Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Category: Berita

LAZISWAF Al Hilal Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Yatim Berprestasi

LAZISWAF Al Hilal Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Yatim Berprestasi

Alhamdulillah, rangkaian kegiatan Roadshow Kajian Parenting yang diselenggarakan oleh LAZISWAF Al Hilal pada Sabtu, 6 Juni 2026, tidak hanya menghadirkan ilmu dan edukasi bagi para orang tua, tetapi juga menjadi momen berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang membutuhkan.

Dalam kegiatan yang menghadirkan Ustadzah Safinatul Choeriyah, S.E., C.CT. selaku pakar parenting dan da’iyah tersebut, LAZISWAF Al Hilal turut menyalurkan program Bantuan Pendidikan Yatim Berprestasi. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim yang terus berjuang meraih prestasi di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi.

Alhamdulillah, bantuan pendidikan tersebut berhasil disalurkan kepada para penerima manfaat yang telah menunjukkan semangat belajar dan prestasi yang membanggakan. Meski mungkin nilainya tidak terlalu besar, insya Allah bantuan ini dapat menjadi penyemangat sekaligus membantu memenuhi sebagian kebutuhan pendidikan mereka.

Program Bantuan Pendidikan Yatim Berpestasi ini merupakan amanah yang berasal dari para Orang Baik dan Sahabat Al Hilal yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama. Dari kepedulian yang dititipkan oleh para dermawan, lahirlah harapan baru bagi anak-anak yatim untuk terus belajar, berprestasi, dan menatap masa depan dengan lebih optimis.

Momen penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang kita berikan, sekecil apa pun, dapat menghadirkan manfaat yang besar bagi orang lain. Bisa jadi apa yang menurut kita sederhana, justru menjadi dukungan yang sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

LAZISWAF Al Hilal mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, Sahabat Al Hilal, dan Orang Baik yang selama ini terus membersamai berbagai program kebaikan. Berkat dukungan dan kepercayaan yang diberikan, berbagai program sosial, pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Insya Allah, setiap rezeki yang telah disisihkan tidak akan pernah sia-sia. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan degan keberkahan yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, memudahkan segala urusan, serta mengembalikan setiap harta yang dikeluarkan di jalan-Nya dalam bentuk yang jauh lebih baik. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Penulis: Indra Rizki

 

Lebaran Yatim Muharram 1448 H, Santri Yatim Penghafal Quran Pesantren Al Hilal 1 Cililin Terima Bingkisan dari Kementerian Agama RI

Lebaran Yatim Muharram 1448 H, Santri Yatim Penghafal Quran Pesantren Al Hilal 1 Cililin Terima Bingkisan dari Kementerian Agama RI

Alhamdulillah, kebahagiaan menyelimuti santri yatim penghafal Al-Qur’an di Pesantren Al Hilal 1 Cililin pada Kamis (25/06/2026). Dalam rangka Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Muharram 1448 Hijriyah, para santri menerima langsung Bingkisan Lebaran Yatim yang disalurkan melalui program Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan yang mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” tersebut dilaksanakan di Masjid Marwah Pesantren Al Hilal 1 Cililin, Jalan Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Momen ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para santri Pesantren Al Hilal yang selama ini berjuang menuntut ilmu dan menghafalkan Al-Qur’an.

Keluarga besar Pesantren Al Hilal juga turut menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama RI yang sudah berbagi kebahagiaan bersama para santri. Kehadiran serta perhatian yang diberikan menjadi penyemangat bagi mereka, anak-anak yatim untuk terus belajar, beribadah, dan meraih cita-cita nya.

