Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Category: Berita

Iftar untuk Palestina, 659 Paket Buka Puasa Disalurkan di Gaza Selatan

Iftar untuk Palestina, 659 Paket Buka Puasa Disalurkan di Gaza Selatan

 

Alhamdulillah, amanah kebaikan dari para Orang baik, Sahabat Al Hilal dan para derawan kembali tersalurkan kepada saudara-saudara Muslim yang membutuhkan. Pada Selasa, 17 Maret 2026, program Iftar untuk Palestina berhasil dilaksanakan di wilayah Khan Younis, tepatnya di Gaza Selatan.

Sebanyak 659 paket buka puasa (iftar) telah disalurkan dan diterima oleh 659 jiwa yang berada di tengah kondisi yang penuh keterbatasan. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas umat Muslim terhadap saudara-saudara di Palestina, khususnya dalam menjalani ibadah di buan suci Ramadhan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara LAZISWAF Al Hilal bersama Istiqomah Bergerak Peduli, yang bersama-sama menghadirkan kebahagiaan bagi warga Palestina melalui hidangan berbuka puasa.

Di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi, kehadiran paket iftar ini diharapkan dapat menjadi penghibur hati dan penguat semangat bagi warga Palestina dalam menjalani ibadah Ramadhan. Walaupun sederhana, hidangan berbuka puasa ini menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri, ada saudara seiman yang peduli dan turut mendoakan dari jauh.

Ramadhan adalah bulan berbagi, bulan penuh kasih sayang, dan bulan di mana kepedulian sosial semakin terasa. Melalui program ini, para donatur telah ikut menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Semoga setiap paket iftar yang disalurkan menjadi amal kebaikan yang berlipat ganda pahalanya, serta menjadi saksi kepedulian kita terhadap saudara-saudara di Palestina. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan kekuatan kepada saudara-saudara kita di Palestina, serta membalas setiap kebaikan para donatur dengan keberkahan yang berlimpah.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

 

Zakat dan Sedekah Semakin Mudah! LAZISWAF Pesantren Al Hilal Resmi Hadir di BRImo

Zakat dan Sedekah Semakin Mudah! LAZISWAF Pesantren Al Hilal Resmi Hadir di BRImo

Kabar gembira bagi para #OrangBaik dan sahabat dermawan. Kini LAZISWAF Pesantren Al Hilal resmi hadir di aplikasi BRImo. Melalui layanan digital ini, zakat, infak, dan sedekah dapat ditunaikan dengan lebih mudah, praktis, dan aman hanya melalui genggaman tangan.

Hadirnya LAZISWAF di BRImo menjadi langkah nyata dalam memudahkan umat untuk berbagi kebaikan. Tanpa harus datang langsung, tanpa batasan jarak dan waktu, kini sedekah bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Baik di rumah, di tempat kerja, bahkan saat sedang bepergian.

Sedekah Tidak Harus Besar

Sering kali kita berpikir bahwa sedekah harus dalam jumlah besar agar bernilai. Padahal, dalam Islam, yang dinilai bukan hanya besarnya nominal, tetapi keikhlasan dan konsistensinya. Sedikit namun rutin jauh lebih utama daripada besar tetapi jarang. Bahkan nominal sederhana sekalipun, jika dilakukan dengan niat tulus dan istiqamah, bisa menjadi amal yang terus mengalir pahalanya.

Dengan kemudahan digital, kita bisa membiasakan sedekah harian, mingguan, atau setiap kali menerima rezeki. Nominal yang ringan terasa tidak memberatkan, namun jika dilakukan bersama-sama, dampaknya sangat besar bagi penerima manfaat.

Manfaat Sedekah Secara Digital via Brimo

Sedekah melalui platform digital seperti BRImo memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  1. Praktis dan Efisien – Tidak perlu antre atau datang langsung ke lokasi.
  2. Bisa Dilakukan Kapan Saja – Bahkan di waktu-waktu utama seperti hari Jumat atau bulan Ramadhan.
  3. Aman dan Transparan – Transaksi tercatat secara otomatis.
  4. Membantu Konsistensi – Lebih mudah membiasakan sedekah rutin.
  5. Menjangkau Manfaat Lebih Luas – Dana yang terkumpul dapat disalurkan untuk pendidikan, dakwah, bantuan kemanusiaan, dan berbagai program sosial lainnya.

