Harapan Baru di Pelosok Desa, Sumur Bor Diresmikan untuk Ponpes Darussalam Al Amin
Hari Kamis, 11 Desember 2025, menjadi momen bersejarah bagi Pondok Pesantren Darussalam Al Amin yang berlokasi di Kp. Sindangpalay, Desa Cilangari, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat. Pada hari itu, dilakukan peresmian sumur bor oleh Laziswaf Al Hilal yang menjadi jawaban atas permasalahan air bersih yang telah lama menjadi permasalahan pesantren ini.

Pondok Pesantren Darussalam Al Amin berjuang dengan keterbatasan air bersih selama bertahun-tahun. Lokasi pesantren yang berada di pelosok desa serta kendala keterbatasan dana membuat pihak pesantren sulit untuk memiliki fasilitas sumur air yang layak dan memadai bagi seluruh santri dan pengurus.
“ALhamdulillah, kami sangat bersyukur hari ini. Selama ini, air bersih adalah tantangan terbesar kami, terutama untuk sanitasi dan kebersihan sehari-hari,” ujar Haji Mansur Tajiri, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Al Amin, dalam sambutannya.
Peresmian ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan santri. Dalam kesempatan tersebut, Haji Mansur Tajiri, bersama perwakilan dari MUI Desa Cilangari, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para dermawan, orang-orang baik yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Sumbangan Anda bukan hanya berupa air, tetapi juga harapan dan kelancaran ibadah bagi santri kami,” tegas Haji Mansur. “Semoga Allah SWT melipatgandakan pahala kebaikan yang telah diberikan.”
Solusi Kebersihan dan Sanitasi Lingkungan

Perlu Sahabat Al Hilal ketahui, kelak sumur bor ini tidak hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar para santri dan aktivitas pesantren semata. Fasilitas ini dipastikan akan mengatasi permasalahan kebersihan dan sanitasi secara menyeluruh di lingkungan pesantren.
Lebih lanjut, sumur ini juga akan dibuka untuk dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar pesantren. Ketersediaan air bersih yang layak kini dapat digunakan untuk sanitasi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari, memberikan manfaat yang luas bagi warga Kp. Sindangpalay dan Desa Cilangari. Harapan besar diletakkan pada sumur bor ini agar kegiatan belajar mengajar di Ponpes Darussalam Al Amin dapat berjalan lebih optimal, didukung oleh lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif.
Penulis: Indra Rizki













Usai belanja obat, tim langsung bertolak kembali menuju Aceh Tamiang. Perjalanan di malam hari memberikan gambaran langsung mengenai kondisi sulit yang dihadapi para pengungsi. Sudah dua minggu listrik di banyak titik masih padam total. Kondisi malam tersebut benar-benar gelap gulita dan tidak ada sinyal komunikasi, membuat tim sulit berkoordinasi. Inilah kondisi yang dialami para pengungsi, mereka kedinginan tinggal di tenda-tenda pengungsian atau di rumah mereka yang bekas banjir, yang masih tergenang lumpur dan rusak parah.

























LAZISWAF PESANTREN AL HILAL – Tim LAZISWAF Pesantren Al Hilal resmi tiba di Aceh Tamiang untuk melaksanakan misi kemanusiaan dalam rangka penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor Sumatera. Penyaluran manfaat dari “Donasi Tanggap Bencana” yang diinisiasikan LAZISWAF Pesantren Al Hilal tersebut pun berkolaborasi bersama Lembaga Kemanusiaan. Di antaranya Badan Wakaf Islam (BAWAIS), Lembaga Wakaf Quran (LWQ), Marwah Wakaf Indonesia (MWI), dan Sebar Quran Indonesia (SQI).
“Tim LAZISWAF Pesantren Al Hilal telah bergerak keluar dari Bandara Kualanamu untuk kemudian belanja logistik yang nantinya akan kita bawa ke Aceh Tamiang untuk disalurkan. Bantuan ini merupakan donasi dari Ibu/Bapak dan orang-orang baik yang bergotong royong untuk membantu saudara kita,” ungkap Salman Al Fariez pada, Senin (08/12/2025).