Program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas di Indonesia. Melalui kegiatan ini, berbagai potensi, karya, dan prestasi mereka diperkenalkan kepada masyarakat luas. Selain itu, program ini juga menghadirkan bantuan santunan, pendidikan, beasiswa, hingga pelatihan yang disalurkan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai instrumen kebaikan yang mampu menghadirkan manfaat luas bagi umat. Dari kepedulian para dermawan dan masyarakat yang gemar berbagi, lahirlah berbagai program yang membantu anak-anak yatim memperoleh pendidikan yang layak dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Semoga bingkisan dan perhatian yang diberikan menjadi penyemangat bagi para santri yatim penghafal Al-Qur’an untuk terus berprestasi. Semoga pula seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan setiap kebaikan yang ditunaikan menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.

Penulis: Indra Rizki

 

Fokus Pengerjaan di Lantai 3, Kelanjutan Pembangunan Asrama Santri Pesantren Al Hilal 2 Cibiru Per 24 Juni 2026

Fokus Pengerjaan di Lantai 3, Kelanjutan Pembangunan Asrama Santri Pesantren Al Hilal 2 Cibiru Per 24 Juni 2026

Alhamdulillah, Hingga Rabu, 24 Juni 2026, pembangunan Asrama Santri Pesantren Al Hilal 2 Cibiru terus menunjukkan perkembangan yang baikk. Berbagai pekerjaan konstruksi kembali dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman bagi para santri.

Saat ini, pengerjaan pembangunan banyak fokus pada lantai 3 asrama. Beberapa progres yang telah berjalan antara lain persiapan untuk pengecoran tangga akses dari lantai 2 menuju lantai 3, pemasangan bata merah, glassblock, dan lubang angin yang sudah memasuki tahap penyelesaian, serta pemasangan bata ringan atau hebel di lantai 3 yang telah selesai dikerjakan. Selain itu, pekerjaan plester dinding bagian dalam pada area bata merah di lantai 3 juga terus dilakukan.

Pembangunan asrama ini memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru. Perlku Sahabat Al Hilal ketahui, setiap tahun ajaran baru jumlah santri yang mendaftar dan diterima di pesantren terus bertambah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan asrama yang memadai menjadi semakin mendesak.

Asrama bukan hanya tempat untuk beristirahat, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi para santri. Di tempat inilah mereka akan belajar, menghafal Al-Qur’an, beribadah, membangun kedisiplinan, serta tumbuh bersama dalam lingkungan pendidikan yang islami.

Insya Allah, pembangunan asrama ini akan terus diupayakan agar dapat selesai secepat mungkin sehingga segera bisa digunakan oleh para santri. Setiap tahapan yang berjalan hari ini merupakan hasil dari kerja keras para pekerja lapangan, doa para donatur, serta dukungan dari Sahabat Al Hilal dan Orang Baik yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan asrama penghafal Al-Qur’an.

Semoga Allah SWT memudahkan seluruh proses pembangunan hingga rampung sesuai harapan, serta menjadikan setiap kontribusi yang diberikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir seiring bertambahn/ya generasi Qur’ani yang belajar dan menuntut ilmu di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Penulis: Indra Rizki

 

LAZISWAF Pesantren Al Hilal Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun 2025

LAZISWAF Pesantren Al Hilal Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun 2025

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, sebuah capaian membanggakan kembali diraih oleh LAZISWAF Pesantren Al Hilal. Berdasarkan hasil audit laporan keuangan tahun anggaran 2025 yang dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), LAZISWAF Pesantren Al Hilal berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Opini WTP merupakan bentuk pengakuan tertinggi dalam audit laporan keuangan. Predikat ini menunjukkan bahwa laporan keuangan yang disusun telah disajikan secara wajar, transparan, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Seluruh informasi yang tercantum dalam laporan keuangan juga telah dimuat secara lengkap, benar, serta bebas dari unsur-unsur fiktif maupun penghilangan fakta material yang dapat memengaruhi kualitas laporan.

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen LAZISWAF Pesantren Al Hilal dalam menjaga amanah. Setiap dana zakat, infak, sedekah, wakaf, dan donasi yang dititipkan oleh masyarakat dikelola dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Keberhasilan meraih opini WTP tidak hanya menjadi prestasi lembaga, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan sistem pengelolaan yang semakin baik, diharapkan manfaat yang diberikan kepada para penerima manfaat dapat semakin luas dan tepat sasaran.

Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama para #OrangBaik, Sahabat Al Hilal, Bapak dan Ibu Donatur yang selama ini telah mem/percayakan amanahnya kepada LAZISWAF Pesantren Al Hilal. Kepercayaan yang diberikan menjadi energi dan semangat bagi seluruh tim untuk terus memberikan yang terbaik dalam mengelola setiap amanah yang dititipkan.

Jazakumullahu khairan katsiran atas doa, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan. Semoga setiap kebaikan yang telah ditunaikan melalui LAZISWAF Pesantren Al Hilal menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, menghadirkan keberkahan di dunia, serta menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak.

Penulis: Indra Rizki

 

Hadirkan Mushaf Layak, Sedekah Quran Pelosok Negeri Kembali Menjangkau Pelosok Garut

Hadirkan Mushaf Layak, Sedekah Quran Pelosok Negeri Kembali Menjangkau Pelosok Garut

Alhamdulillah, melalui program Sedekah Quran Pelosok Negeri, tim penyaluran LAZISWAF Pesantren Al Hilal kembali menyalurkan mushaf Al-Qur’an ke berbagai wilayah pelosok di Kabupaten Garut. Per 24 Juni 2026, penyaluran ini sudah dilaksanakan di beberapa titik, di antaranya:

  • Pondok Pesantren Annajiyyah, Kp. Simpang, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut sebanyak 40 mushaf Al-Qur’an.
  • Pondok Pesantren Miftahul Falah, Kp. Nusa Indah, Desa Cinta Asih, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut sebanyak 80 mushaf Al-Qur’an.
  • Masjid Miftahul Qodir, Desa Cinta Nagara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut sebanyak 33 mushaf Al-Qur’an ukuran A5 dan 6 mushaf ukuran A4.
  • Masjid Baitul Muttaqin, Desa Cinta Nagara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut sebanyak 29 mushaf Al-Qur’an ukuran A5 dan 3 mushaf ukuran A4.
  • Masjid Nurul Amin, Kampung Ciherang, Desa Karya Mekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut sebanyak 80 mushaf Al-Qur’an ukuran A6.
  • Masjid Nurul Millah, Kampung Sukaresmi 2, Desa Cinta Nagara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut sebanyak 20 mushaf Al-Qur’an ukuran A4.

Program ini hadir karena masih banyak masjid, pondok pesantren, TPA, dan TPQ di pelosok Garut yang membutuhkan Al-Qur’an layak pakai. Dalam berbagai kunjungan penyaluran, tim LAZISWAF Al Hilal masih kerap menemukan mushaf yang kondisinya sudah rusak, lembap, berjamur, halaman-halamannya sobek, bahkan ada yang tulisannya mulai memudar sehingga sulit dibaca.

Tidak sedikit pula lembaga pendidikan Al-Qur’an yang jumlah mushafnya belum sebanding dengan jumlah santri yang belajar. Akibatnya, para santri harus bergantian menggunakan Al-Qur’an saat kegiatan mengaji berlangsung. Ditambah jalan perkampungan yang kurang bagus juga turut menjadi tangtangan tersendiri.

Insya Allah, melalui program Sedekah Quran Pelosok Negeri, LAZISWAF Pesantren Al Hilal akan terus berupaya menjangkau berbagai wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah-daerah pelosok yang masih kekurangan mushaf Al-Qur’an. Harapannya, setiap Muslim dapat belajar, membaca, dan menghafal Al-Qur’an dengan lebih nyaman menggunakan mushaf yang layak.

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh Sahabat Al Hilal dan para dermawan yang telah menitipkan sebagian rezekinya untuk program ini. Semoga setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan dari mushaf-mushaf yang disalurkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Penulis: Indra Rizki

 

Saat Menjaga Lisan menjadi Ibadah yang Menyelamatkanmu

Saat Menjaga Lisan menjadi Ibadah yang Menyelamatkanmu

Di tengah era digital yang serba cepat seperti saat ini, setiap orang dapat menyampaikan pendapatnya hanya dengan beberapa ketikan. Namun, kemudahan berbicara dan berkomentar sering kali membuat manusia lupa bahwa setiap ucapan memiliki konsekuensi. Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan pedoman yang sangat jelas dalam menjaga lisan melalui sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini bukan sekadar anjuran untuk berkata baik dan sopan, tetapi merupakan prinsip hidup yang mencerminkan kualitas keimanan seseorang.

Lisan Menunjukkan Kualitas Hati

Apa yang keluar dari mulut seseorang sejatinya merupakan gambaran dari isi hatinya. Hati yang dipenuhi keimanan akan melahirkan perkataan yang baik, santun, dan bermanfaat. Sebaliknya, hati yang dipenuhi amarah, iri, dan kebencian akan mudah mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang lain.

Karena itu, menjaga lisan bukan hanya tentang mengontrol ucapan, tetapi juga tentang menjaga kebersihan hati. Ketika seseorang membiasakan diri mengucapkan zikir, nasihat, doa, dan perkataan yang menenangkan, hatinya pun akan ikut terjaga dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Menghindari Luka yang Sulit Disembuhkan

Tidak semua luka terlihat oleh mata. Ada luka yang tersimpan dalam hati akibat ucapan yang kasar, ejekan, fitnah, atau hinaan. Luka fisik mungkin dapat sembuh dalam waktu singkat, tetapi luka batin akibat perkataan sering kali membekas lama.

Banyak perselisihan, permusuhan, bahkan putusnya hubungan keluarga berawal dari lisan yang tidak terjaga. Oleh sebab itu, memilih diam saat tidak memiliki sesuatu yang baik untuk disampaikan merupakan bentuk kebijaksanaan yang dapat mencegah banyak masalah.

Setiap Ucapan Tidak Pernah Terlewat dari Catatan

Allah SWT mengingatkan bahwa seluruh perkataan manusia berada dalam pengawasan-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18)

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap ucapan memiliki nilai pertanggungjawaban. Bukan hanya perkataan yang diucapkan secara langsung, tetapi juga tulisan, komentar, dan unggahan di media sosial. Kesadaran akan hal ini akan membuat seorang muslim lebih berhati-hati sebelum berbicara atau menulis sesuatu.

Diam Sebagai Bentuk Pengendalian Diri

Salah satu ujian terbesar manusia adalah mengendalikan emosi. Saat marah, kecewa, atau tersinggung, seseorang sering mengucapkan kata-kata yang kemudian disesalinya. Islam mengajarkan bahwa diam pada kondisi seperti ini merupakan bentuk kekuatan, bukan kelemahan.

Menahan diri dari ucapan yang buruk adalah bagian dari jihad melawan hawa nafsu. Orang yang mampu mengendalikan lisannya saat emosi menunjukkan kematangan iman dan akhlaknya.

Jalan Menuju Keselamatan

Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa banyak manusia terjerumus ke dalam kebinasaan akibat ucapan mereka sendiri. Karena itu, menjaga lisan menjadi salah satu jalan penting menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Sebelum berbicara atau menulis sesuatu, biasakan bertanya pada diri sendiri, Apakah yang akan disampaikan itu baik atau tidak? Apakah perkataanku ini bermanfaat atau tidak? Jika jawabannya tidak, maka diam adalah pilihan terbaik.

