Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Dahsyatnya Surat Al Ikhlas

LAZ al-Hilal – Seperti yang kita ketahui, surat Al Ikhlas merupakan salah satu surat yang menjadi favorit sebagian umat Muslim.

Surat Al Ikhlas adalah salah satu surat yang tidak terlalu memiliki ayat yang Panjang dalam Al Quran. Sahabat Al Hilal, meskipun menjadi salah satu surat yang tergolong surat pendek tetapi memiliki keutamaan yang luar biasa loh. Apakah itu?

Mungkin tak banyak dari kita yang mengetahui keutamaan dan kedahsyatan dari surat ini. Maka dari itu, ketika kita membaca dan mengamalkan surat ini tak jarang umat muslim yang kurang memaksimalkan hafalan dari makna surat Al Iklas itu sendiri karena keistimewaan dari surat ini yang tidak banyak umat muslim yang mengetahui keistimewaan surat ini.

Dilansir dari berbagai sumber, terdapat beberapa keutaman bagi kita sebagai seorang muslim yang senantiasa membaca surat Al Ikhlas loh!

Ternyata, surat Al Ikhlas merupakan surat yang disetarakan dengan sepertiga Al Quran. Mengapa demikian? Hal ini dijawab langsung oleh Rasulullah SAW melalui HR. Bukhari, dalam hadist tersebut Rasulullah SAW bersabda

والذي نفسي بيده إنها لتعدل ثلث القرآن

“Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ia (surat Al Ikhlas) sebanding dengan sepertiga Al Quran,”

(HR Bukhari)

Dikisahkan dan Diriwayatkan dalam HR. Bukhari pun, Rasulullah SAW pun bertanya serta menjawab pertanyaan para sahabat-Nya

“Apakah salah satu di antara kalian sanggup membaca sepertiga Alquran pada malam hari?” Hal ini membuat para sahabat terasa berat, maka mereka bertanya-tanya: “Siapa di antara kita yang sanggup melakukannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Qul huwa-llahu ahad, Allahush sham ad (surat Al Ikhlas) adalah sepertiga Alquran,”

(HR Bukhari)

من قرأ (قل هو الله أحد) عشر مرات بنى الله له بيتا فى الجنة

“Barang siapa membaca: ‘Qul huwa-llahu ahad’ sepuluh kali, maka Allah membangunkan untuknya rumah di surga”

Sahabat Al Hilal, itulah keutamaan ketika kita membaca surat Al Ikhlas, meskipun tergolong ke dalam salah satu surat yang tidak memiliki ayat yang Panjang, bukankah surat Al Ikhlas mempunyai isi dan makna yang dahsyat? Masya’Allah… Wallahu’alam bishwab

Masih Mau Percaya Ramalan? Yuk Baca Penjelasannya Dalam Islam Bagaimana.

(Sumber: Islampos.com)

LAZISWAF Al Hilal – Ramalan adalah salah satu hal yang banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Entah itu hanya sekadar coba-coba atau sekadar ingin tahu tentang ramalan terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Ramalan banyak macamnya, seperti ramalan zodiak, jodoh, masa depan, pekerjaan dan sebagainya. Mungkin bagi kalangan awam percaya pada ramalan adalah hal yang biasa.

Salah satu ramalan yang dapat diambil contoh adalah ramalan tentang kelahiran. Ramalan ini biasa dilakukan oleh para astrolog dengan melihat letak dan konfigurasi bintang-bintang di langit. Misalnya, bila letak gugusan bintang Bima Sakti di arah A lalu kebetulan ada seorang bayi lahir tepat pada malam ketika bintang itu terbit, maka diramalkan bayi itu akan menjadi orang terkenal setelah besar nanti.

Apabila Sahabat Al Hilal perhatikan tentang ramalan, akan terlihat bahwa si peramal mencoba atau seolah-olah mengetahui hal-hal ghaib. Seakan ia mampu membaca dan menentukan nasib seseorang.

Dengan dasar ini, si peramal berani memerintah dan melarang ‘pasiennya’ untuk berbuat sesuatu. Bahkan ia sering menakut-nakutinya meskipun akhirnya memberi kabar gembira atau hiburan dengan kata-kata manis.

Bagi orang yang senang akan rubrik zodiak atau yang suka membaca buku-buku astrologi (ramalan-ramalan bohong), memang terkadang ramalan itu cocok dengan keadaan yang di alami. Namun yang menjadi permasalahan, darimana pikiran peramal itu mencuat? Bagaimana pandangan Islam terhadap masalah ini?

Dalam hal ini, ramalan adalah salah satu hal ghaib yang diterka-terka oleh sesama manusia. Padahal sebenarnya hanya Allah yang tahu tentang perkara-perkara ghaib ini. Allah berfirman,

“(Dia adalah Rabb) Yang mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seseorang pun tentang yang ghaib itu kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya. Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (Malaikat) di muka bumi dan di belakangnya,” (QS. Al-Jin: 26-27).

Maka dari itu, siapa saja yang mengaku mengetahui perkara atau ilmu ghaib selain orang yang dikecualikan sebagaimana ayat di atas, maka ia bisa termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendustakan ayat Allah.

Hal tersebut juga dapat membawa seorang manusia ke dalam perbuatan syirik yang tidak bisa diampuni dosanya. Baik mengetahuinya dengan perantaraan membaca garis-garis tangan, di dalam gelas, perdukunan, sihir, dan ilmu perbintangan atau selain itu. Jadi percaya kepada ramalan juga bisa menjerumuskan seorang hamba pada kekafiran. 

Informasi & Call

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Kisah Inspirasi Alm. Ashraf Sinclair Gemar Sedekah Diam-Diam Dan Menyantuni Anak Yatim

LAZISWAF Al Hilal – Sahabat Al Hilal kepergian aktor yang juga olahragawan sangat mendadak bahkan menyisakan duka serta kenangan terindah bagi Bunga Citra Lestari istri dari Alm. Ashraf Sinclair, keluarganya serta orang terdekatnya. Ashraf menutup umurnya pada usia 40 tahun, meninggal pada Selasa (18/2/2020) di duga meninggal akibat di dera serangan jantung.

Kepergian mendadak ini bukan hanya meninggalkan duka namun juga kisah yang mengharukan yang membuat orang sekitarnya kaget bahwa Ashraf Sinclair gemar sedekah diam-diam bahkan suka menyantuni anak-anak yatim.

Seperti yang informasi di dapat dari Nakita.id Asrhraf disebut-sebut telah menjadi donatur tetap di Yayasan Yatim Daarul Rahman. Bak istilah tangan kanan memberi tangan kiri di belakang bahkan kebaikan Ashraf ini tidak di ketahui oleh istri bahkan orang sekitarnya.

“Tapi tadi malam saat saya tahlilan, saya ceritakan sama mbak Bunga soal kebiasaan almarhum kepada Yayasan Yatim Daarul Rahman, beliau (BCL) nangisnya sampai keras sekali gitu kan. Seakan-akan tidak menduga gitu kan kalau suaminya sungguh luar biasa,” jelas Ustadz Ahmad Habib dan wawancara yang di kutip Hits.grid.id

Setelah BCL mengetahui itu terlihat wajah senyum tipis di balut tangisan di air matanya, ada rasa bangga, tidak menyangka bahwa suaminya melakukan itu semua diam-diam. Bukan hanya kebaikannya, Ustaz Ahmad Habib pun mengingat satu kalimat yang terucap dari bibir mendiang Ashraf.

Saking terharunya, Ustaz Ahmad Habib bahkan sampai menitikkan air mata ketika mengulangi kata-kata Ashraf kala itu.

“Memang pernah ada kalimat keluar dari lisan almarhum yang mengatakan, ‘Saya bukan orang ahli ibadah. Saya bukan orang alim. Tapi, sedikit yang kami berikan untuk adik-adik yatim di tempat ini. Kelak kalau saya meninggal dunia, saya bisa bersama Rasulullah SAW’. Itu saja yang masih saya ingat dari ucapannya,” kenang Ustaz Ahmad Habib.

