Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita terlalu fokus pada urusan dunia hingga menunda berbuat kebaikan. Kita menunggu waktu luang, menunggu mampu melakukan amalan besar, atau merasa bahwa amal kecil tidak berarti apa-apa. Padahal, dalam Islam, justru amalan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dan konsisten sangat dicintai Allah SWT.

Sumber gambar oase.id
Rasulullah ﷺ, sebagaimana diriwayatkan oleh Muhammad dalam hadist shahih yang tercantum dalam kitab karya Imam Bukhari dan Imam Muslim, menyampaikan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit. Pesan ini mengajarkan kita tentang pentingnya istiqamah, bukan sekadar besarnya amalan. Berikut amalan sederhana yang Allah cintai
1. Tersenyum kepada Sesama
Senyum adalah amalan yang sangat sederhana, tetapi memiliki dampak besar. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa senyum kepada saudara adalah sedekah. Senyum yang tulus dapat menguatkan ukhuwah (persaudaraan) dan menghadirkan kebahagiaan kecil yang bernilai pahala.
2. Bersedekah dengan Ikhlas
Sedekah tidak harus menunggu jumlah besar. Allah tidak melihat nominalnya, tetapi keikhlasannya. Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 261 artinya “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui” dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menggambarkan balasan sedekah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, setiap tangkai berisi seratus biji. Sedekah kecil yang rutin justru bisa menjadi amal yang terus mengalir pahalanya.
3. Menjaga Salat Berjamaah
Salat berjamaah memiliki keutamaan yang besar, dengan pahala berlipat dibanding salat sendirian. Konsisten menjaga satu waktu salat berjamaah setiap hari bisa menjadi langkah kecil yang sangat dicintai Allah.
4. Menjaga Wudhu
Menjaga wudhu bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga kesiapan hati untuk beribadah. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa dosa-dosa seorang muslim akan berguguran ketika ia menyempurnakan wudhunya. Amalan sederhana ini menjadi fondasi bagi ibadah yang lebih khusyuk.
5. Mendoakan Kebaikan untuk Orang Lain
Doa untuk sesama tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab. Ini adalah bentuk kepedulian yang tulus dan penguat ikatan ukhuwah (persaudaraan). Tanpa diketahui orang lain, kita menanam pahala untuk diri sendiri.
Para ulama seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa amalan kecil yang dilakukan secara konsisten berpotensi menghasilkan pahala lebih besar daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesekali. Bahkan Ibn Al-Jawzi mengibaratkan orang yang tidak konsisten seperti seseorang yang mengetuk pintu lalu pergi, berbeda dengan yang terus mengetuk dengan penuh harap.
Pada akhirnya, kuncinya adalah istiqamah. Memulai dari yang mampu kita lakukan hari ini hal sederhana seperti senyum, sedekah kecil, doa singkat, menjaga wudhu lalu menjaganya dengan ikhlas. Bisa jadi, amalan sederhana yang kita anggap kecil itulah yang justru menjadi alasan Allah mencintai kita dan menghadirkan keberkahan dalam hidup.