Kemudahan ini bukan untuk menggantikan nilai keikhlasan, tetapi justru menjadi sarana agar kita semakin ringan melangkah dalam berbuat kebaikan.

Semoga dengan hadirnya LAZISWAF Pesantren Al Hilal di BRImo, semakin banyak hati yang tergerak untuk berbagi. Karena sejatinya, sedekah bukan tentang seberapa besar yang kita beri, melainkan seberapa tulus dan konsisten kita melakukannya.

 

Alhamdulillah, Zakat Fitrah Telah Tersalurkan untuk Warga yang Membutuhkan

Alhamdulillah, Zakat Fitrah Telah Tersalurkan untuk Warga yang Membutuhkan

 

Alhamdulillah, penyaluran zakat fitrah kembali dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan amanah dari para dermawan. Pada Rabu, 18 Maret 2026, zakat fitrah berhasil disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kp. Babakan Garut RT 03 RW 10, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 17 paket beras telah didistribusikan kepada para penerima manfaat. Penyaluran ini merupakan hasil kolaborasi bersama para muazzaki yang telah menitipkan zakat fitrahnya untuk disampaikan kepada mereka yang berhak menerima. Bukan hanya untuk para warga dhuafa yang membutuhkan, penyaluran zakat fitrah juga disalurkan untuk para santri yatim dhuafa di Pesantren Al Hilal

Zakat fitrah sendiri merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Selain itu, zakat fitrah juga memiliki tujuan mulia, yaitu membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

Melalui penyaluran ini, Insya Allah setiap butir beras yang diberikan menjadi amanah kebaikan dari para dermawan yang disampaikan kepada masyarakat dan anak yatim dhuafa yang membutuhkan. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta membantu memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian dan kebersamaan antar sesama Muslim. Dengan saling berbagi, kita dapat memperkuat rasa persaudaraan dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang sedang mengalami keterbatasan.

Terima kasih kepada para dermawan yang telah mempercayakan zakat fitrahnya. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT dan menghadirkan keberkahan bagi kita semua. Aamiin.

Penulis: Indra Rizki

 

Kado Lebaran untuk Santri Yatim Penghafal Al-Qur’an, Hadirkan Kebahagiaan di Pesantren Al Hilal 1 Cililin

Kado Lebaran untuk Santri Yatim Penghafal Al-Qur’an, Hadirkan Kebahagiaan di Pesantren Al Hilal 1 Cililin

 

Alhamdulillah, kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri mulai dirasakan oleh para santri yatim penghafal Al-Qur’an di Pesantren Al Hilal 1 Cililin. Pada Rabu, 18 Maret 2026, telah dilaksanakan penyaluran bingkisan Lebaran sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada para santri.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pesantren Al Hilal 1 Cililin ini menjadi momen yang penuh kehangatan. Bingkisan Lebaran dan uang yang disalurkan merupakan amanah dari para dermawan dan orang-orang baik yang ingin berbagi kebahagiaan dengan para santri.

Bagi para santri yatim penghafal Al-Qur’an, perhatian seperti ini tentu memiliki makna yang sangat besar. Menjelang libur Lebaran, bingkisan yang diberikan bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga menjadi penghibur dan penyemangat bagi mereka dalam menjalani hari-hari di bulan Ramadhan. Insya Allah, kado Lebaran ini dapat menjadi bentuk kasih sayang yang menghadirkan kebahagiaan di hati para santri, serta menguatkan semangat mereka dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an.

Salah satu santri Pesantren Al Hilal 1 Cililin, Devis Fernando, turut mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, Terima kasih kepada para dermawan dan orang-orang baik atas bingkisan Lebaran yang diberikan. Saya sama temen-temen sangat senang dan bersyukur atas perhatian ini,” ujarnya dengan penuh haru.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa berbagi di bulan Ramadhan, terlebih menjelang Hari Raya, memiliki nilai yang sangat mulia. Kebahagiaan yang mungkin sederhana bagi kita, bisa menjadi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Semoga setiap bingkisan yang diberikan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir pahalanya, serta membawa keberkahan bagi para dermawan. Aamiin.

Penulis: Indra Rizki

 

Syawal Bukan Akhir Tapi Awal yang Baru

Syawal Bukan Akhir Tapi Awal yang Baru

Syawal Bukan Akhir Tapi Awal yang Baru

Syawal Bukan Akhir Tapi Awal yang Baru

Banyak orang merasa lega ketika Ramadhan berakhir. Kembali makan seperti biasa, kembali ke rutinitas awal, dan perlahan ibadah yang dulu dijaga mulai berkurang. Padahal, datangnya bulan Syawal bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal yang baru.

Syawal menjadi kelanjutan dari Ramadhan. Jika Ramadhan adalah bulan untuk melatih ibadah, maka Syawal adalah waktu untuk mempraktikannya. Disinilah kita membuktikan apakah hasil dari “latihan” selama Ramadhan benar benar berdampak pada kualitas ibadah kita.

Ramadhan sejatinya adalah latihan. Selama satu bulan penuh, kita dibiasakan untuk lebih dekat dengan Allah SWT. Menahan diri, menjaga lisan, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki diri. Lalu pertanyaannya, setelah Ramadhan pergi, apakah semua itu ikut pergi juga?

Syawal hadir sebagai praktik nyata. Ia menjadi momen untuk membuktikan apakah kita benar-benar berubah atau hanya semangat sesaat. Orang yang berhasil melewati Ramadhan dengan baik, biasanya akan tetap menjaga kebiasaan baiknya meskipun bulan suci telah berlalu.

Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Syawal adalah puasa selama enam hari. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudiaan diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa kebaikan tidak berhenti di Ramadhan saja.

Tidak harus langsung melakukan hal besar. Cukup dengan menjaga yang sederhana. Tetap shalat tepat waktu, tetap membaca Al-Qur’an walau sedikit, tetap berdzikir di sela aktivitas. Hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten justru menjadi tanda bahwa Ramadhan benar-benar membekas.

Syawal juga mengajarkan tentang kembali kepada fitrah. Saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan membuka lembaran baru dengan hati yang lebih bersih. Di sinilah keindahan Islam terasa, bukan hanya hubungan dengan Allah yang diperbaiki, tapi juga hubungan dengan sesama.

Jangan sampai Ramadhan hanya menjadi momen tahunan tanpa perubahan. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan bukan dilihat dari seberapa meriahnya ibadah di dalamnya, tapi seberapa kuat kita mempertahankannya setelah ia pergi.

Syawal bukan hanya nama bulan dalam kalender Hijriah. Tetapi juga simbol perubahan dan peningkatan spiritual setelah Ramadhan. Bulan ini menjadi jembatan penyempurna ibadah kita saat Ramadhan. Jika bulan Ramadhan ibadah kita masih belum sempurna, maka bulan Syawal hadir untuk menyempurnakannya.

Karena pada akhirnya, Ramadhan bukan tentang siapa yang paling semangat di awal, tetapi siapa yang tetap bertahan setelah ia pergi. Dan Syawal adalah jawaban apakah kualitas ibadah kita sudah lebih baik, atau hanya sekedar singgah dalam kebaikan.

 

Jangan Lengah Sebelum Selesai, Mari Tetap Istiqomah di Penghujung Bulan Ramadhan

Jangan Lengah Sebelum Selesai, Mari Tetap Istiqomah di Penghujung Bulan Ramadhan

 

Sahabat Al Hilal, tanpa terasa kita telah sampai di penghujung bulan suci Ramadhan. Tinggal hitungan malam, kesempatan emas ini akan segera berlalu. Namun, justru di titik inilah kita tidak boleh lengah.

Karena bisa jadi, malam ke-29 Ramadhan yang sedang kita jalani adalah malam penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya malam itu malam yang ke-27 atau ke-29. Sesungguhnya, malaikat pada malam itu lebih banyak dari jumlah butiran kerikil (pasir).” (HR. Ahmad)

MasyaAllah, betapa istimewanya malam tersebut. Para malaikat turun ke bumi membawa rahmat, keberkahan, dan doa-doa kebaikan bagi hamba-hamba Allah yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.

Maka, jangan sampai kita justru mengendur di sat-saat terakhir. Ibarat sebuah perlombaan, ini adalah garis finish yang menentukan. Bukan bagaimana kita memulai Ramadhan, tetapi bagaimana kita mengakhirinya.

Mari isi malam-malam terakhir ini denan amal terbaik yang kita mampu:

  • Memperbanyak shalat malam dan qiyamul lail
  • Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
  • Memperbanyak dzikir dan istighfar
  • Bersedekah dan berbagi kepada sesama
  • Memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah SWT

Tidak harus sempurna, tidak harus banyak. Yang terpenting adalah keikhlasan dan keistiqomahan. Ingatlah, kesempatan bertemu Ramadhan adalah nikmat yang luar biasa. Tidak semua orang diberikan umur panjang untuk merasakannya hingga akhir. Maka, selama kita masih diberi kesempatan, manfaatkanlah sebaik-baiknya.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk tetap istiqomah hingga akhir Ramadhan, mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar, serta menerima seluruh amal ibadah yang telah kita lakukan. Jangan lengah sebelum finish. Karena bisa jadi, satu malam ini menjadi penentu kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Salurkan Amanah Titipan Orang Baik, Zakat Fitrah dan Fidyah Disalurkan untuk Yatim Dhuafa di Pesantren Al Hilal 1 Cililin

Salurkan Amanah Titipan Orang Baik, Zakat Fitrah dan Fidyah Disalurkan untuk Yatim Dhuafa di Pesantren Al Hilal 1 Cililin

 

Alhamdulillah, amanah kebaikan dari para donatur dan #OrangBaik kembali disalurkan. Pada Jumat, 13 Maret 2026, penyaluran zakat fitrah dan fidyah dilaksanakan oleh LAZISWAF Al Hilal kepada para yatim dan dhuafa penghafal Qur’an di Pesantren Al Hilal 1 Cililin.

Penyaluran zakat fitrah dan fidyah ini merupakan bagian dari amanah yang dititipkan oleh para muzakki dan donatur kepada lembaga amil. Oleh karena itu, setiap amanah tersebut harus dijaga dan disalurkan dengan penuh tanggung jawab agar dapat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Kegiatan penyaluran ini juga menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap para santri yatim dan masyarakat dhuafa di sekitar pesantren, terutama menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan. Melalui zakat fitrah, umat Islam tidak hanya menyempurnakan ibadah puasanya, tetapi juga membantu meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di bulan yang penuh berkah.

Selain itu, fidyah yang dititipkan oleh para donatur juga disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Fidyah sendiri merupakan kewajiban bagi sebagian orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu, seperti usia lanjut atau kondisi kesehatan, sehingga diganti dengan memberi makan kepada orang yang membutuhkan.

Dalam proses penyaluran ini, pihak LAZISWAF Al Hilal berkomitmen untuk menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Setiap bantuan yang diberikan merupakan titipan dari para donatur yang harus disampaikan kepada penerima dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.

InsyaAllah, LAZISWAF Al Hilal akan terus berusaha menyalurkan setiap amanah dari para dermawan dengan sebaik mungkin, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para yatim, dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan. Semoga zakat fitrah dan fidyah yang telah ditunaikan oleh para donatur menjadi amal kebaikan yang diterima oleh Allah SWT, dilipatgandakan pahalanya, serta menjadi sebab datangnya keberkahan bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Penulis: Indra Rizki

 

Menyempurnakan Ramadhan dengan Zakat Fitrah

Menyempurnakan Ramadhan dengan Zakat Fitrah

Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, umat Islam memiliki satu kewajiban yang tidak boleh dilupakan, yaitu menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim, baik anak-anak maupun orang dewasa, sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa yang telah dijalani selama sebulan penuh.

Selama menjalankan puasa, tentu tidak semua orang mampu menjaga diri dengan sempurna. Kadang ada perkataan yang kurang baik, sikap yang kurang sabar, atau hal-hal kecil yang tanpa disadari mengurangi kesempurnaan ibadah puasa. Karena itu, zakat fitrah hadir sebagai bentuk penyucian diri, agar puasa yang telah dijalankan menjadi lebih sempurna di hadapan Allah SWT.

Di samping itu, zakat fitrah juga memiliki makna sosial yang sangat kuat. Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan. Dengan adanya zakat ini, mereka yang kurang mampu tetap dapat merasakan kebahagiaan saat Hari Raya Idul Fitri. Tidak hanya sekadar merayakan, tetapi juga merasakan kecukupan di hari yang penuh kemenangan tersebut.

Biasanya zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok, seperti beras, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat. Namun, di beberapa tempat zakat fitrah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan makanan pokok tersebut. Yang terpenting adalah zakat tersebut benar-benar sampai kepada orang yang berhak menerimanya.

Waktu menunaikan zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Banyak umat Islam yang memilih menunaikannya pada hari-hari terakhir Ramadhan agar bisa segera disalurkan kepada para penerima.

Zakat fitrah mengajarkan kita bahwa kebahagiaan Idul Fitri bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan yang berlimpah. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah tentang berbagi, kepedulian, dan rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan.

Semoga dengan menunaikan zakat fitrah, ibadah puasa yang telah kita jalani diterima oleh Allah SWT. Semoga pula kebahagiaan di hari kemenangan dapat dirasakan oleh semua orang, terutama mereka yang membutuhkan.

 

Menjemput Malam Terindah Ramadhan

Menjemput Malam Terindah Ramadhan

 

Di antara banyaknya malam dalam bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut nilainya lebih baik daripada ibadah selama puluhan tahun.

Lailatul Qadar memiliki arti “malam kemuliaan” atau “malam penentuan”. Pada malam ini, Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Allah SWT juga menurunkan para malaikat ke bumi untuk membawa keberkahan dan rahmat bagi hamba-hamba-Nya. Malam itu dipenuhi dengan ketenangan dan kedamaian hingga terbitnya fajar.

Namun, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Rasulullah SAW hanya menganjurkan umatnya untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Hikmah dari dirahasiakannya malam tersebut adalah agar umat Islam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat mencari Lailatul Qadar. Di antaranya adalah memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga mengajarkan sebuah doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam tersebut, yaitu:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Bagi seorang Muslim, Lailatul Qadar adalah kesempatan yang sangat berharga. Tidak setiap orang bisa bertemu dengan malam istimewa ini dalam hidupnya. Karena itu, ketika sepuluh malam terakhir Ramadhan tiba, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa kepada Allah.

Lailatul Qadar juga mengajarkan kita bahwa satu malam yang diisi dengan keikhlasan dan ibadah dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Malam ini menjadi pengingat bahwa Allah selalu membuka pintu ampunan dan rahmat bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mendekat kepada-Nya.

Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar, merasakan ketenangan malamnya, serta mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Dengan begitu, Ramadhan yang kita jalani tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi momen untuk memperbaiki diri dan semakin dekat kepada-Nya.

 

Proses Pemasangan Bata Merah dan Ventilasi Terus Berjalan, Update Pembangunan Asrama Santri Cibiru Per 11 Maret 2026

Proses Pemasangan Bata Merah dan Ventilasi Terus Berjalan, Update Pembangunan Asrama Santri Cibiru Per 11 Maret 2026

 

Hingga Rabu, 11 Maret 2026, progres pembangunan telah memasuki tahap pemasangan bata merah, lubang angin, serta glass block di lantai 1. Pembangunan asrama santri di lingkungan Pesantren Al Hilal 2 Cibiru sampai saat ini masih terus berjalan.

Meskipun saat ini sedang berada di bulan suci Ramadhan, proses pembangunan tetap dilanjutkan secara perlahan. Hal ini dilakukan agar progres pembangunan tidak mengalami keterlambatan dan tetap dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Pembangunan asrama ini menjadi salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi para santri, khususnya santri yatim penghafal Al-Qur’an yang menempuh pendidikan di Pesantren Al Hilal Cibiru. Dengan bertambahnya jumlah santri setiap tahunnya, keberadaan asrama yang layak dan nyaman menjadi sangat penting untuk menunjang istirahat, kegiatan belajar dan menghafal Al-Qur’an mereka.

Tahap pemasangan bata merah yang saat ini sedang dikerjakan merupakan bagian penting dalam proses pembangunan struktur bangunan. Selain itu, pemasangan lubang angin dan glassblock juga dilakukan untuk memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan alami di dalam bangunan asrama dapat berjalan dengan baik. Dengan adanya ventilasi yang cukup, diharapkan nantinya asrama dapat menjadi tempat tinggal yang sehat, nyaman, dan mendukung aktivitas para santri dalam belajar serta menghafal Al-Qur’an.

Meski dilakukan secara bertahap selama bulan Ramadhan, pembangunan ini tetap menjadi bentuk ikhtiar agar para santri dapat segera memiliki fasilitas asrama yang lebih baik. Kehadiran asrama baru ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta mendukung kegiatan pendidikan para santri di Pesantren Al Hilal.

Semoga proses pembangunan asrama santri di Cibiru ini dapat terus berjalan dengan lancar hingga selesai, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh para santri yang tengah berjuang menghafal Al-Qur’an. Semoga pula setiap proses pembangunan ini menjadi bagian dari amal kebaikan yang membawa manfaat bagi generasi penghafal Al-Qur’an di masa depan.

Informasi Selengkapnya: Instagram

Penulis: Indra Rizki

 

pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor