhan Berlalu, Saatnya Lanjutkan Kebaikan di Bulan Syawal

 

Ramadhan memang telah usai. Bulan penuh berkah yang menghadirkan begitu banyak kesempatan untuk beribadah kini telah berlalu. Namun, bukan berarti semangat kita dalam mencari ridha Allah SWT ikut berhenti. Justru bulan Syawal adalah awal yang baik untuk kembali memulai dan menjaga istiqomah dalam kebaikan.

Ramadhan sejatinya adalah madrasah yang melatih kita, melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kedekatan dengan Allah SWT. Setelah sebulan penuh ditempa, kini saatnya kita membuktikan bahwa nilai-nilai tersebut tetap hidup dalam keseharian kita. Sahabat Al Hilal, ada beberapa amalan yang bisa kita lanjutkan di bulan Syawal sebagai bentuk menjaga semangat ibadah:

Menunaikan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Ini adalah kesempatan emas untuk melanjutkan kebiasaan baik yang sudah kita bangun selama Ramadhan.

Menjalin Silaturahmi dengan Sanak Saudara

Syawal identik dengan momen saling memaafkan dan mempererat hubungan. Silaturahmi bukan hanya tradisi, tetapi juga ibadah yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Mari manfaatkan bulan Syawal untuk memperbaiki hubungan, menyambung yang sempat terputus, dan mempererat kasih sayang antar sesama.

Melanjutkan Tadarus Al-Qur’an

Jika di bulan Ramadhan kita menjadi lebih dekat dengan Al-Qur’an, maka jagan biarkan kedekatan itu memudar. Syawal adalah waktu yang tepat untuk menjaga kebiasaan baik tersebut. Tidak perlu banyak asal istiqomah, apalagi jika saat Ramadhan kemarin tadarus kita belum selesai. Membaca beberapa ayat setiap hari pun sudah menjadi langkah besar dalam menjaga hubungan kita dengan Al-Qur’an. Syawal bukanlah akhir dari perjalanan ibadah, melainkan titik awal untuk melanjutkan kebiasaan baik yang telah kita bangun.

Mari kita jaga semangat ini. Jangan sampai Ramadhan hanya menjadi momen sesaat, tetapi jadikan ia sebagai awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan, dan memberikan kekuatan kepada kita untuk terus istiqomah dalam kebaikan di bulan Syawal dan seterusnya.

Informasi selengkapnya: Instagram

Penulis: Indra Rizki

Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah: Tunaikan Fidyah Puasa Ramadhan 2026 Lewat LAZISWAF Al Hilal

Masih Punya Hutang Puasa Ramadhan?

Fidayah untuk Hutang Puasa

Sahabat Al Hilal Masih Punya Hutang Puasa Ramadhan?

Jangan ditunda! Yuk segera tunaikan fidyah sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dijalankan!

Dengan tunaikan “Fidyah” Rp45.000,-/Jiwa/Hari, melalui,
🏧 Bank Mandiri # 132.00.1254.995.3
🏧 Bank BSI # 708.588.555.8
🏧 Bank BCA # 233.08.777.18
🏧 Bank BRI # 0407.0100.5391.509
🏧 Bank BNI # 8888.9707.07

Konfirmasi Fidyah ke WA Center Al Hilal 081 2222 02751

Bersama LAZISWAF Pesantren Al Hilal, InsyaAllah “Fidyah” yang sahabat Al Hilal tunaikan menjadi bekal makanan bergizi untuk saudara kita yang membutuhkan 🌹

Saatnya tunaikan “Fidyah” sekarang ✨💚

pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor