Banjir yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, telah meninggalkan duka mendalam bagi ribuan warga. Rumah terendam, aktivitas terhenti, dan berbagai sarana ibadah serta pendidikan mengalami kerusakan parah. Merespons kondisi tersebut, Tim Tanggap Bencana LAZISWAF Pesantren Al Hilal melaksanakan aksi penyaluran bantuan kemanusiaan pada 9–17 Januari 2026.

Aksi kemanusiaan ini merupakan amanah dan titipan dari para orang baik dan dermawan yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Dengan penuh ikhtiar dan semangat, bantuan disalurkan ke 63 desa di 12 kecamatan yang meliputi Banda Mulia, Bandar Pusaka, Bendahara, Karang Baru, Kejuruan Muda, Kota Kualasimpang, Kualasimpang, Manyak Payed, Rantau, Sekerak, Tamiang Hulu, dan Tenggulun, di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Menjangkau Ribuan Penyintas Bencana
Total penerima manfaat dalam program ini mencapai 13.180 jiwa, termasuk 93 lembaga yang terdiri dari pesantren, rumah Qur’an, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam lainnya. Banyak di antara lembaga tersebut berada di pelosok Aceh Tamiang dan masih menghadapi kesulitan berat pasca banjir. Mushaf Al-Qur’an dan Iqra di sejumlah tempat dilaporkan rusak bahkan hanyut terbawa banjir, sehingga sangat menghambat aktivitas belajar mengajar Al-Qur’an.



Bantuan Menyeluruh untuk Kebutuhan Dasar dan Ibadah
Melalui aksi ini, LAZISWAF Pesantren Al Hilal berupaya menghadirkan bantuan yang menyentuh berbagai kebutuhan mendesak penyintas, mulai dari logistik, pangan, sandang, hingga sarana ibadah dan pendidikan Al-Qur’an.
Adapun bantuan yang berhasil disalurkan antara lain:
- Mushaf Al-Qur’an sebanyak 6.160 pcs
- Buku bacaan umum 3.360 pcs dan buku bacaan anak 800 pcs
- Iqra sebanyak 1.280 pcs
- Perlengkapan ibadah berupa sarung, mukena, dan sajadah
- Sembako untuk puluhan keluarga penyintas
- Pakaian dan pakaian dalam untuk anak-anak dan orang dewasa
- Produk kebersihan guna menjaga kesehatan pasca banjir
- Snack, filter air minum, serta alat tulis sekolah (ATK)
- Santunan santri dan guru ngaji, serta Bantuan Operasional Pesantren (BOP) untuk satu lokasi yang menaungi ratusan jiwa
Dengan bantuan tersebut, tim berharap dapat meringankan beban para penyintas, sekaligus membantu mereka bangkit kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak.

Mengukir Senyuman di Tengah Ujian
“Kami mau baca Qur’an pun ndak bisa, hancur semua terendam lumpur. jadi nak bisa dipakai lagi bang.” ujar Raihan, salah satu santri dari Pesantren Syukroniah yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
Di tengah keterbatasan dan duka pasca bencana, kehadiran bantuan ini setidaknya mampu mengukir sedikit senyuman di wajah saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Mushaf Al-Qur’an dan Iqra yang kembali hadir menjadi harapan baru agar cahaya Al-Qur’an tetap terjaga, meskipun ujian datang silih berganti. LAZISWAF Pesantren Al Hilal menyadari bahwa kebutuhan di lapangan masih sangat besar. Banyak pesantren, madrasah, dan rumah Qur’an yang masih membutuhkan uluran tangan. Oleh karena itu, dukungan dan kepedulian dari masyarakat luas masih sangat diperlukan.
Penutup
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dermawan dan orang-orang baik yang telah mempercayakan sedekah dan donasinya melalui LAZISWAF Pesantren Al Hilal. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi wasilah kebaikan, mengalirkan pahala tanpa putus, serta dibalas Allah SWT dengan keberkahan rezeki dan perlindungan dalam setiap langkah.
Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan saudara-saudara kita yang sedang diuji, dan menjadikan kita semua bagian dari orang-orang yang peduli serta ringan tangan dalam membantu sesama. Aamiin.
Penulis: Indra Rizki