Cerita ini memang sudah lama, bahkan Ashraf sendiri meninggal di tahun 2020 lalu namun siapa sangka kebaikannya tidak akan berhenti, bahkan bisa menjadi inspirasi setiap orang yang ingin melakukan kebaikan, tidak perlu di publish namun dapat di rasakan, luar biasa bukan Sahabat Al Hilal? Semoga cerita ini menjadi inspirasi untuk Sahabat Al Hilal untuk melakukan kebaikan-kebaikan di setiap harinya.

Informasi & Call

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Pengen Jadi Kaum Rebahan? Eits! Wajib Baca Dulu Penjelasannya!

LAZISWAF Al Hilal – Sahabat Al Hilal atau siapapun dia berhak menikmati hidup. Hidup untuk disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Betul,  hidup hanya sekali, setelah itu mati. Tapi jangan hidup asal hidup, mati sekadar mati. Hidup dan mati harus berarti. Tidak perlu pula mempertentangkan hidup mulia atau mati syahid. Hidup dan mati harus sama mulianya dan menjadi syahid (pembuat sejarah) sebagai umat tengahan yang membangun peradaban utama (QS al-Baqarah: 143).

Bagi orang beriman,  hidup harus  dijalani dengan benar dan bertujuan meraih bahagia di dunia dan akhirat nanti. Hidup yang hanya sekali itu janganlah disia-siakan. Apalagi sampai salah arah. Fa-aina taźhabun? Hendak ke manakah engkau pergi? Itu firman Tuhan (QS At-Takwir: 26) tentang perlunya arah jalan yang benar dalam kehidupan. Karenanya hidup yang bermakna harus diperjuangkan dengan benar dan sungguh-sungguh. Jangan lengah dan disia-siakan.

Namun,  manusia itu bukan robot atau benda mati. Meski harus bersungguh-sungguh dan berikhtiar dalam hidup, pada saat yang sama ada hak untuk istirahat. Apalagi manusia itu memiliki sifat  homo ludens, sebagai insan yang alamiah suka bermain, termasuk menikmati kesenangan. Kesenangan yang baik dan positif tentu saja.

  • Kebutuhan Manusia

Manusia secara sunatullah memiliki kebutuhan dasar seperti makan, minum, pakaian, tempat tinggal,  rekreasi,  dan lain-lain. Termasuk keperluan beristirahat. Dalam banyak ayat al-Quran Allah bahkan memberikan manusia hak untuk istirahat, antara lain: “Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk berusaha.”  (QS Al-Furqan:  47).

Tidak boleh siang dan malam dihabiskan untuk berusaha, tanpa istirahat. Jangan bekerja habis-habisan, sebaliknya jangan malas-malasan. Hidup perlu keseimbangan. Sebaik-baik urusan ialah yang tengahan. Tidak esktrem.

Manusia harus istirahat agar segar dan sehat, apalagi kalau seharian kerja keras. Orang yang tidak mau istirahat, namanya robot. Tapi jangan istirahat terus, lebih-lebih malas-malasan. Kata anak muda, rebahan. Rebahan itu artinya istirahat sambil berbaring dan berleha-leha. Orang tua dulu juga suka rebahan di sore hari. Tapi jangan rebahan terus.

  • Bolehkah Jadi Kaum Rebahan?

Bagaimana kalau rebahan? Bukan tidak boleh, rebahan boleh sesekali saja, atau dalam makna yang aseli: istirahat sebagaimana porsinya. Jangan rebahan terus. Lama-kelamaan malah bisa kena asam urat. Tidak mungkin sukses hidup bila pekerjaanya rebahan. Apalagi kalau rebahan jadi kebiasaan bermalas-malasan, sehingga menjelma sebagai kaum rebahan.

Kata “rebah” (berbaring) itu satu akar dengan “roboh” (jatuh).  Kalau rebahan terus, bisa   jadi  “roboh” dan “kaum robohan”, yaitu orang yang gagal dan jatuh dalam hidup karena malas dan tidak berusaha. Bagaimana bisa maju kalau  rebahan? Malah jadi roboh.  Seperti nasib malang sang tokoh dalam kisah “Robohnya Surau Kami”, sebuah karya sastra terkenal dari pujangga A.A. Navis.

  • Kenapa Jadi Kaum Rebahan?

Kenapa harus jadi kaum rebahan? Kalau lelah dan penat karena seharian bekerja, istirahatlah yang baik. Kalau ada masalah, berat maupun ringan, urai dan hadapi untuk diselesaikan. Jangan lari dari masalah dan menambah masalah dengan kerumitan yang lain.

Lalu, menjadi kaum rebahan yang malas-malasan dan membuang diri ke hal-hal yang merugikan hidup. Malas itu mungkin seketika nikmat karena tanpa harus bekerja. Tapi itu kenikmatan sesaat karena pada dasarnya setiap manusia memang harus bekerja dan berusaha.

Dengan itu  mendekatlah kepada Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim, agar jiwa tenang dan ada tempat bergantung yang kokoh. Lalu,  ikhtiar sedapat yang diusahakan. Selebihnya berserah diri kepada Allah. Untuk hidup sukses itu bagai mencari barang hilang. Laksana menemukan mutiara, yang tidaklah gampang. Mana ada barang berharga  mudah dan murah. Semuanya perlu perjuangan dan usaha keras. Itulah makna jihad yang sesungguhnya, mengerahkan segala kemampuan untuk meraih kebahagiaan dan kebermaknaan hidup.

  • Bangkitlah Kaum Muda!

Nabi Muhammad mengingatkan dalam hadis dari Ibnu Abbas, “ni’matàni maghbùnun fìhimà kabìra mina an-nàs as-sihatu wa al-faràgu”. Artinya, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang ” (HR. Bukhari).

Maka, hati-hati di kala kita sehat dan luang, segalanya bisa lalai dan kemudian terpeleset. Moga kita tidak termasuk orang yang lengah karena sehat dan luang waktu.

Inilah 6 Masjid Terindah Di Dunia

LAZ AL HILAL – Masjid merupakan tempat ibadah umat Muslim di seluruh dunia. Bangunan nan suci itu tentunya tersebar di seluruh dunia. Sahabat Al Hilal, seperti yang kita ketahui, masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW adalah masjid Quba di Madinnah. Pembangunan masjid pun tentu nya terus berkembang dari masa ke masa seiring perkembangan zaman.

Lantas, masjid apa saja ya yang termasuk kedalam masjid yang terindah di dunia dengan arsitektur yang indah? Dikutip dari About Islam, sahabat Al Hilal inilah 7 masjid dengan arsitektur yang paling indah di dunia

  1. Masjid Saint Petersburg

Masjid yang berada di Rusia ini merupakan salah satu masjid terindah di dunia dengan nuansa bangunan yang berwarna biru dan teramat sangat memukau bukan?

2. Masjid Nasir al Molk di Iran

Sahabat Al Hilal, dapat kita lihat bagian dalamnya menciptakan efek visual warna-warni yang menakjubkan ketika sinar matahari menyentuh jendela kaca patri yang rumit.

3. Masjid Agung di Kuwait

Arsitektur masjid dengan atap kelopak bunga membuat visual masjid ini terlihat amat sangat indah bukan?

4. Masjid Sultan Ahmet di Turki

Masjid yang paling ikonik di kota Turki ini dikenal sebagai ‘Masjid Biru’ karena 20.000 ubin yang dilukis dengan tangan berwarna biru.

5. Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi

Sahabat Al Hilal masjid ini merupakan masjid terbesar ke-7 di dunia.

6. Masjid Jalil Khayat di Irak

Sahabat Al Hilal, inilah salah satu masjid yang selesai dibangun pada tahun 2007.

Nah itulah enam masjid yang tercatatat sebagai masjid dengan arsitektur yang teramat sangat menawan. Adakah salah satu masjid yang ingin sahabat Al Hilal kunjungi? Atau kah sahabat Al Hilal ingin mengunjungi seluruh masjid tersebut Bersama keluarga karena semua masjid diatas teramat indah?

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Penyaluran Wakaf Quran Wilayah Cimenyan

LAZ AL HILAL – Alhamdulillah, wakaf Quran yang disalurkan untuk wilayah Cimenyan, Bandung telah tersalurkan. Beberapa titik penyaluran wakaf Quran untuk wilayah Cimenyan antara lain Merak Dampit, Cijaringao, dan Lebakgede. Sebanyak 3 dus dan 30 mushaf Al Quran telah diterima oleh penerima wakaf Quran, pada Sabtu (27/03/2021).

Dalam penyaluran wakaf Quran yang didistribusikan untuk tiga titik wilayah yang berada di wilayah Cimenyan seperti merak Dampit, Cijaringao, dan Lebakgede oleh tim perwakilan penyaluran Al Quran LAZISWAF Al Hilal antara lain Adi Triyanto, Rinaldi Akbar, dan Ustadz Andriansyah berhasil bertemu dengan warga dan masyarakat di wilayah tersebut. Beberapa masyarakat yang menjadi perwakilan dalam penerimaan wakaf Quran yang disalurkan pun mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Al Hilal.

“Untuk Pesantren Al Hilal terimakasih semoga Al Quran bermanfaat untuk warga di wilayah Lebakgede dan Pasirluhur. Terimakasih,” ujar salah satu pemuda masjid di wilayah Lebakgede.

Tujuan dari pelaksanaan penyaluran Al Quran yang terlaksana pada hari Sabtu kemarin pun bertujuan untuk menyalurkan Al Quran yang baru untuk dipakai dan digunakan oleh warga di sekitar masjid karena Al Quran yang berada di wilayah tersebut telah banyak yang usang dan tidak layak pakai.

Sahabat Al Hilal, tim penyaluran wakaf Quran yang dilaksanakan hari kemarin mulai melaksanakan kegiatannya pada pukul 08.00 WIB melalui transportasi kendaraan roda dua dan Alhamdulillah sebanyak 3 masjid di wilayah tersebut telah menerima wakaf Quran. Penyaluran yang dikasanakan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Inilah beberapa dokumentasi yang diabadikan oleh tim penyaluran wakaf Quran untuk wilayah Cimenyan, Bandung Barat. MasyaAllah…

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkanku sampai waktu yan dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.” (Qs. Al Munaafiquun: 10)

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Inilah Bukti Kebaikan Islam

LAZ AL HILAL – Sahabat Al Hilal, sudahkah kita mendengarkan pesan Rasulullah SAW dalam hadist yang diriwayatkan dalam Tirmidzi yang berbunyi.

“Di antara tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat  baginya.” (HR Tirmidzi)

Dilansir dari berbagai sumber sesungguhnya para ulama telah menegaskan kedudukan hadist ini menjadi yang utama karena menjelaskan tentang etika, membangun level kebaikan seorang muslim. Dalam hadist itu pula terdapat pesan tersirat tentang bagaimana seorang muslim ketika ingin meninggalkan hal yang sia-sia dalam kehidupannya.

Jika dilihat dari hadist tersebut, berbagai sumber menyatakan beberapa tips yang dapat kita laksanakan ketika ingin keluar dari sesuatu yang sia-sia. Sahabat Al Hilal, inilah beberapa tips ketika kita ingin meninggalkan hal yang sia-sia:

Pertama, Menjauhi segala sesuatu yang tidak berguna. Sahabat Al Hilal ketika kita terlalu sibuk dengan sesuatu yang tidak bermanfaat maka itu adalah salah satu tanda bahwa iman kita sedang lemah. Wallahi’alam bishawab

Kedua, Menghabiskan Waktu untuk hal yang lebih bermanfaat. Sungguh, Islam merupakan agama yang indah, segala hal yang dilakukan oleh manusia telah diatur oleh Allah SWT dalam Al Quran dan hadist agar manusia tidak jatuh ke dalam lubang yang salah.

Sahabat Al Hilal, bukankah Islam tidak mewajibkan kita sebagai manusia agar selalu berdzikir dan diamnya itu berarti berfikir atau seluruh waktu senggangnya harus dihabiskan di dalam masjid? Tentu tidak bukan? Tetapi Islam Islam mengakui fitrah dan insting manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT, yang dijadikan sebagai makhluk yang suka bergembira, bersenang-senang dan bermain-main, sebagaimana mereka dicipta suka makan dan minum. Maka dari itu, Allah SWT memberikan petunjuk-Nya agar manusia tidak jatuh ke dalam lubang yang salah.

Rasulullah SAW bersabda dalam HR. Muslim,

“Demi Zat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya jika engkau disiplin terhadap apa yang pernah engkau dengar ketika bersama aku dan juga tekun dalam zikir, niscaya Malaikat akan bersamamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalanmu. Tetapi hai Handzalah, ‘saa’atan, saa’atan’ (perlahan-lahan, dan berguraulah sewajarnya). Diulanginya ucapan itu sampai tiga kali.” (HR. Muslim)

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Ingat, Rezeki Bukan Hanya Berupa Uang!

LAZ AL HILAL – “Aduh saya belum dapat rezeki lagi!” atau “Sedekahnya nanti dulu deh, Allah belum kasih saya rezeki hari ini” Mungkin itulah kalimat yang sering diucapkan oleh kita ketika mengeluh tak memiliki uang. Tetapi, jangan hanya berfikir bahwa rezeki hanya sebagtas uang ya sahabat Al Hilal! Sehingga ketika suatu hari kita tidak memiliki uang maka kita berfikir bahwa Allah SWT belum memberikan kita rezeki. Bukankah rezeki tidak hanya selalu uang atau materi?

Sungguh alangkah sempitnya ketika kita berfikir seperti itu. Tetapi memang, uang termasuk di antara jenis rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Bukankah kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita merupakan rezeki? Kita masih bisa makan dan masih dapat berlindung di rumah pada hari ini pun merupakan suatu rezeki dari-Nya yang belum tentu orang lain dapat merasakan kenikmatan itu.

Sahabat Al Hilal, mulai hari ini yuk kita perluas makna rezeki yang telah Allah SWT berikan kepada kita emua! Bersyukurlah, karena rezeki yang telah kita terima bukan hanya dibatasi berupa uang saja tetapi kenikmatan dan keberkahan yang telah kita terima pun belum tentu diterima oleh orang lain termasuk teman dan orang-orang terdekat kita.

Sungguh, ketika kita memaknai secara luas rezeki itu maka kita akan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT ketika mendapatkan kenikmatan dari-Nya. InsyaAllah kita tidak akan hanya bersyukur saat mendapatkan uang saja. Wallahu’alam bishawab.

Ingatlah bahwa rezeki dapat datang dari mana pun maka saat ini yuk jangan sampa berpikir bahwa Allah SWT tidak memberikan rezeki apa-apa kepada kita sebagai hamba-Nya. Ingatlah janji Allah SWT dan ingatlah firman-Nya dalam QS. At-Thalaq ayat 3 yang artinya:

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Thalaq: 3)

Dan jangan lupa untuk selalu berikhtiar ya! Karena, Tanpa usaha dan kerja keras, rezeki akan terasa sulit didapat meskipun sudah selalu berdoa kepada Sang Pencipta. InsyaAllah.

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (QS. An-Najm: 39-41)

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

Jika Berdosa Kepada Sesama

LAZ AL HILAL – Dosa kepada sesama manusia lebih berat loh daripada dosa kepada Allah SWT sang maha pemaaf. Mengapa demikian? Karena belum tentu semudah menghapus dosa kepada Allah SWT dengan beristighfar, siapa yang tahu isi manusia apakah orang yang disakiti oleh kita sudah memaafkan atau belum memaafkan.

Sahabat Al Hilal, bahkan Rasulullah SAW pun bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, beliau bersabda

“Barangsiapa yang mempunyai kezhaliman kepada saudaranya mengenai hartanya atau kehormatannya, maka diminta dihalalkanlah kepadanya dari dosanya itu sebelum datang hari di mana nanti tidak ada dinar dan dirham (hari kiamat), di mana akan diambil dari pahala amal kebaikannya untuk membayarnya. Kalau sudah tak ada lagi amal kebaikannya, maka akan diambil dari dosa orang yang teraniaya itu, lalu dipikulkan kepada orang yang menganiaya itu.” (HR Bukhari)

Tentu, ketika kita memiliki dosa kepada manusia, seperti dosa yang paling sulit untuk disembuhkan. Sahabat Al Hilal, dilansir dari berbagai sumberm dosa-dosa yang berkaitan dengan manusia tidak akan cukup jika hanya bertaubat kepada Allah SWT tetapi kita sebagai manusia haru meminta maaf dan keikhlasan dari orang yang pernah kita sakiti.

Jika diibaratkan sama seperti Begitu pula yang berkaitan dengan urusan harta benda, tidak cukup dengan sekedar taubat, tapi mesti harus mengembalikan harta yang pernah dicuri ataupun hutang. Kalau tidak mampu mengembalikan, akuilah perbuatan itu kepada orang yang bersangkutan dan mintalah maaf dan keikhlasannya.

Sungguh, sebagai manusia yang penuh dengan kekhilafan kita dapat terbebas dari dosa tersebut setelah mendapatkan maaf dari orang yang kita sakiti. Bahkan Allah SWT pun tidak akan memaafkan seseorang atas kesalahan yang pernah diperbuatnya dengan sesama manusia sebelum diantara mereka sendiri dapat saling memaafkan. Wallahu’alam bishawab.

Bukankah sangat mulia apabila kita menjadi manusia yang pemaaf?

Dalam QS. An-Nur ayat 22 pun Allah SWT berfirman,

“Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada, tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah?” (QS. An-Nur:22)

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

©️ Laz Al Hilal Copyright Picture

Layanan Ambulance Pengantaran Jenazah Ke Tempat Peristirahatan Terakhir

LAZ AL HILAL – Kamis (25/03/2021) layanagn Ambulance gratis untuk ummat kembali beroperasi. Bapak Luhur Umboro yang berasal dari Cisaranten Wetan menghubungi pihak layanan ambulance gratis LAZISWAF Al Hilal untuk mengajukan permohonan ambulance untuk salah satu keluarganya yaitu Alm. Diki Rahayu ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Sungguh berkat ambulance gratis untuk ummat para masyarakat dan kaum dhuafa yang teramat sangat membutuhkan merasa terbantu dengan pengadaan ambulance gratis. Dan Alhamdulillah Kondosi ambulance gratis untuk umat yang saat ini sedang beroperasi pun teramat sangat layak digunakan untuk saudara-saudara kita diluar sana yang teramat sangat membutuhkan ambulance gratis ini. Karena, kenyamanan dan keamanan para penumpang lah yang kami utamakan.

Sahabat Al Hilal, mungkin kita terbiasa melihat Ambulance di sekitar rumah sakit atau klinik. Karena kita sudah terbiasa melihat ambulance-ambulance tersebut di rumah sakit atau klinik, mungkin kita tidak sadar bahwa di Negeri ini masih banyak orang yang membutuhkan ambulance secara darurat dan tidak sempat untuk datang ke rumah sakit atau klinik.

Melalui Wakaf Pengadaan Produktif Ambulance Gratis, LAZ Al-Hilal berencana akan mengadakan Ambulance Gratis untuk antar jemput pasien yatim dhuafa, tanggap bencana, serta kegiatan sosial lainnya. InsyaAllah dari pengadaan Ambulance Gratis yang Ibu/Bapak wakaf kan tanpa disadari kita telah berinvestasi untuk akhirat kelak. Insyaallah seiring roda Ambulance berputar, maka pahala kita pun mengalir. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Inilah beberapa momen yang telah Ambulance gratis Al Hilal laksanakan untuk mengantarkan jenazah dan tentunya diabadikan oleh kami, agar sahabat Al Hilal serta donatur yang telah menyisihkan Sebagian rezekinya untuk ikut dalam program pengadaan ambulance gratis Al Hilal dapat melihat dan merasakan bagaimana wakaf yang telah dilaksanakan oleh Bapak/Ibu donatur sangat bermanfaat bagi umat.

Informasi & Call Center

🌐 Website: www.alhilal.or.id

☎ Telpon: 022-2005079

📱 WA: 081 2222 02751

×