Permasalahan yang sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah sulitnya akses terhadap air bersih. Padahal air adalah kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Air bersih adalah sebuah anugerah. Saat kita dengan mudah memutar keran di rumah, di tempat lain ada saudara kita yang harus menempuh jarak berkilo meter demi mendapatkan beberapa ember untuk minum, mandi, mencuci pakaian, dan bertahan hidup.
Tanpa air, kehidupan seakan terhenti. Krisis air tidak hanya kesehatan dan kebersihan, tetapi juga menghambat aktivitas dan ibadah. Di sejumlah wilayah, sumber air terbatas dan jaraknya jauh. mengancam keberlangsungan hidup, kesehatan, dan yang paling fundamental adalah ibadah. Tak sedikit masyarakat yang harus mengorbankan waktu dan tenaga setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut.

Disinilah wakaf sumur memiliki peran yang begitu besar. Dari satu sumur yang dibangun, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang, melainkan oleh satu daerah bahkan lebih. Sumur itu mungkin terlihat sederhana hanya lubang yang mengalirkan air dari dalam tanah. Namun dibalik kesederhanaannya, tersimpan dampak yang luar biasa bagi kehidupan banyak keluarga.
Air dari satu sumur dapat digunakan untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Anak anak tidak lagi kehilangan waktu belajar karena harus mengambil air. Para orang tua dapat menghemat tenaga untuk bekerja dan mencari nafkah. Lingkungan pun terasa lebih bersih dan sehat.
Sejarah islam telah mencatat teladan mulia dari Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur Raumah ketika madinah mengalami kekeringan. Tindakan beliau bukan hanya menyelesaikan masalah saat itu, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga kini.
Wakaf sumur bukan sekedar pembangunan fisik, tetapi juga investasi akhirat. Dari satu sumur, mengalir bukan hanya air, ada harapan, kesehatan, dan keberkahan yang terus hidup bahkan ketika sang wakif telah tiada.