Pilihan untuk diam bukan berarti tidak berani berbicara. Diam dilakukan untuk menghindari hal negatif yang ditimbulkan jika suatu perkataan tersebut tidak baik jika disampaikan, justru diam merupakan bentuk kecerdasan dan ketakwaan karena tindakan tersebut menjauhi kita dari dosa. Sebab, seorang mukmin sejati memahami bahwa setiap kata yang terucap akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

 

Laziswaf Al Hilal Hadirkan Mushaf Al Qur’an untuk Pelosok Kalimantan Selatan

Laziswaf Al Hilal Hadirkan Mushaf Al Qur’an untuk Pelosok Kalimantan Selatan

Alhamdulillah, amanah kebaikan dari para dermawan kembali tersampaikan. Pada Senin, 22 Juni 2026, LAZISWAF Pesantren Al Hilal kembali melaksanakan program Sebar Al-Qur’an Pelosok dengan menyalurkan wakaf Al-Qur’an dan buku-buku Islami kepada RTQ Khadijah, yang berlokasi di Desa Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan tersebut, disalurkan sebanyak 54 mushaf Al-Qur’an, 22 buku Islami, dan 10 buku Iqra untuk mendukung kegiatan belajar mengajar para santri dan masyarakat setempat. Program Sebar Al-Qur’an Pelosok lahir dari kepedulian terhadap masih banyaknya lembaga pendidikan Islam di berbagai daerah yang mengalami keterbatasan sarana belajar Al-Qur’an. Di sejumlah pelosok, tidak sedikit mushaf yang telah lembap, berjamur, halaman-halamannya robek, bahkan sudah tidak layak digunakan karena usianya yang cukup lama.

Selain kondisi mushaf yang kurang bagus, jumlah Al-Qur’an yang tersedia pun sering kali tidak sebanding dengan banyaknya santri yang belajar. Akibatnya, satu mushaf terkadang harus digunakan secara bergantian oleh beberapa anak. Tentu kondisi ini membuat proses belajar Al-Qur’an menjadi kurang maksimal. Melalui program ini, LAZISWAF Pesantren Al Hilal berharap setiap anak dapat belajar membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an dengan lebih nyaman menggunakan mushaf yang layak. Sebab, setiap lembar Al-Qur’an yang dibaca akan menjadi jalan lahirnya generasi yang semakin dekat dengan firman Allah SWT.

Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh orang baik dan Sahabat Al Hilal yang telah mempercayakan sebagian rezekinya melalui program Sebar Al-Qur’an Pelosok. Berkat dukungan dan kepedulian Anda, semakin banyak saudara-saudara kita di berbagai penjuru Indonesia yang kini dapat menikmati fasilitas belajar Al-Qur’an yang lebih baik.

Semoga setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, serta setiap ilmu yang diamalkan dari Al-Qur’an wakaf ini terus mengalirkan pahala kepada seluruh wakif sebagai amal jariyah yang tidak terputus hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Penulis: Indra Rizki

 

Mengapa Puasa Tasu’a dan Asyura Selalu Dinanti? Ini Keutamaan yang Jarang Disadari

Mengapa Puasa Tasu’a dan Asyura Selalu Dinanti? Ini Keutamaan yang Jarang Disadari

 

Memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam di berbagai daerah mulai mempersiapkan diri untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah. Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, terdapat dua ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura Menurut Agama dan Medis

Sumber Gambar : detik.com

Puasa Tasu’a dan Asyura memiliki keutamaan yang besar. Bahkan, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa pada hari Asyura dapat menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa selama satu tahun yang telah berlalu. Karena itulah, banyak umat Islam berusaha melaksanakan ibadah sunnah ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum memperbaiki diri di awal tahun Hijriah.

Sejarah puasa Asyura telah ada sebelum datangnya Islam. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa kaum Yahudi di Madinah berpuasa pada hari tersebut untuk mengenang keselamatan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun. Dari Ibnu Abbas RA diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Ketika ditanya alasannya, mereka menjelaskan bahwa hari itu merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan menenggelamkan Fir’aun beserta pengikutnya.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS. Beliau kemudian menganjurkan kaum Muslimin untuk berpuasa pada hari Asyura. Untuk membedakan pelaksanaan puasa umat Islam dengan kaum Yahudi, Rasulullah SAW juga menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau yang dikenal dengan Puasa Tasu’a.

Menurut mayoritas ulama, pada awalnya puasa Asyura pernah berstatus wajib sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan. Namun setelah Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan, hukum puasa Asyura berubah menjadi sunnah yang sangat dianjurkan.

Ada beberapa keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura yang perlu diketahui. Pertama, puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim).

Kedua, puasa di bulan Muharram merupakan puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram” (HR. Muslim).

Ketiga, puasa Tasu’a dan Asyura menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menahan lapar, haus, dan menjaga diri dari berbagai hal yang dapat mengurangi pahala puasa, seorang Muslim dapat meningkatkan ketakwaannya.

Keempat, kedua puasa ini dilaksanakan pada bulan Muharram yang termasuk salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam. Pada bulan-bulan tersebut, pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan umat Islam dianjurkan untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta bersedekah agar memperoleh keberkahan yang lebih besar di bulan Muharram.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, Puasa Tasu’a bertepatan dengan Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan Puasa Asyura jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Oleh karena itu, mari manfaatkan kesempatan di awal tahun Hijriah ini untuk memperbanyak amal saleh dan meraih keutamaan yang telah dijanjikan Allah SWT melalui Puasa Tasu’a dan Asyura.

 

Sambut Muharram 1448 Hijriah, Mari Tebarkan Mushaf Al-Qur'an untuk Masjid dan Pesantren di Pelosok Ciamis

Sambut Muharram 1448 Hijriah, Mari Tebarkan Mushaf Al-Qur’an untuk Masjid dan Pesantren di Pelosok Ciamis

Bulan Muharram telah tiba. Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, Muharram menjadi momentum terbaik bagi setiap muslim untuk membuka lembaran baru dengan memperbanyak amal saleh dan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Di momen penuh keberkahan ini, LAZISWAF Pesantren Al Hilal kembali mengajak Sahabat Al Hilal, para dermawan, serta seluruh Orang Baik untuk menjadi bagian dari ikhtiar mulia dalam menebarkan Mushaf Al-Qur’an ke berbagai pelosok Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

InsyaAllah, setiap mushaf yang disalurkan akan menjadi teman belajar bagi para santri, penghafal Al-Qur’an, anak-anak TPQ dan TPA, hingga jamaah di masjid-masjid pelosok yang selama ini masih memiliki keterbatasan sarana ibadah. Perlu Sahabat AL Hilal ktahui, masih banyak masjid, pesantren, rumah Qur’an, TPQ, dan TPA di pelosok Ciamis yang sangat membutuhkan mushaf Al-Qur’an yang layak. Keterbatasan fasilitas membuat proses belajar Al-Qur’an belum berjalan degan baik.

Bahkan, dalam setiap kegiatan penyaluran yang dilakukan, tim LAZISWAF Pesantren Al Hilal kerap menemukan mushaf Al-Qur’an yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Ada yang sampulnya telah rusak, halaman-halamannya hilang, sobek, bahkan tidak lagi lengkap sehingga menyulitkan proses belajar para santri.

Tidak sedikit pula tempat belajar Al-Qur’an yang memiliki jumlah mushaf jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah santrinya. Akibatnya, anak-anak harus belajar secara bergantian menggunakan Al-Qur’an yang sama. Ada yang menunggu temannya selesai membaca terlebih dahulu, bahkan ada yang hanya bisa menyimak karena belum kebagian mushaf.

Kondisi tersebut tentu menjadi pengingat bagi kita bahwa masih banyak saudara-saudara muslim yang memiliki semangat luar biasa untuk mempelajari Kalamullah, namun belum didukung dengan fasilitas yang memadai. Padahal, memiliki mushaf Al-Qur’an yang layak merupakan salah satu kebutuhan utama dalam proses belajar, menghafal, dan memahami firman Allah SWT.

Melalui program Tebar Mushaf Al-Qur’an Muharram 1448 Hijriah, LAZISWAF Pesantren Al Hilal berikhtiar menghadirkan mushaf-mushaf baru agar lebih banyak anak-anak, santri, dan masyarakat dapat belajar Al-Qur’an dengan nyaman dan penuh semangat.

Setiap mushaf yang Bapak, Ibu, dan Sahabat Al Hilal wakafkan bukan hanya menjadi sebuah buku yang dibaca, tetapi juga menjadi sumber pahala yang terus mengalir. Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, setiap ilmu yang diajarkan dari mushaf tersebut, insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang tidak terputus meskipun waktu terus berlalu.

Mari jadikan awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai awal dari kebaikan yang terus mengalir. Mari isi bulan Muharram dengan amal yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang dan pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat. Bersama LAZISWAF Pesantren Al Hilal, mari tebarkan cahaya Al-Qur’an hingga ke pelosok Ciamis. Semoga setiap mushaf yang tersalurkan menjadi penerang bagi para pencinta Al-Qur’an dan menjadi saksi amal jariyah kita di hadapan Allah SWT kelak.

Informasi Sedekah Quran:

Youtube: https://www.youtube.com/c/sebarquranindonesia/videos

Instagram: https://www.instagram.com/sebarquran.indonesia/

Amanah Sahabat Al Hilal Kembali Tersalurkan, LAZISWAF Pesantren Al Hilal Salurkan Kain Kafan ke Pelosok Garut

Amanah Sahabat Al Hilal Kembali Tersalurkan, LAZISWAF Pesantren Al Hilal Salurkan Kain Kafan ke Pelosok Garut

Alhamdulillah, amanah dari para donatur dan Sahabat Al Hilal kembali tersampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada Kamis, 18 Juni 2026, tim penyaluran LAZISWAF Pesantren Al Hilal kembali melaksanakan penyaluran kain kafan ke sejumlah masjid di pelosok Kabupaten Garut. Dalam penyaluran kali ini, bantuan kain kafan disalurkan ke dua masjid, yaitu:

  • Masjid Nurul Huda, Kampung Cinta Nagara, Kabupaten Garut.
  • Masjid Nurul Fillah, Kabupaten Garut.

Program penyaluran kain kafan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian LAZISWAF Pesantren Al Hilal terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya bagi keluarga dhuafa yang tengah menghadapi musibah kehilangan anggota keluarga. Dengan tersedianya kain kafan di masjid, diharapkan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan ketika membutuhkan perlengkapan pemulasaraan jenazah secara mendadak.

Saat menyerahkan bantuan di Masjid Nurul Huda, Taufik, selaku bagian dari tim penyaluran LAZISWAF Pesantren Al Hilal, menyampaikan kepada salah seorang Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari para donatur. “Ini adalah titipan dari para donatur dan Sahabat Al Hilal. Semoga kain kafan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu warga yang membutuhkan, khususnya ketika ada masyarakat yang sedang berduka dan memerlukan perlengkapan pemulasaraan jenazah.”

Penyaluran kain kafan bukan hanya sekadar memberikan bantuan berupa perlengkapan pemulasaraan jenazah, tetapi juga menjadi bentuk antisipasi agar setiap masjid memiliki persediaan yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Kehadiran stok kain kafan di masjid diharapkan mampu meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi musibah, sehingga mereka dapat lebih fokus mengurus prosesi pemakaman tanpa harus kebingungan mencari perlengkapan yang dibutuhkan.

Atas terlaksananya program ini, LAZISWAF Pesantren Al Hilal mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh dermawan, Sahabat Al Hilal, dan Orang Baik yang telah mempercayakan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap rupiah yang telah dititipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, dilapangkan rezekinya, diberikan keberkahan dalam kehidupan, serta menjadi pemberat timbangan amal di hari akhir kelak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Penulis: Indra Rizki

pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor