Contacts

92 Bowery St., NY 10013

thepascal@mail.com

+1 800 123 456 789

Bolehkah Bersedekah Pada Pengemis yang Pura-Pura Miskin

Laz Al Hilal, Bandung – Ingatlah, kita hanya punya tugas menghukumi seseorang sesuai lahiriyah yang kita lihat, karena kita tak bisa menerawang isi hatinya. Pelajaran ini bisa kita ambil dari kisah Usamah bin Zaid berikut ini:

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu berkata:

Rasulullah mengutus kami ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kami serang mereka secara tiba-tiba pada pagi hari di tempat air mereka. Saya dan seseorang dari kaum Anshar bertemu dengan seorang lelaki dari golongan mereka. Setelah kami dekat dengannya, ia lalu mengucapkan Laa ilaha illallah. Orang dari sahabat Anshar menahan diri dari membunuhnya, sedangkan aku menusuknya dengan tombakku hingga membuatnya terbunuh.

Sesampainya di Madinah, peristiwa itu didengar oleh Nabi ﷺ. Kemudian beliau ﷺ bertanya padaku:

« يَا أُسَامَةُ أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ » قُلْتُ كَانَ مُتَعَوِّذًا . فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّى لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ قَبْلَ ذَلِكَ الْيَوْمِ

“Hai Usamah, apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa ilaha illallah?”

Saya berkata:

“Wahai Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya ingin mencari perlindungan diri saja, sedangkan hatinya tidak meyakini hal itu.”

Beliau ﷺ bersabda lagi:

“Apakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa ilaha illallah?” Ucapan itu terus menerus diulang oleh Nabi ﷺ, hingga saya mengharapkan bahwa saya belum masuk Islam sebelum hari itu.”

[HR. Bukhari no. 4269 dan Muslim no. 96]

Dalam Riwayat Muslim disebutkan, lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

أَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَقَتَلْتَهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِنَ السِّلاَحِ. قَالَ أَفَلاَ شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لاَ فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَىَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّى أَسْلَمْتُ يَوْمَئِذٍ

“Bukankah ia telah mengucapkan Laa ilaha illallah, mengapa engkau membunuhnya?” Saya menjawab: “Wahai Rasulullah, ia mengucapkan itu semata-mata karena ia takut dari senjata.”

Beliau ﷺ bersabda:

“Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” Beliau ﷺ mengulang-ngulang ucapan tersebut hingga aku berharap, seandainya aku masuk Islam hari itu saja.

Ketika menyebutkan hadis di atas, Imam Nawawi menjelaskan, bahwa maksud dari kalimat “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” adalah kita hanya dibebani dengan menyikapi seseorang dari lahiriyahnya dan sesuatu yang keluar dari lisannya.

Sedangkan hati, itu bukan urusan kita. Kita tidak punya kemampuan menilai isi hati. Cukup nilailah seseorang dari lisannya saja (lahiriyah saja). Jangan tuntut lainnya. [Lihat Syarh Shahih Muslim, 2: 90-91]

Setiap Orang Akan Diganjar Sesuai yang Ia Niatkan

Coba ambil pelajaran dari hadis berikut:

Dari Abu Yazid Ma’an bin Yazid bin Al-Akhnas radhiyallahu ‘anhum, -ia, ayah dan kakeknya termasuk sahabat Nabi ﷺ, di mana Ma’an berkata, bahwa ayahnya yaitu Yazid pernah mengeluarkan beberapa Dinar untuk niatan sedekah.

Ayahnya meletakkan uang tersebut di sisi seseorang yang ada di masjid (maksudnya: ayahnya mewakilkan sedekah tadi pada orang yang ada di masjid, -pen).

Lantas Ma’an pun mengambil uang tadi, lalu ia menemui ayahnya dengan membawa uang Dinar tersebut.

Kemudian ayah Ma’an (Yazid) berkata: “Sedekah itu sebenarnya bukan kutujukan padamu.” Ma’an pun mengadukan masalah tersebut kepada Rasulullah ﷺ. Lalu beliau ﷺ bersabda:

لَكَ مَا نَوَيْتَ يَا يَزِيدُ ، وَلَكَ مَا أَخَذْتَ يَا مَعْنُ

“Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati.”

[HR. Bukhari no. 1422]

Dari hadis ini, Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata,

“Orang yang bersedekah akan dicatat pahala sesuai yang ia niatkan, baik yang ia beri sedekah secara lahiriyah pantas menerimanya ataukah tidak.”

[Fath Al-Bari, 3: 292]

Hal di atas sesuai pula dengan hadis Umar, Rasululah ﷺ bersabda:

وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى

“Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.”

[HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]

Misal, ada pengemis yang mengetok pintu rumah kita, apakah kita memberinya sedekah ataukah tidak? Padahal nampak secara lahiriyah, dia miskin.

Jawabannya, tetap diberi. Kalau pun kita keliru karena di balik itu bisa jadi ia adalah orang yang kaya raya, tetap Allah catat niat kita untuk bersedekah. Sedangkan ia mendapatkan dosa karena memanfaatkan harta yang sebenarnya tak pantas ia terima.

Begitu pula kalau ada yang menawarkan proposal pembangunan masjid. Secara lahiriyah atau zhahir yang nampak, kita tahu yang sodorkan proposal memang benar-benar butuh. Lalu kita berikan bantuan.

Bagaimana kalau dana yang diserahkan disalahgunakan? Apakah kita tetap dapat pahala?

Jawabannya, kita mendapatkan pahala sesuai niatan baik kita. Sedangkan yang menyalahgunakan, dialah yang mendapatkan dosa. Subhanallah. Mulia sekali syariat Islam ini.

Jangan Manjakan Pengemis dan Pengamen Jalanan

Sahabat Al Hilal ingat jangan manjakan pengemis, apalagi pengemis yang malas bekerja seperti yang berada di pinggiran jalan. Apalagi dengan mengamen, melantunkan nyanyian musik yang haram untuk didengar.

Kebanyakan mereka malah tidak jelas agamanya, salat juga tidak. Begitu pula sedikit yang mau perhatian pada puasa Ramadan yang wajib.

Carilah orang yang saleh yang lebih berhak untuk diberi, yaitu orang miskin yang sudah berusaha bekerja, namun tidak mendapatkan penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarganya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Nabi ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِى تَرُدُّهُ الأُكْلَةُ وَالأُكْلَتَانِ ، وَلَكِنِ الْمِسْكِينُ الَّذِى لَيْسَ لَهُ غِنًى وَيَسْتَحْيِى أَوْ لاَ يَسْأَلُ النَّاسَ إِلْحَافًا

“Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu, atau tidak meminta dengan cara mendesak.”

(HR. Bukhari no. 1476)

Wallahu waliyyut taufiq. Hanya Allah yang memberi taufik.

Kegiatan Santunan Yatim dan Dhuafa

Alhamdulilah pada hari (01/02) Pesantren Al Hilal, Cirebon telah melaksanakan salah satu program wajib di akhir bulan yaitu “Kegiatan Santunan Untuk Anak Yatim Dhuafa” dan kegiatan ini berjalan dengan lancar.⁣⁣

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pesantren Al Hilal, Cirebon kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa di wilayah sekitar, dan kegiatan ini ada penyerahan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang tunai. ⁣⁣

Pastinya memberikan hak fakir miskin dengan cara memberikan sedekah, disayangi, dikasihi dan sangat membantu meringankan beban penderitaannya. Sesuai dengan Q.S Al-Isra (17) ayat 26 dan Q.S Al-Fajr (89) ayat 17-20).⁣⁣⁣⁣

  1. Memuliakan anak yatim.⁣⁣
  2. Menumbuhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.⁣⁣
  3. Upaya mengentaskan kemiskinan⁣⁣
  4. Memupuk pribadi yang baik bebagi dan berkasih sayang terhadap sesama⁣⁣
  5. Mempererat persaudaraan sesama muslim saling membantu dalam beramal baik.⁣⁣
  6. Menjadi fasilitator yang amanah bagi kaum aghnia (mampu) dan kaum yatim dan dhuafa.⁣⁣

Dan tidak lupa terima kasih kepada para donatur yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat membawa kebaikan untuk para donatur sekalian. Amiin Ya Rabb.⁣⁣

Insya Allah kegiatan ini akan terus berlanjut, kami mohon do’a nya dari dan untuk donatur semoga segala kegiatan positif ini bisa berjalan dengan lancar dan penuh dengan keberkahan. . . aamin

Informasi & Call Center⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
🌐 Website: www.alhilal.or.id⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
☎ Telpon: 022-2005079⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
📱 WA: 081 2222 02751⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

H-70 Ramadhan, Kenapa Mayit Memilih “BERSEDEKAH” Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ⁣

“Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?”⁣

Tidaklah seorang mayit menyebutkan “Sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal.⁣

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,⁣
”Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)⁣

Sahabat Al Hilal maka dari itu, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnya di akhirat nanti. Yuk sedekah sekarang juga!⁣

Rekening Sedekah Al Hilal⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Bank Mandiri⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
🏧 1320012549953⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
A.n YAYASAN AL HILAL ⁣RANCAPANGGUNG⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

⁣⁣Informasi & Call Center⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
☎ Telpon: 022-2005079⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
📱 WA: 081 2222 02751⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

5 Keutamaan Hari Senin yang Bikin Kamu Lebih Semangat

Laz Al Hilal, Bandung – Sahabat Al Hilal, sebuah penelitian dari The European Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa detak jantung manusia dapat berpengaruh pada kesehatan. Detak jantung seseorang juga akan semakin meningkat di hari Senin. Itulah mengapa banyak orang yang enggan menghadapi hari Senin.

Hal ini dikarenakan banyak para pekerja yang harus kembali merasakan stres setelah beristirahat dua hari. Meskipun banyak yang malas memulai aktivitas di hari Senin, nyatanya ada banyak keutamaan hari Senin yang bisa kamu dapatkan. Ini 7 keutamaan hari Senin yang perlu kamu ketahui, dilansir detikcom dari berbagai sumber:

Lahirnya Nabi Muhammad SAW

Senin adalah hari di mana Nabi Muhammad lahir dan wafat. Ini tentu menjadi hari yang spesial bagi umat Muslim.

Nabi Muhammad menjadi penutup para nabi. Dalam QS Al-Ahzab 21 menyebutkan, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Hari yang Dianjurkan Rasul untuk Berpuasa

Jangan membenci hari Senin, pasalnya hari ini adalah hari yang mulia. Rasulullah juga menyarankan untuk umat Muslim berpuasa Senin dan Kamis.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,
“تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.”
“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi dan lainnya)

Terbukanya Pintu Surga

Selain kelahiran Nabi Muhammad, keutamaan hari Senin adalah terbukanya pintu-pintu surga. Di hari Senin dan Kamis, orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan.

Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.”

Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan.

Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.”

Hari Diturunkannya Al-Qur’an

Jangan membenci hari Senin ya, karena hari ini adalah diturunkannya wahyu. Dalam bagian dari hadist Abu Qatadah al-Anshari Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menyebutkan:

“ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ.”

Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.”

Hari Mendapatkan Ampunan

Keutamaan meninggal hari Senin juga memiliki makna tersendiri. Di hari Senin juga amalam manusia akan diangkat dan pintu surga terbuka. Sehingga Rasulullah menganjurkan untuk umat Muslim puasa Senin dan Kamis.

Paling Mudah Namun Paling Membahayakan

Sahabat Al Hilal sering kita dengan perumpamaan tentang “Lidah tidak bertulang” atau “lidah itu lebih tajam dari pada pedang”. Tetapi apakah perumpamaan tersebut benar adanya? Atau hanya gurauan semata? Terkadang kita sebagai manusia yang mudah khilaf pasti tidak menyadari ucapan apa yang sudah keluar dari mulut kita bukan?⁣

Kita sering mendengar pesan dari Rasulullah SAW tentang menjaga lisan kita, yang isinya yaitu: ⁣
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Kiamat hendaklah berkata yang baik atau diam.”⁣

Sahabat Al Hilal, dari pesan ini tentunya dapat kita lihat bahwa Rasulullah SAW menekankan kepada kita tentang pentingnya menjaga tutur kata, tidak mengucapkan hal yang buruk dan menyakiti hati, karena bertutur tanpa berpikir akan membawa kepada krisis lain yaitu permusuhan, kekacauan bahkan pertumpahan darah. Naudzubillah. ⁣

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 24 yang artinya⁣
“Pada hari ketika lidah, tangan dan kaki menjadi saksi atas mereka terhadap apa-apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. An-Nur: 24)⁣

Informasi & Call Center⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
🌐 Website: www.pesantrenalhilal.com⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
☎ Telpon: 022-2005079⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
📱 WA: 081 2222 02751⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Peduli Bencana Cianjur dan Bogor

LAZ AL HILAL – Perjalanan Hilal Leadership Community (HLC), relawan Al Hilal, serta Sahabat Al Hilal Sukabumi untuk kegiatan peduli bencana di wilayah Cianjur dan Bogor telah terlaksana dengan lancar serta sesuai dengan rencana. Alhamdulillah, Sabtu (30/01/2021) para peserta perjalanan peduli bencana untuk Cianjur dan Bogor telah kembali ke Bandung dengan selamat.

Peduli Bencana untuk daerah Cianjur dan Bogor, tepatnya untuk wilayh Cipanas dan Gunung Mas ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril, serta memberikan bantuan Pangan, Sandang, serta beberapa Al Qur’an yang di donasikan oleh para donatur di Yayasan LAZ Al Hilal. Seperti yang kita ketahui, untuk daerah Cipanas dan Puncak beberapa minggu terakhir tepatnya pada awal Januari 2021 mengalami musibah bencana alam longsor dan banjir bandang.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan dan sahabat Al Hilal Sukabumi mengunjungi beberapa tempat yang terkena musibah untuk membagikan dan menyalurkan beberapa bantuan untuk para korban bencana alam, seperti salah satunya yaitu Pesantren Al Madaroh yang berada di wilayah Cipanas, Cianjur.

Dalam penyaluran bantuan tersebut para relawan serta sahabat Al Hilal Sukabumi menurunkan beberapa bahan pangan seperti beras, makanan empat sehat lima sempurna, dan beberapa cemilan serta beberapa pakaian dalam untuk dibagikan ke tempat pengungusian di wilayah tersebut. Tak lupa para relawan yang berada di Pesantren Al Madaroh pun menurunkan serta membagikan Al Qur’an untuk disalurkan dan dibagikan kepada warga serta santri yang membutuhkan untuk dibaca dan dipejari, dapat kita ketahui karena bencana alam tersebut mengakibatkan Al Qur’an yang berada di pesantren tersebut menjadi tidak layak pakai dan rusak sehingga membuat para santri tidak memiliki Al Qur’an yang layak untuk dibaca dan dipelajari.

Dalam kesempatan ini pun Perwakilan dari pengurus Pesantren Al Madaroh pun menyampaikan ucapan terimakasih nya untuk Al Hilal atas kepeduliannya untuk para korban bencana alam yang di wilayah tersebut.

Sahabat Al Hilal, sedangkan untuk wilayaha Gunung Mas Bogor para relawan serta sahabat Al Hilal Sukabumi membagikan serta menyalurkan beberapa bantuan yang sama seperti bahan pangan, sandang, dan Al Qur’an untuk para korban langsung ke rumah Ketua Rukun Tetangga (Ketua RT) 01, 02 dan 03 yang sekaligus menjadi posko 1 untuk para pengungsi korban bencana alam. Ketua RT setempat pun mengucapkan terimakasih nya untuk para relawan serta Yayasan LAZ Al Hilal yang telah membantu serta meringankan beban para korban yang berada di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah bantuan dari para donatur dan Al Hilal yang telah sampai di lokasi tempat penyimpanan. Alhamdulillah telah membantu warga kami, semoga amal ibadah bapak-bapak yang jauh dari Bandung dibalas oleh Allah SWT. Terimakasih banyak donasinya sudah diterima oleh Ketua RT langsung dan akan langsung dibagikan untuk masyarakan yang terkena banjir bandung,” Ucap Ketua RT setempat.

Dalam perjalanan peduli bencana pun para relawan, sahabat Al Hilal Sukabumi, dan HLC Al Hilal berangkat memalui transportasi roda empat dan telah memenuhi protokol kesehatan yang sangat ketat. Menyikapi sejumlah kejadian bencana yang terjadi di wilayah tersebut, maka dari itu, melalui program peduli bencana yang dilaksanakan oleh HLC, Sahabat Al Hilal Sukabumi, dan para relawan, InsyaAllah senantiasa berupaya untuk memberikan bantuan dan asistensi terbaik bagi para warga terdampak.

Pengecoran Pertama Gedung Anak Yatim Pesantren Al Hilal

Sabtu (30/01/2021) para perwakilan serta pengurus Pondok Pesantren Al Hilal telah melaksanakan pengecoran pertama untuk pembangunan gedung asrama anak yatim Pesantren Al Hilal yang berada tepat di Jalan Bonceret Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kegiatan pengecoran pertama ini pun Alhamdulillah kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak H. Nandang selaku Ketua Yayasan Al Hilal beserta Istri. dan dihadiri oleh beberapa aparat setempat serta para santri Pesantren Al Hilal 1 Cililin.

Pengecoran Pertama untuk gedung asrama anak yatim Pesantren Al Hilal pun dihadiri langsung oleh Hendra Setiawan, selaku Pimpinan Harian Yayasan Al Hilal Hendra Setiawan, Direktur Laziswaf Al Hilal Iwan Setiawan, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hilal 1 Cililin Ust. Arif Rahman, serta beberapa perwakilan pengurus Yayasan Al Hilal seperti Handriana Abdur Rofi, dan Hanafi Hardiansyah mengingat kita semua sedang dihadapi dengan wabah virus COVID-19 yang melanda di Indonesia dan seluruh dunia, dan tentunya peserta yang hadir di acara tersebut pun sangat terbatas serta diwajibkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dalam pelaksanaan pengecoran pertama gedung asrama anak yatim Pesantren Al Hilal, seluruh peserta yang terlibat dalam acara tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan, dan tidak lupa untuk menjaga jarak mengingat kita semua sedang dihadapi dengan wabah virus COVID-19.

Seluruh peserta yang terlibat pun tidak lupa untuk selalu memakai masker, dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memulai acara pengecoran pertama gedung asrama anak yatim Pesantren Al Hilal.  Dalam pelaksanaan nya pun jumlah santri yang menyaksikan acara ini  sangat dibatasi dan tidak dianjurkan untuk seluruh santri menyaksikan acara tersebut.

Seluruh donatur serta sahabat Al Hilal dimanapun berada, kami mohon do’a dan restu untuk pengecoran pertama gedung asrama anak yatim Pesantren Al Hilal yang InsyaAllah akan mulai dilaksanakan pada hari Sabtu ini, agar selalu diberikan kelancaran serta dimudahkan oleh Allah SWT hingga pembangunan Gedung Asrama Pesantren Al Hilal rampung. Syukran

Tauhid: Kunci Surga

Laa ilaha illallahu (tiada Tuhan selain Allah), Sahabat Al Hilal kalimat tersebut merupakan kalimat thayyibah yang menjadi dasar prinsip dasar ajaran Islam. Kalimat thayyiban ini merupakan senjata paling ampuh untuk membebaskan manusia dari belenggu-belenggu kemanusiaan dari segala bentuk kepercayaan yang batil.⁣⁣

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,⁣⁣
مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إٍلَهَ اٍلاَّ اللهُ مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّة

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dengan ikhlas dari hatinya, maka ia (dijamin) masuk surga.” (HR. Ibnu Hibban). ⁣⁣

Sahabat Al Hilal, jika tauhid sudah menancap kokoh di hati kita maka akan menyebabkan seorang Muslim rela mengorbankan apa pun juga demi menjaga ketauhidan tersebut, meskipun nyawa harus menjadi taruhannya yang InsyaAllah akan membawa seorang muslim ke puncak prestasi. ⁣⁣

Selain itu, ketika ketauhidan sudah menancap kokoh di hati kita maka akan berbuah ketaatan untuk dirinya. Karena sesungguhnya ketika Seseorang yang mengenal Allah SWT tentu akan memahami tujuan hidupnya menjadi orang yang taat kepada Allah SWT.⁣⁣

Informasi & Call Center⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
🌐 Website: www.alhilal.or.id⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
☎ Telpon: 022-2005079⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
📱 WA: 081 2222 02751⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Hetika Kita Terjatuh

Apa kabar Sahabat Al Hilal? Kehidupan merupakan sebuah proses yang tidak terduga, di dalam proses kehidupan pun tentunya jalan yang ditempuh penuh lika-liku dan prosesnya pun tidak ada yang sempurna, karena apapun yang terjadi semua sudah diatur oleh Allah SWT.

Hidup layaknya roller-coaster, ada kala di mana kita merasa senang di puncak, ada saat pula di mana kita jatuh terjerembab dan merasa sakit luar biasa. Dikala kita sedang terjatuh, selalu ingat, bahwa kita memiliki Allah SWT yang maha Agung dan selalu ada bersama kita.

Sahabat Al Hilal, Ketika kesulitan terjadi, mencari pertolongan adalah fitrah dari setiap makhluk. Tentunya, pertolongan harus dimintakan kepada Allah SWT karena sejatinya, kesulitan merupakan jalan Allah SWT untuk menguji setiap hambanya.⁣

Allahumma la sahla illa maa ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla⁣

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau jadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”⁣

⁣⁣Informasi & Call Center⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
🌐 Website: www.alhilal.or.id⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
☎ Telpon: 022-2005079⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
📱 WA: 081 2222 02751⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Renungan Pertama

IQRA adalah kata pertama yang disampaikan Malaikat Allah Jibril ‘alahissallam kepada Nabiyullah Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wassallam di usia hampir menginjak 40 tahun sekaligus Mitsaqan Ghalizha (ikatan kuat) pemberian amanah Kerasulan terakhir di Gua Hira di Jabal Nur yang berjarak sekitar dua mil dari Kota Mekah pada malam hari Senin 21 Ramadhan yang bertepatan dengan 10 Agustus 610M (Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, hal.82, Arkan Leema), wallahu’alam.

IQRA adalah kata perintah yang diterjemahkan ‘bacalah’. Nalar menggelitik karena penerawangan bahwa situasi gua yang tentunya gelap gulita hanya mengandalkan cahaya bulan yang menerobos di sela-sela jalan masuk ke gua, tidak adanya bahan untuk dibaca, sosok Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam yang dijelaskan Al Quran seorang yang tidak pandai membaca dan menulis (ummi) – (QS.7 Al A’raf : 157 dan QS.29 Al Ankabut : 48) membawa diri dalam renungan apa maksud perintah membaca ini ?

Kata IQRA ditemukan dalam Al Quran ada pada 2 ayat, yakni Surat 96 Al ‘Alaq ayat pertama

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ “ Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang Menciptakan “

Dan pada Surat 17 Al Isra ayat ke 14

اِقْرَأْ كِتَابَكَۗ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًاۗ

” Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu “

Maka difahami bahwa aktivitas IQRA lah langkah ikhtiar kita guna meraih kebahagiaan yakni keselamatan di dunia dan di akhirat. IQRA saat di dunia berdasar kepada Al Quran Surat 96 Al ‘Alaq ayat 1 menurut Syeikh ‘Abdul Halim Mahmud rahimahullah, mantan pemimpin tertinggi Universitas Al-Azhar Mesir pernah mengatakan,“ Membaca disini adalah lambang dari segala apa yang dilakukan oleh manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian dan jiwanya ingin menyatakan ‘bacalah demi Tuhanmu, bergeraklah demi Tuhanmu, bekerjalah demi Tuhanmu’ (Prof. Quraish Shihab, ‘Dia Dimana-Mana : Tangan Tuhan Di Balik Setiap Fenomena, Lentera Hati)

Maka responlah atau sikapilah situasi kehidupan di dunia dengan membacanya atas nama Allah Rabb Pencipta manusia. Dalam arti dasarilah respon tadi berdasarkan petunjuk Al Quran Al Kariem yang diterjemahkan dengan sangat sempurna lewat sosok Uswatun Hasanah kita, Nabiyullah Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam. Bukan dengan ego dan arogansi liar nalar semata yang sarat dengan subjektivitas, latar belakang, maupun kepentingan.

Sementara IQRA pada Al Quran Surat 17 Al Isra ayat 14 adalah iqra saat di akhirat, dimana manusia akan terbagi menjadi dua golongan. Ada yang membaca kitab catatan amalnya yang diberikan dari sebelah kanan yang kelak akan meraih kebahagiaan dan ada yang membaca kitab catatan amalnya diberikan dari arah belakang yang kelak akan menemukan kesengsaraan akhirat. Perhatikan Al Quran Surat 84 Al Insyiqaq ayat ke 7-15

فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖۙ

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ

وَّيَنْقَلِبُ اِلٰٓى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ

وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ وَرَاۤءَ ظَهْرِهٖۙ

فَسَوْفَ يَدْعُوْ ثُبُوْرًاۙ

وَّيَصْلٰى سَعِيْرًاۗ

اِنَّهٗ كَانَ فِيْٓ اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ

اِنَّهٗ ظَنَّ اَنْ لَّنْ يَّحُوْرَ ۛ

بَلٰىۛ اِنَّ رَبَّهٗ كَانَ بِهٖ بَصِيْرًاۗ

(7) Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, (8) Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, (9) dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (10) Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, (11) Maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. (12) dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (13) Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). (14) Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (15) (Bukan demikian), yang benar, Sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya “

Optimalkan IQRA di dunia, semoga kita dimudahkan untuk IQRA di akhirat..aamiin, Yaa Rabbal ‘Alamien

Wallahu’alam


Karya :

Muhammad Syarief Abdurrahman, S.Ag.

×