Misi kemanusiaan Tim Laziswaf Al Hilal di Aceh Tamiang masih berlanjut pada Selasa (9/12). Usai mengunjungi posko pengungsian, tim penyaluran bergerak menuju beberapa pusat pendidikan Islam tertua yang juga menjadi korban keganasan banjir bandang. Tujuan utama tim adalah Pesantren Syukroniah yang berlokasi di Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda—salah satu pesantren tertua di Aceh Tamiang. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, tim Laziswaf Al Hilal membagikan konsumsi kepada warga yang ditemui di jalan.

Setibanya di Pesantren Syukroniah, tim menyaksikan pemandangan yang menunjukkan betapa dahsyatnya debit air. Banyak Infrastruktur Hancur, bangunan pesantren berada dalam kondisi sangat hancur, plafon rusak parah dan Buku kitab, ruangan belajar, asrama, dan masjid semuanya rusak parah tak tersisa.

Kondisi Pesantren Al Walidain

Perjalanan berlanjut ke Pesantren Al Walidain yang juga terdampak bencana, berlokasi di Kampung Alur Seret, Kecamatan Kejuruan Muda. Kondisi pesantren ini relatif lebih sepi karena seluruh santri telah dipulangkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Bukti besarnya debit air terlihat jelas, di mana tim menemukan lemari, kursi, hingga meja belajar tersangkut di atas pohon karena terseret arus banjir yang begitu kencang.
Seluruh upaya penyaluran bantuan dan peninjauan langsung ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan penuh dari masyarakat. Tim Laziswaf Al Hilal menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.

Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para dermawan, orang baik, dan Sahabat Al Hilal yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang kesulitan di Aceh Tamiang. Insya Allah, setiap kebaikan dan infak yang disalurkan akan menjadi saksi amal jariyah di akhirat kelak. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Anda semua dengan pahala berlipat ganda.









