Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Category: Berita

Pelaksanaan Qurban di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru, Tebar Kebahagiaan untuk Warga dan Santri Dhuafa

Pelaksanaan Qurban di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru, Tebar Kebahagiaan untuk Warga dan Santri Dhuafa

 

Alhamdulillah, suasana ramai dan kebersamaan terasa sejak pagi hari saat panitia, santri, dan relawan bersama-sama membantu proses pelaksanaan qurban usai sholat Idul Adha. Penyembelihan hewan qurban ini sendiri dilaksanakan di/ Pesantren Al Hilal 2 Cibiru telah dilaksanakan dengan lancar pada 28 Mei 2026. S

Pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini, sekitar 4 ekor sapi disembelih di lingkungan Pesantren Al Hilal 2 Cibiru. Hewan-hewan qurban tersebut merupakan amanah dari para pequrban, Sahabat Al Hilal, dan Orang Baik yang telah mempercayakan qurbannya melalui LAZISWAF Al Hilal.

Proses penyembelihan dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai syariat Islam. Para santri dan pihak p[esantren juga turut menyaksikan dan membantu proses pelaksanaan qurban sebagai bagian dari pembelajaran tentang nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

InsyaAllah, daging qurban yang telah disembelih ini tidak hanya akan didistribusikan kepada warga sekitar yang membutuhkan, tetapi juga kepada para santri dhuafa serta santri yang sedang mondok dan menempuh pendidikan di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru. Bagi sebagian masyarakat dan dhuafa, momen Idul Adha menjadi salah satu waktu yang penuh kebahagiaan karena dapat merasakan nikmatnya hidangan daging qurban bersama teman-teman dan keluarga besar pesantren.

Kegiatan qurban ini juga menjadi bukti bahwa ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan kebahagiaan untuk banyak orang. Alhamdulillah, pelaksanaan qurban di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru dapat berjalan dengan baik berkat dukungan para Sahabat Al Hilal dan Orang Baik. Semoga setiap hewan qurban yang diamanahkan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh pequrban serta masyarakat yang menerimanya.

Penulis: Indra Rizki

 

LAZISWAF Al Hilal dan Donatur Singapura Salurkan Hewan Qurban ke Pelosok Cibitung

LAZISWAF Al Hilal dan Donatur Singapura Salurkan Hewan Qurban ke Pelosok Cibitung

 

Alhamdulillah, kebahagiaan Hari Raya Idul Adha kembali dirasakan oleh masyarakat di daerah Cibitung, Kampung Pasir Angin, pada 28 Mei 2026. Tim penyaluran dari LAZISWAF Al Hilal bersama perwakilan donatur hewan qurban dari Singapura turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan hewan qurban kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan penyaluran berlangsung dengan pebuh kehangatan dan rasa syukur. Warga tampak antusias menyambut kedatangan tim penyaluran serta para donatur yang datang langsung untuk melihat proses distribusi qurban di daerah tersebut. Bahkan bukan cuma menyalurkan hewan qurban, tim Penyaluran Laziswaf Al Hilal juga menyallurkan es krim untuk anak-anak disana.

Alhamdulillah, banyak warga yang mengucapkan rasa terima kasih karena di daerah mereka masih cukup jarang terdapat pelaksanaan qurban setelah shalat Idul Adha. Kehadiran hewan qurban ini pun menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat setempat. Sebagian warga mengaku bahwa tidak setiap tahun mereka bisa merasakan pembagian daging qurban dalam jumlah yang cukup. Karena itu, bantuan qurban yang datang dari para dermawan dan Sahabat Al Hilal menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Bapak Sulaiman selaku perwakilan donatur hewan qurban dari Singapura yang turut berkunjung langsung ke lokasi juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Kampung Pasir Angin. Beliau berharap daging qurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat, menghadirkan kebahagiaan, serta menjadi keberkahan bagi warga yang menerimanya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti bahwa semangat berbagi dan kepedulian kepada sesama dapat menjangkau hingga daerah pelosok yang minim pequrban. Melalui qurban, bukan hanya daging yang dibagikan, tetapi juga rasa persaudaraan, kepedulian, dan kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha. InsyaAllah, LAZISWAF Al Hilal akan terus berupaya menyalurkan amanah qurban dan berbagai program kebaikan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah pelosok dan minim bantuan.

Penulis: Indra Rizki

 

Hangatnya Silaturahmi Qurban, Donatur Singapura dan LAZISWAF Al Hilal Salurkan Daging Qurban Untuk Warga di Kampung Pabuaran

Hangatnya Silaturahmi Qurban, Donatur Singapura dan LAZISWAF Al Hilal Salurkan Daging Qurban Untuk Warga di Kampung Pabuaran

 

Alhamdulillah, semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha terus dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah. Pada 28 Mei 2026, tim penyaluran dari LAZISWAF Al Hilal bersama para donatur hewan qurban dari Singapura kembali melanjutkan kegiatan penyaluran qurban ke Kampung Pabuaran, wilayah Cililin.

Setelah sebelumnya menyalurkan hewan qurban di daerah Cibitung, rombongan melanjutkan perjalanan untuk bersilaturahmi langsung dengan masyarakat di Kampung Pabuaran. Kehadiran para donatur dari Singapura pun disambut hangat oleh warga sekitar. Tidak hanya menyerahkan daging qurban, para donatur juga turut menyambangi beberapa rumah warga secara langsung. Dengan penuh kehangatan, mereka bertegur sapa, berbincang sederhana, dan menyerahkan daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Suasana penuh kebersamaan begitu terasa. Momen ini menjadi bukti bahwa ibadah qurban bukan hanya tentang berbagi makanan, tetapi juga mempererat ukhuwah dan menghadirkan kepedulian antar sesama Muslim meski berasal dari negara yang berbeda. Warga pun tampak bahagia dan bersyukur atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Bagi sebagian masyarakat, kunjungan langsung dari para donatur menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh haru.

Melalui kesempatan ini, LAZISWAF Al Hilal juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur hewan qurban dari Singapura yang telah jauh-jauh datang untuk bersilaturahmi ke Indonesia sekaligus menyalurkan amanah qurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Insya Allah segala kebaikan, pengorbanan, dan kepedulian yang diberikan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT serta membawa keberkahan bagi seluruh donatur dan keluarga. Semoga pula perjalanan para donatur kembali ke Singapura diberikan keselamatan, kesehatan, dan kemudahan hingga sampai ke tujuan dengan baik. Aamiin.

InsyaAllah, semangat berbagi dan silaturahmi seperti ini akan terus menjadi penguat ukhuwah Islamiyah dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan hingga pelosok daerah.

Penulis: Indra Rizki

Dari Qurban Kita Belajar Arti Ikhlas dan Indahnya Berbagi

Dari Qurban Kita Belajar Arti Ikhlas dan Indahnya Berbagi

 

Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan qurban. Lebih dari itu, qurban adalah pelajaran tentang keikhlasan, kepedulian, dan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Melalui ibadah qurban, kita belajar bahwa nilai sebuah pemberian bukan hanya dilihat dari besar atau mahalnya, tetapi dari ketulusan hati saat berbagi untuk sesama.

Bisa jadi, sesuatu yang terlihat sederhana bagi kita justru menjadi kebahagiaan besar bagi orang lain. Terutama bagi saudara-saudara kita di pelosok desa yang mungkin serba kekurangan dan jarang sekali menikmati daging dalam kehidupan sehari-hari.

Ada anak-anak yatim, kaum dhuafa, hingga masyarakat di daerah terpencil yang menunggu datangnya Idul Adha karena itulah salah satu momen langka mereka bisa merasakan nikmatnya hidangan daging bersama keluarga. Allah SWT berfirman: “Makanlah sebagian darinya (daging qurban) dan berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)

Ayat diatas mengingatkan kita bahwa qurban bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan kebahagiaan yang dibagikan kepada sesama muslim. Karena itu, ibadah qurban sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai tradisi tahunan semata. Qurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan seharusnya diusahakan oleh setiap muslim yang memiliki kemampuan.

Mulailah mempersiapkannya dari sekarang. Belajar meyisihkan rezeki sedikit demi sedikit, menabung untuk qurban, dan membangun niat agar suatu hari bisa menjadi bagian dari orang-orang yang mampu berqurban di jalan Allah. Sebab qurban bukan hanya tentang membeli hewan terbaik, tetapi tentang melatih hati agar lebih ikhlas, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Bagi Sahabat Al Hilal yang tahun ini belum Allah mudahkan untuk berqurban, jangan berkecil hati dan jangan berhenti berikhtiar. InsyaAllah setiap niat baik akan dicatat sebagai pahala. Semoga Allah memberikan kesehatan, kelapangan rezeki, dan umur panjang agar di Idul Adha tahun depan kita semua bisa diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah qurban dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan.

Informasi Selengkapnya: Instagram

Penulis: Indra Rizki

Mari Menjemput Berkah Dengan Sedekah Subuh

Mari Menjemput Berkah Dengan Sedekah Subuh

 

Ada satu waktu istimewa yang sering terlewatkan begitu saja, yaitu waktu subuh. Saat sebagian orang masih terlelap, ada kesempatan besar bagi kita untuk membuka hari dengan kebaikan yang luar biasa sedekah subuh. Sedekah di waktu subuh bukan sekadar memberi, tapi tentang memulai hari dengan niat yang lurus dan hati yang lapang. Di saat langit masih gelap dan suasana masih tenang, setiap kebaikan yang dilakukan terasa lebih tulus dan mendalam.

Dalam ajaran Islam, waktu subuh adalah waktu yang penuh keberkahan. Bahkan disebutkan bahwa setiap pagi, ada doa kebaikan bagi orang yang bersedekah. Ini menjadi pengingat bahwa hari yang kita jalani bisa dimulai dengan keberkahan, hanya dari satu langkah kecil.

Sedekah subuh tidak harus besar. Tidak perlu menunggu kaya atau menunggu punya lebih. Bahkan dari nominal kecil, jika dilakukan dengan ikhlas dan rutin, bisa menjadi amalan yang sangat berarti. Yang terpenting adalah konsistensi dan niat karena Allah.

Bentuknya pun bisa beragam. Bisa melalui kotak amal di masjid, transfer ke lembaga zakat, atau donasi via online yang saat ini sudah sangat mudah ditemukan. Yang penting, kita menyisihkan sebagian rezeki di waktu terbaik ini. Menariknya, sedekah subuh juga berdampak pada hati. Ia membuat hati lebih tenang, lebih ringan, dan lebih siap menghadapi aktivitas sehari-hari. Ada rasa cukup dan keyakinan bahwa apa yang kita keluarkan tidak akan pernah sia-sia.

Insya Allah orang yang terbiasa bersedekah di waktu subuh akan merasakan kemudahan dalam urusan, kelapangan rezeki, dan ketenangan dalam menjalani hidup. Bukan karena jumlahnya, tapi karena keberkahannya. Jadi, mulai besok pagi, yuk coba sisihkan sedikit rezeki kita di waktu subuh. Tidak perlu besar, tidak perlu rumit. Cukup mulai dari yang kita mampu. Karena bisa jadi, dari sedekah kecil di waktu subuh itulah, Allah bukakan pintu-pintu kebaikan sepanjang hari kita.

Penulis: Indra Rizki

 

Amalan Hari Arafah: Dzikir, Puasa, dan Keutamaan yang Wajib Anda Ketahui

Amalan Hari Arafah: Dzikir, Puasa, dan Keutamaan yang Wajib Anda Ketahui

Lembaga Amil Zakat Bandung, LAZISWAF Al Hilal, melalui program Qurban Day 1447 H, mengajak seluruh umat Islam untuk memaksimalkan amalan di Hari Arafah, 9 Dzulhijjah. Hari Arafah bukan sekadar hari sebelum Idul Adha — ini adalah salah satu hari paling mulia dalam setahun, di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan membanggakan hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu mengetahui amalan-amalan yang dianjurkan pada hari istimewa ini.

Mengapa Hari Arafah Begitu Istimewa?

Amalan Hari Arafah: Dzikir, Puasa, dan Keutamaan yang Wajib Anda Ketahui

Amalan Hari Arafah: Dzikir, Puasa, dan Keutamaan yang Wajib Anda Ketahui

Pertama-tama, kita perlu memahami keistimewaan Hari Arafah dari perspektif Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dengan tegas tentang kemuliaan hari-hari tertentu:

وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Wal-fajr, wa layaalin ‘asyr

“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para mufassir besar seperti Ibnu Abbas menegaskan bahwa “malam yang sepuluh” merujuk pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yang di dalamnya terdapat Hari Arafah. Selain itu, Allah SWT secara khusus bersumpah atas Hari Arafah dalam ayat lain:

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ

Wa syaahidin wa masyhuud

“Dan demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. Al-Buruj: 3)

Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi menjelaskan bahwa “yang menyaksikan” adalah Hari Jumat dan “yang disaksikan” adalah Hari Arafah. Ini membuktikan betapa agungnya kedudukan Hari Arafah di sisi Allah SWT.

🌟 Rayakan Hari Arafah dengan Berqurban!

💬 Daftar Qurban via WhatsApp

Amalan 1: Membaca Surat Al-Ikhlas Sebanyak 1.000 Kali

📖 Membaca Surat Al-Ikhlas 1000x

Amalan pertama yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah adalah membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali. Para ulama menyebutkan bahwa membaca surat ini pada hari mulia tersebut mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Kemudian, setelah selesai membaca Surat Al-Ikhlas, dianjurkan untuk memperbanyak bacaan tahlid berikut ini:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ۝ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaaha illal laahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli sya-in qadiir

“Tiada Tuhan selain Allah, semata-mata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya kerajaan dan hanya milik-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Selanjutnya, amalan-amalan sunah Idul Adha lainnya yang sering terlewatkan juga penting untuk kita perhatikan dan amalkan.

Amalan 2: Memperbanyak Dzikir dan Tasbih

📿 Dzikir Pagi dan Sore Hari Arafah

Selain tahlid, amalan utama di Hari Arafah adalah memperbanyak bacaan dzikir berikut sebanyak-banyaknya:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ۝ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subhaanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar. Wa laa hawla wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Dzikir ini sangat dianjurkan untuk dibaca secara berulang-ulang, terutama pada pagi dan sore hari Arafah. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Yaa ayyuhalladziina aamanudzkurullaha dzikran katsiraa

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)

Amalan 3: Menunaikan Puasa Arafah

Di samping dzikir dan doa, menunaikan Puasa Arafah adalah amalan paling utama pada hari ini. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa pada Hari Arafah menghapus dosa dua tahun — satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang. Untuk mengetahui jadwal lengkap puasa sunah ini, kunjungi panduan jadwal Idul Adha 2026 dari Al Hilal.

Keutamaan Puasa Arafah: Penghapus Dosa dan Pembebasan dari Neraka

Hari Arafah membawa tiga keutamaan utama yang wajib kita raih, yaitu: pertama, menghapus dosa-dosa; kedua, dilipatgandakannya pahala amal; dan ketiga, menjadi hari pembebasan dari siksa neraka. Ketiga keutamaan ini tentunya menjadi motivasi yang sangat kuat bagi setiap Muslim untuk tidak melewatkan amalan di hari yang sangat agung ini.

Sempurnakan dengan Qurban bersama Lembaga Amil Zakat Bandung

Selain memperbanyak amalan pada Hari Arafah, cara terbaik untuk mengisi spirit Dzulhijjah adalah dengan menunaikan ibadah qurban. Lembaga Amil Zakat Bandung, LAZISWAF Al Hilal, hadir sebagai mitra terpercaya Anda dalam menunaikan qurban dengan amanah. Dengan pengalaman bertahun-tahun sebagai Lembaga Amil Zakat Bandung yang telah mendapat kepercayaan masyarakat, Al Hilal memastikan hewan qurban Anda berkualitas dan tersalurkan secara merata.

Sebagai Lembaga Amil Zakat Bandung resmi berizin Kementerian Agama (SK No. 1114 Tahun 2023), Al Hilal juga melaporkan keuangannya secara transparan. Simak laporan keuangan resmi Al Hilal sebagai bukti nyata amanah kami. Segera daftarkan qurban Anda dan kunjungi layanan Al Hilal di Bandung.

🐑 Amalan Hari Arafah belum lengkap tanpa Qurban!

Hubungi Lembaga Amil Zakat Bandung Al Hilal sekarang dan wujudkan qurban terbaik Anda.

💬 Hubungi Kami Sekarang

Penutup

Hari Arafah adalah anugerah luar biasa dari Allah SWT yang sayang sekali untuk kita lewatkan. Oleh sebab itu, isi hari istimewa ini dengan membaca Al-Ikhlas 1.000 kali, memperbanyak dzikir dan tasbih, serta menunaikan puasa Arafah. Selanjutnya, lengkapi seluruh amalan Anda dengan berqurban bersama Lembaga Amil Zakat Bandung LAZISWAF Al Hilal. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di WA: 081 2222 02751 atau email: cs@alhilal.or.id.

Kantor Pusat: Pesantren Al Hilal Gegerkalong, Jl. Gegerkalong Hilir No.155A, Sarijadi, Sukasari, Bandung | Telp: 022 2005079 | WA: 081 2222 02751

Penulis: Muhammad Dwiki Septianto | LAZISWAF Al Hilal — Lembaga Amil Zakat Bandung

Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Cara Menunaikannya

Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Cara Menunaikannya

Lembaga Amil Zakat Bandung, LAZISWAF Al Hilal, mengajak seluruh umat Muslim untuk memanfaatkan dua amalan sunah mulia sebelum Idul Adha 2026, yaitu Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Berdasarkan poster resmi Qurban Day Al Hilal, tahun ini Puasa Tarwiyah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026 dan Puasa Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita semua untuk memahami keutamaan serta cara pelaksanaannya agar ibadah kita semakin sempurna.

🐄 Qurban Day Al Hilal 2026 — Daftarkan Qurban Anda Sekarang!

Hubungi Kami via WhatsApp

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah?

Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Cara Menunaikannya

Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Cara Menunaikannya

Sebelum kita membahas lebih jauh, penting untuk memahami pengertian kedua puasa ini secara tepat. Puasa Tarwiyah adalah puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sementara itu Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kedua puasa ini termasuk dalam rangkaian amalan sunah Idul Adha yang sering terlewatkan, padahal keutamaannya sangat luar biasa.

Secara harfiah, kata “Tarwiyah” berasal dari bahasa Arab yang berarti merenungkan atau mempertimbangkan. Hari Tarwiyah merujuk pada saat jamaah haji mulai bergerak menuju Mina untuk bermalam sebelum wukuf di Arafah. Adapun Hari Arafah adalah puncak ibadah haji di mana para jamaah melakukan wukuf di Padang Arafah.

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah 2026

Puasa Tanggal Hijriah Tanggal Masehi Hari
Tarwiyah 8 Dzulhijjah 1447 H 25 Mei 2026 Senin
Arafah 9 Dzulhijjah 1447 H 26 Mei 2026 Selasa

Untuk informasi lengkap jadwal Idul Adha 2026, silakan baca artikel kami: Qurban 2026 Kapan Dilaksanakan? Jadwal Resmi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU.

Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Hari-Hari Dzulhijjah

Allah SWT secara langsung bersumpah atas kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dalam firman-Nya:

وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ulama tafsir, termasuk Ibnu Katsir, sepakat bahwa “malam yang sepuluh” dalam ayat ini merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh sebab itu, setiap amal kebaikan yang kita lakukan pada periode ini — termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah — memiliki nilai yang sangat agung di sisi Allah SWT.

Selain itu, Allah SWT juga menegaskan pentingnya mensyukuri nikmat dan beribadah pada waktu-waktu yang mulia:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Ayat ini menjadi landasan utama ibadah qurban sekaligus mempertegas bahwa mendekatkan diri kepada Allah di hari-hari Dzulhijjah — termasuk melalui puasa sunah — adalah bentuk ketaatan yang paling mulia. Selanjutnya, Allah SWT berfirman tentang keistimewaan hari-hari yang telah ditentukan:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Dan mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28)

Jumhur ulama menafsirkan “hari-hari yang telah ditentukan” sebagai sepuluh hari awal Dzulhijjah, mencakup hari Tarwiyah dan Arafah.

Keutamaan Puasa Arafah yang Luar Biasa

Di antara dua puasa ini, Puasa Arafah memiliki keutamaan yang paling istimewa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa pada Hari Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun — satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang (HR. Muslim). Ini tentu saja menjadi motivasi yang sangat kuat bagi kita untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini.

Selain menghapus dosa, Hari Arafah juga merupakan hari di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Baihaqi, tidak ada hari yang lebih banyak pembebasan dari neraka selain Hari Arafah. Dengan demikian, berpuasa pada hari ini adalah cara terbaik untuk meraih ampunan-Nya.

Bagaimana Cara Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Pelaksanaan kedua puasa ini sama seperti puasa sunah pada umumnya. Pertama, niatkan di dalam hati pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Kedua, menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga terbenamnya matahari. Ketiga, perbanyak dzikir, doa, dan bacaan Al-Qur’an selama menjalankan puasa. Silakan juga baca: Hal yang Perlu Disiapkan Menyambut Idul Adha.

Lengkapi Ibadah dengan Berqurban bersama Lembaga Amil Zakat Bandung

Setelah melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah, selanjutnya sempurnakan ibadah Anda dengan menunaikan qurban. Lembaga Amil Zakat Bandung, LAZISWAF Al Hilal, siap membantu Anda menunaikan ibadah qurban dengan mudah, amanah, dan transparan. Sebagai Lembaga Amil Zakat Bandung yang telah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Agama (SK No. 1114 Tahun 2023), Al Hilal menjamin setiap hewan qurban Anda tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan.

Lebih dari itu, Lembaga Amil Zakat Bandung Al Hilal juga menyediakan laporan keuangan yang terbuka dan dapat diakses publik melalui halaman laporan keuangan resmi alhilal.or.id. Transparansi ini menjadi bukti nyata komitmen Al Hilal dalam menjaga kepercayaan para donatur.

 Sudah siap berqurban bersama Al Hilal?

Hubungi Lembaga Amil Zakat Bandung kami sekarang dan dapatkan informasi lengkap program Qurban Day 2026!

Chat WhatsApp Sekarang

Penutup: Jangan Lewatkan Hari-Hari Mulia Ini

Kesimpulannya, Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dua ibadah sunah yang memberikan manfaat luar biasa bagi setiap Muslim. Puasa Tarwiyah jatuh pada Senin 25 Mei 2026 dan Puasa Arafah pada Selasa 26 Mei 2026. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Selanjutnya, lengkapi amalan Anda dengan berqurban bersama Lembaga Amil Zakat Bandung LAZISWAF Al Hilal. Untuk informasi lebih lanjut tentang qurban, kunjungi halaman qurban Al Hilal atau hubungi kami di 081 2222 02751. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di hari-hari yang penuh berkah ini.

Kantor Pusat: Pesantren Al Hilal Gegerkalong, Jl. Gegerkalong Hilir No.155A, Sarijadi, Sukasari, Bandung | Telp: 022 2005079 | WA: 081 2222 02751 | Email: cs@alhilal.or.id

Penulis: Muhammad Dwiki Septianto | LAZISWAF Al Hilal

Rahasia Hati Tenang dan Hidup Penuh Berkah

Rahasia Hati Tenang dan Hidup Penuh Berkah

 

Dalam kehidupan, gesekan dan kesalahpahaman hampir mustahil dihindari. Entah itu dengan keluarga, sahabat, ataupun rekan kerja. Rasa kecewa dan sakit hati bisa datang kapan saja tanpa diduga. Namun, Islam hadir dengan ajaran yang terlihat sederhana tetapi memiliki kekuatan besar, yaitu saling memaafkan.

Memaafkan bukan hanya tentang berdamai dengan orang lain. Lebih dari itu, memaafkan juga menjadi jalan untuk menenangkan hati, memperbaiki hubungan sosial, hingga membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Berikut beberapa keutamaan saling memaafkan yang penting untuk dipahami:

1. Memaafkan adalah Bentuk Ketaatan kepada Allah SWT

Saling memaafkan merupakan perintah dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 22 , artinya “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.”

Ayat ini mengajarkan bahwa memaafkan adalah salah satu bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Ketika kita memilih memaafkan kesalahan orang lain, sesungguhnya kita sedang berharap agar Allah juga mengampuni dosa-dosa kita. Sikap ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

2. Memaafkan Membuat Hati Lebih Tenang

Menyimpan dendam hanya akan membuat hati terasa berat. Seseorang yang terus mengingat kesalahan orang lain biasanya akan mudah gelisah, marah, bahkan kehilangan ketenangan hidup. Sebaliknya, ketika seseorang memilih untuk memaafkan, ada rasa lega yang muncul dari dalam hati.

3. Pikiran yang Jernih Membuka Peluang Rezeki

Hati yang dipenuhi amarah dan kebencian sering kali membuat seseorang sulit fokus. Akibatnya, pekerjaan menjadi terganggu dan keputusan yang diambil pun kurang maksimal. Saat hati bersih dari dendam, pikiran menjadi lebih jernih. Seseorang akan lebih mudah berpikir positif, produktif, dan semangat menjalani aktivitas. Dari sinilah peluang rezeki bisa datang, baik melalui pekerjaan, usaha, maupun kesempatan-kesempatan baik lainnya.

4. Mempererat Hubungan Sosial dan Silaturahmi

Saling memaafkan mampu memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Hubungan yang harmonis akan menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan penuh kebaikan. Tidak sedikit pintu rezeki terbuka melalui hubungan yang baik dengan sesama. Bisa melalui kerja sama, rekomendasi pekerjaan, bantuan, atau dukungan dari orang lain. Karena itu, menjaga silaturahmi dengan hati yang lapang juga menjadi salah satu jalan datangnya rezeki.

5. Memaafkan adalah Tanda Kekuatan Diri

Masih banyak orang yang menganggap bahwa memaafkan berarti kalah atau lemah. Padahal, justru memaafkan adalah tanda kekuatan hati yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, melainkan orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Menahan emosi ketika mampu membalas, lalu memilih memaafkan, adalah bentuk kedewasaan dan pengendalian diri yang tidak semua orang mampu lakukan.

Memaafkan adalah investasi kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat, namun seiring waktu akan membawa banyak kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan. Hubungan sosial menjadi lebih baik, hati lebih tenang, dan hidup terasa lebih ringan. Bahkan, bukan tidak mungkin Allah membuka pintu rezeki melalui jalan-jalan yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan.

Keutamaan saling memaafkan bukan hanya tentang memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Dari sikap sederhana ini, banyak kebaikan yang bisa hadir dalam hidup, mulai dari ketenangan hati, hubungan sosial yang harmonis, hingga datangnya rezeki yang penuh keberkahan.

 

Nyalakan Cahaya Al-Quran Hingga ke Pelosok Indonesia Timur

Nyalakan Cahaya Al-Quran Hingga ke Pelosok Indonesia Timur

 

Di tengah keterbatasan yang ada, masih banyak saudara muslim kita di pelosok negeri yang tetap semangat belajar mengaji dan menghafal Al-Quran. Mereka datang ke TPQ dengan penuh antusias, meski harus menempuh jarak yang jauh dari pusat kota dan menghadapi fasilitas belajar yang sangat sederhana.

Salah satunya adalah para santri di TPQ Darul Huffaz NW Sigek yang berada di Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di tempat ini, anak-anak terus belajar membaca dan menghafal Al-Quran dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.

Sayangnya, kondisi mushaf Al-Quran yang digunakan sebagian besar sudah cukup memprihatinkan. Ada yang sampulnya rusak, lembarannya mulai lepas, bahkan beberapa halaman sudah hilang dan tidak lengkap lagi. Jumlah Al-Quran yang tersedia pun belum mencukupi untuk seluruh santri yang belajar.

Namun keterbatasan itu tidak membuat semangat mereka padam. Dengan mushaf seadanya, mereka tetap duduk rapi, belajar mengaji, dan berusaha menjaga hafalan ayat demi ayat. Pemandangan inilah yang menjadi pengingat bagi kita, betapa besar perjuangan mereka dalam menjaga cahaya Al-Quran tetap hidup di pelosok negeri.

Melalui program “Sedekah Quran”, Sahabat Al Hilal diajak untuk ikut mengambil bagian dalam menghadirkan mushaf Al-Quran yang layak bagi para santri di pedalaman. InsyaAllah, setiap huruf yang mereka baca, lafalkan, dan hafalkan dari mushaf yang kita bantu hadirkan akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir.

Karena sesungguhnya, membantu orang lain belajar Al-Quran bukan hanya tentang memberikan Al Qur’an, tetapi juga tentang menyalakan harapan, menjaga semangat belajar agama, dan menghadirkan cahaya Islam hingga ke pelosok negeri.

Mari bersama kirimkan mushaf terbaik untuk para santri di Lombok Timur. Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi amal jariyah yang terus hidup, bahkan hingga kita telah tiada.

Informasi Sedekah Quran:

Youtube: https://www.youtube.com/c/sebarquranindonesia/videos

Instagram: https://www.instagram.com/sebarquran.indonesia/

 

Ke Mana Zakat Disalurkan? Ini 8 Golongan yang Berhak Menerimanya

Ke Mana Zakat Disalurkan? Ini 8 Golongan yang Berhak Menerimanya

 

Zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang memiliki peran besar dalam membantu sesama. Namun, masih banyak yang bertanya, sebenarnya zakat disalurkan ke mana dan siapa saja yang berhak menerimanya?

Dalam Islam, penyaluran zakat telah diatur secara jelas dalam Al-Qur’an, tepatnya pada QS At-Taubah ayat 60

اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ۝

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa zakat hanya boleh diberikan kepada delapan golongan atau yang dikenal dengan asnaf. Hal ini menunjukkan bahwa zakat tidak boleh disalurkan sembarangan, melainkan harus tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Berikut delapan golongan penerima zakat:

1. Fakir

Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Mereka menjadi prioritas utama dalam penyaluran zakat karena berada dalam kondisi ekonomi yang sangat lemah.

2. Miskin

Miskin adalah orang yang memiliki penghasilan, tetapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walaupun memiliki pekerjaan, mereka tetap membutuhkan bantuan agar dapat hidup lebih layak.

3. Amil

Amil merupakan pihak yang bertugas mengelola zakat, mulai dari pengumpulan hingga penyalurannya. Mereka berhak menerima bagian zakat karena menjalankan amanah dalam membantu distribusi zakat kepada masyarakat.

4. Muallaf

Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam atau yang membutuhkan penguatan hati dan keimanannya. Zakat diberikan sebagai bentuk dukungan agar mereka semakin mantap menjalankan ajaran Islam.

5. Riqab

Riqab pada masa dahulu merujuk pada budak yang ingin memerdekakan dirinya. Dalam konteks saat ini, maknanya dapat dipahami sebagai membantu orang-orang yang hidup dalam keterbatasan, penindasan, atau kehilangan kebebasan hidup secara layak.

6. Gharimin

Gharimin adalah orang yang memiliki utang karena kebutuhan mendesak dan bukan untuk hal yang dilarang agama. Zakat membantu mereka agar dapat keluar dari kesulitan finansial yang sedang dihadapi.

7. Fisabilillah

Fisabilillah berarti perjuangan di jalan Allah. Penyaluran zakat pada golongan ini dapat berupa dukungan untuk pendidikan Islam, dakwah, kegiatan sosial, hingga program kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal. Mereka berhak menerima zakat agar dapat melanjutkan perjalanan atau kembali ke tempat asalnya dengan aman.

Di masa sekarang, penyaluran zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan langsung seperti sembako atau uang tunai. Banyak juga program pemberdayaan yang memanfaatkan dana zakat, seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, modal usaha, hingga pelatihan keterampilan agar penerima zakat dapat hidup lebih mandiri.

Melalui zakat, Islam mengajarkan bahwa di dalam setiap harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Karena itulah, zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu menciptakan kesejahteraan yang lebih merata di tengah masyarakat.

 

pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor